fadlyfauzie's Blog

11751924_923869977652189_2997809851424400516_n

Memperjuangkan jodoh memang tidak mudah dan seringkali harus melalui jalan lika-liku. Ibarat sebuah kapal sudah berkali-kali menepi ingin bersandar di demaga, ternyata hanya bisa menepi di perairan saja masih jauh dari dermaga. Entah karena Kapal ini terlalu besar dan si pelabuhan perairannya terlalu dangkal, sehingga apapun usahanya kapal mustahil untuk bisa berlabuh.

kesedihan, kekecewaan mungkin memang sudah menjadi skenario Allah, tugas kita yaitu jangan sampai terlarut dalam suasana. Harus semakin kuat ke-tawakkalan kita kepada Allah. Karena ego manusia, seringnya merasa sangat yakin dengan pilihan-pilihan sendiri, kita sering terlupa bahwa pilihan Allah dan janji Allah pasti tepat. Tinggal bagaimana kita terus merayu-rayu dalam doa dan pasrah kepadanya dalam segala urusan.

Dalam usaha pencarian itu , saya menjadi belajar betapa begitu banyak hikmah bertaburan, betapa cinta tidak bisa dipaksakan, betapa cinta perlu pengorbanan, betapa mencintai perempuan yang belum siap menikah hanya menguras energi sia-sia, betapa skenario dari sang pemilik cinta lebih indah daripada apa-apa yang kita rencanakan. Dan selain itu saya menjadi semakin yakin akan kekuatan sebuah doa dan sedekah.

Dari perjalanan itu muncul pemikiran dari benak,ternyata muslimah yang berilmu dan cantik saja tidaklah cukup untuk membuat hati ini bersatu. Ada hal lain yang sangat menentukan yaitu mentalitas dan komunikasi. Diperlukan mental kuat entah itu dari si perempuan maupun si orang tua. Karena seringkali walapun 2 hati ini saling mencintai belum tentu orang tua merestui, disana selalu saja ada pergolakan batin apakah harus memperjuangkan si lelaki atau nurut dengan orang tua. Sebenarnya hal ini bisa disiasati dengan membangun komunikasi yang baik antara antara anak dan orang tua. Tak selamanya oran tua itu benar maka disini seorang anak bisa membuka ruang diskusi, dan pastinya harus dengan lemah lembut dan kesabaran.

Alhamdulillah sekarang ini 2 hati sudah bersatu terikat secara syariat(khitbah) menuju gerbang pernikahan yang insyaAllah sebentar lagi (2 bulan dari sekarang). Kesedihan yang sebelumnya sering menghantui insyaAllah sekarang diganti dengan kedamaian dan ketentraman. Sesosok gadis yang memancarkan aura keshalihan, begitu penyayang dan perhatian.

Proses yang begitu singkat diawali dengan tawaran bapak untuk saling berkenalan, 2 minggu kemudian nadhor yang dilalui dengan kemantapan tanpa ragu, dan 2 minggu kemudian langsung khitbah. Saya merasakan betapa proses ini begitu mudah, tanpa tektek bengek taaruf, tukar biodata. Saya meyakini bahwa ini merupakan karunia Allah yang besar dan diluar dugaan. Seorang gadis dengan begitu mantapnya rela dilamar oleh seorang pemuda yang belum mapan, dia tidak begitu mempertimbangkan dunia dalam menanti sang kekasih yang ada dalam benaknya hanya ingin dengan pernikahan ini saling memudahkan untuk menggapai jannah-Nya.

Di zaman yang serba hedonis begini masih ada ternyata orang tua yang tidak banyak berfikir tentang kemapanan calon menantunya. Dengan rasa cinta yang tulus dari si gadis dan disertai restu orang tua. saya merasa ini merupakan keajaiban. Karena cita-cita saya untuk menikah di tahun 2015 insyaAllah terbuka lebar, berbarengan dengan cita-cita lain yang alhamdulillah sudah terealisasi yaitu kuliah S2 di tahun 2015. Disini saya semakin dibuat takjub, rencana-rencana besar saya telah dimudahkan jalannya oleh Allah. Saya semakin tidak bersabar untuk membuat mimpi-mimpi indah lain dengan istri kelak.

Dengan kemudahan-kemudahan ini semoga penilaian saya tidak meleset bahwa gadis itu diberkahi dan membawa keberkahan karena keshalihannya. Saya sangat beruntung dipertemukan dengannya ya Allah…

Dengan khitbah ini menjadi alasan yang kuat bagi kami untuk saling setia, tidak ada lagi lirik-lirikan lagi dengan sosok lain. Dan yang pasti harus tetap menjaga hati dan memantapkan ilmu pernikahan. Semoga Pernikahan nanti berjalan dengan lancar dengan diikuti sakinah mawaddah warahmah dan barakah tentunya. Aamiin.

Terimakasih calon kekasihku😀
Banjar,29 Agustus 2015

Adakalanya manusia berdoa kebaikan namun sebenarnya sedang meminta keburukan, yaitu ketika terlalu yakin bahwa itu yg terbaik.

Misalnya baru saja dilantik jadi pejabat sampai melakukan tasyakuran berlebih-lebihan, padahal akhirnya dia ditangkap sebagai koruptor akibat jabatannya. Ingin harta banyak agar bisa dermawan belum tentu baik bila pada akhirnya Allah menakdirkan ahlaknya menjadi buruk. Melakukan resepsi nikah wah, dengan mengundang ribuan orang belum tentu baik bila pada akhirnya berujung perceraian.

Seringkali manusia tergesa-gesa. Padahal Allah maha tau apa yg terbaik bagi hambanya, hanya Allah yang maha mengetahui hal ghaib (yg belum terjadi).

“Silahkan kita memohon apa saja yang diinginkan, tapi jangan ngotot dan tergesa-gesa. Karena Allah Maha Tahu”.

Kuliah Dhuha Istiqomah, oleh K.H Athian Ali M

Bersyukur begitu banyak org yg menyayangi, seolah saling berlomba menawarkan puzzle2 cinta untuk disusun. Sy tidaklah semalang itu…sy hanya menjaga hati agar tdk ada yg tersakiti…bilapun diri ini yg tersakiti, biarkanlah sy menghadapinya. Karena kesabaran itu tinggi, smg mnjadi wasilah rahmat-Nya dan salam bahagia dr para malaikat kelak. Semoga Allah mengampuniku yg penuh dosa ini.

Posted from WordPress for Android

Mencari puzzle yg hilang

 

Saat ini kita sudah benar-benar berada dalam lingkaran hedonisme. Sedikit-sedikit uang, sedikit-sedikit uang. Tak jarang gara2 harta menyebabkan problematika dalam kehidupan pribadi maupun keluarga. Punya harta sedikit ataupun banyak tetap akan menghasilkan masalah bila tidak didasari oleh ilmu yang benar, yaitu tidak memahami apa hakikat,definisi dan orientasi harta bagi seorang muslim.

Dalam mengahadapi pernikahan juga begitu, seringkali uang menjadi masalah. Hal itu bisa terjadi karena kurangnya komunikasi antar kedua pihak, dan adanya keengganan dalam merencanakan atau mengatur keuangan. Dan ada hal yang tak kalah penting, yaitu faktor kebarokahan harta. Kebarokahan harta ini dipengaruhi oleh darimana mendapatkannya, bagaimana mendapatkannya dan bagaimana dibelanjakannya. Islam sebenarnya sudah punya konsep yang sangat bagus lewat Al-quran dan Sunnah Nabi. Contohnya, seorang muslim hendaknya tidak melupakan membayar zakat, menyisihkan infak atau sodaqoh. Selain dari itu harta juga perlu kita simpan sebagian sebagai tabungan atau investasi untuk menunjang mewujudkan rencana-rencana hidup atau cita-cita.

Selama ini otak kita ibaratnya telah termindset kalo menabung itu adalah sisa uang. Padahal sebaiknya tabungan itu dialokasikan di awal ketika mendapatkan rezeki (gaji misalnya), dipatok sekian, kemudian tidak lupa dipotong zakat, sodaqoh dan bla…bla… Sehingga uang yang dialokasikan untuk keseharian kita sudah benar-benar terencana dan menuntut kita untuk disiplin, kita harus bisa survive dengan anggaran yg dibuat sendiri.

Ibarat suatu negara, kita juga perlu yang namanya menyusun APBN, kita dapat mengestimasi berapa sih kebutuhan real kita perbulan dengan cara merecord penerimaan dan pengeluaran kita dengan membuat cashflow. Dari data yang terecord kita bisa tau kecenderungan-kecenderungan kita dalam membelanjakan harta. Masih boros kah?? Padahal dalam Al-Quran dijelaskan perilaku boros merupakan temannya syaitan. Lalu bisa juga untuk mereview sudah bersikap dermawan kah kita, sudahkah kita berjihad dengan harta.

Nah dari cashflow ini lah kita dapat merencanakan mau apa kita 1 tahun kedepan, 5 tahun kedepan, biaya pendidikan anak, biaya ketika pensiun, dan banyak lagi.

Untuk lebih jelasnya, saya punya rekaman suara dari kegiatan Workshop Financial Pranikah yang diisi oleh Teh Febiola Aryanti dan diselenggarakan oleh Romantic couple Community Bandung. Saya sangat tertarik pemaparan oleh teh febi, awalnya sih liat video di youtube di acara zakat tv. Pikirku, wah ini mantap banget pengelolaan keuangan berbasis islam, edukasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat saat ini ditengah jomplangnya ekonomi masyarakat, yang kaya kaya banget yang miskin-miskin banget. Dengan konsep Islam yang kaya dan yang miskin bisa sama2 berikhtiar mencapai keseimbangan bagaimana membelanjakan harta dan bagaimana mengupayakan harta yang semuanya dalam bingkai ibadah.

Saya beruntung banget bisa menyerap ilmu secara langsung dari teh febi. Dan bentuk workshop ini lebih disukainya dari pada seminar yang menampung banyak orang. Menurutnya lebih baik pesertanya cukup (sedikit) namun benar-benar terserap dan diaplikasikan karena disampaikan dengan proses belajar yang nyaman. Ternyata Teh Febi ini sangat heboh, hehehe…. beda banget sama yang ada di video-video di Internet.

Baiklah jika berkenan saya kasih link file audionya, semoga bermanfaat :

Bandung, 17 Januari 2015

Sesi 1
Sesi 2

10897763_840378172687136_9086208809854192807_n

Alhamdulillah, segala sesuatu bisa dirasakan kenikmatan bila digali betul hikmahnya. Sempat terkaget-kaget juga baru aja 2 bulan bekerja sudah mendapat tugas kerja luar kota oleh kantor dengan jarak yang cukup jauh, berhari-hari (seminggu), dan sendirian pula. Di suatu rapat itu aku benar-benar tidak menyangka ditugaskan ke Painan sendirian. Saya mendapat tugas mengawasi pekerjaan topografi dan soil investigation pada suatu rencana proyek di sana. Mau tidak mau saya harus menyanggupi, bagaimanapun sebagai orang berlatar teknik  harus bisa survive dalam berbagai kondisi, medan, cuaca, budaya, bahasa, watak manusia.

Pantai carocok

Pantai carocok

Membawa perlengkapan seadanya sebanyak 1 ransel, asumsiku bekal pakaian yang dibawa cukup untuk 4-5 hari di sana. Berangkat dari Bandara Husein Sastranagara Bandung mencoba maskapai baru Exp**ss Air dan mendarat di Kota Padang. Perjalanan ke Painan menggunakan mobil travel dan di-drop di suatu hotel sederhana seharga 150 rb/malam. Di hotel itu saya beristirahat dari kegiatan lapangan yang panas. Saya akui Painan dan Padang sangat panas terlebih saya mendapat tugas di daerah pesisir/ pantai. Hanya butuh waktu 2 hari untuk menghitamkan kulitku akibat terbakar sinar matahari. Setiap hari saya bolak balik hotel-pantai naik ojek, memang disini sarana transportasi yang efektif adalah ojek dengan harga mulai dari 3000, adapun angkot seringnya digunakan oleh para pelajar di siang hari.

Kesendirian ditengah-tengah medan yang masih asing, kota kecil, perbedaan bahasa yaitu minang yang sulit diajak berbahasa Indonesia, membuatku merasa nelangsa. Saya seperti diasingkan oleh perusahaan hahaha…. Suntuk dan bosan mungkin itu perasaanku, sehari2 mengamati pekerjaan di siang hari yang panas. Kalo stress datang biasanya sih nafsu makanku makin bertambah, pokoknya obat stress makan aja lah. Sehingga tiap malam tiba saya selalu mencari makanan di Pasar Painan. Selang beberapa hari, atasanku meminta untuk diundur pulangnya 2 hari lagi, perasaan cukup shock saat itu -_- …ya sudahlah nikmati saja😀 total saya menjadi seminggu di Painan.

Kadang disela-sela waktu isirahat siang saya sempatkan untuk mencari objek wisata alam, meskipun sendirian saya berharap dapat terhibur minimal bisa menyatakan ketakjuban atas ciptaan Allah. Nah ini mungkin, maksud dari judul posting diatas, dimana sewaktu saya mendapat tugas ke Painan saya sempat menikmati pesona alam Painan- Pesisir selatan, Sumbar. Kondisi umum kabupaten Pesisir selatan terdiri dari pantai dan bukit-bukit yang sangat tinggi, kebanyakan kondisinya masih alami atau belum tercemar, air sungai yang segar dan jernih, laut yang jernih disertai terumbu karang, masih bisa kita jumpai satwa-satwa hutan seperti elang, monyet, dan anjing sangat banyak disini. Tempat wisata alam yang saya kunjungi yaitu Pantai Carocok yang berada di teluk Painan, Air terjun Timbulun, Air terjun Bayang sani, Jembatan Akar, dan di daerah pelabuhan Panasahan tempat saya ditugaskan juga tak kalah bagusnya.

1. Pelabuhan Panasahan

Disini terdapat suatu dermaga, dimana tempat kapal dan perahu bertambat. Di sini banyak orang-orang datang di sore hari untuk sekedar menikmati pemandangan, berolahraga, dan memancing.

2. Pantai Carocok

Merupakan salahsatu objek wisata pantai primadona di Sumbar, cukup unik sekitar 100 meter dari bibir pantai lautnya sangat dangkal dan landai dimana terdapat terumbu karang, airnya yang jernih, namun selebihnya kedalaman laut meningkat tajam. Bila sedang surut terumbu karang akan kering, sedangkan ketika pasang bisa menjadi kolam yang sangat aman, karena pantai ini mendapat pemecah gelombang dari pilar-pilar beton dimana diatasnya menjadi jembatan-jembatan pejalan kaki. Disini para wisatawan bisa berenang, menikmati perahu untuk menyeberang pulau, atau bermain banana boat, atau sekedar mancing. Waktu itu tiket masuknya Rp.5000. Disini ada makanan khas, namanya palai

3. Air terjun Timbulun

Air terjun ini tidak jauh dari pusat kota Painan, bentuknya yang bertingkat sehingga memiliki beberapa terjunan, namun katanya yang bisa diakses hanya sampai pada tingkat ke-3 karena selebihnya merupakan hutan lebat. Airnya sangat jernih, sehingga tidak heran dimafaatkan oleh masyarakat sebagai sumber mata air lewat pipanisasi. Airnya mengalir ke sungai yang berbatu dan bermuara di teluk Painan. Pada hari-hari biasa sangat sepi sekali dari pengunjung, paling ada beberapa orang yang datang di akhir pekan. Biasanya air terjun ini akan sangat rama pada hari sebelum memasuki bukan Ramadhan.

4. Jembatan Akar

Berbeda dengan pantai Carocok dan air terjun timbulun yang berada di kota Painan, untuk menuju jembatan akar  harus menempun jarak +- 20 km dari Painan. Lumayan jauh jaraknya, diperjaalanan kita akan menemukan sungai besar berbatu, persawahan yang luas dan bukit-bukit besar ketika mendekati lokasi jembatan akar. Pertama tiba disana saya sangat takjub dengan adanya jembatan ini, kok bisa?

Konon katanya sebelumnya pernah ada jembatan gantung buatan penjajah portugis, namun sudah rusak. Akhirnya ada tokoh masyarakat sana yang berjuang membuat jembatan dari bambu untuk akses antara dua kampung, namun usahanya sia-sia karena jembatan selalu hanyut ketika air sungai deras. Sehingga berkat kecerdasannya, si bapak perancang melakukan penelitian mencari kombinasi pohon yang bisa saling mengikat, akhirnya tertujulah pada pohon kubang dan pohon beringin. Pertama sang perancang membuat titian bambu, kemudian merawat akar kedua pohon itu  sehingga tuumbuh mengikuti arah bambu. Jembatan ini memiliki panjang 25 meter dan lebar 1,5 meter dengan ketinggian clearence 10 meter. Mulai dibentuk pada tahun 1890 dan baru dapat digunakan pada tahun 1916. Sehingga butuh waktu sekitar 26 tahun agar jembatan akar siap digunakan. Saat ini akar-akarnya semakin besar yang artinya struktur jembatan cukup kuat, 15 orang berada diatasnya masih bisa ditopang dengan aman. Masya Allah, sungguh indah ….
Sewaktu saya kesini ternyata wisatawan bukan hanya domestik saja, saya temui sekelompok orang dari Malaysia. hehe….Kalo benar-benar dikelola dengan baik, sebenarnya bisa menjadi tujuan wisata andalan dari berbagai pelosok daerah bahkan negara. Namun kebanyakan objek wisata alam disini masih dikelola oleh masyarakat.

Saya sempat merasakan kesejukan air sungai di bawahnya, untuk mencuci kaki dan membasuh muka. Ada mitos yang terkenal disini yaitu siapa yang mandi disini bakal enteng jodoh, ah aku sih gak percaya beginian karena kalo percaya suatu tempat mempunyai kekuatan yg bisa merubah nasib sama aja dengan syirik. Namun ada yang unik, sewaktu perjalanan pulang saya beristirahat di suatu warung, disana ada 2 ibu-ibu menawarkan untuk menjadi menantunya dengan arti menawarkan putrinya untuk dinikahi hihihi….apa ini yang dinamakan enteng jodoh? wallahu a’lam, namun kuakui gadis disini cantik-cantik hehehe…siapa ya jodohku?

???????????????????????????????

Pernikahan adat minang

5. Air terjun Bayang Sani

Tidak jauh lokasinya dari jembatan akar, yaitu sekitar 1 km. MasyaAllah saya dibuat takjub lagi oleh ciptaanNya, air terjun yang bertingkat sama juga dengan yang Timbulun , kalo ga salah ada 7 tingkat katanya, namun yang dapat diakses hanya 3 tingkat. Dibawah air terjun ada semacam kolam pemandian, dimana dibuat pada zaman kolonial belanda untuk tempat beristirahat. Sampai saat ini kondisinya masih asri, alami, airnya jernih dan sejuk. Andai saja waktu itu saya ambil baju ganti, ingin rasanya berenang, berendam di air sejuknya.

Ya mungkin baru segitu petualanganku di sumatra barat atau tepatnya di pesisir selatan, ada satu keinginan yang ingin sekali bisa direalisasikan yaitu mmengunjungi kelok 9, dimana sekarang telah dibangun jembatan-jembatan yang indah. Semoga suatu saat nanti ketika pergi ke sumbar bisa mengunjunginya.Aamiin

Kelok9ud

Jembatan kelok 9

800px-Jogja
Ingin segera meninggalkan Jogja

Sewaktu pertamakali dinyatakan lulus skripsi, pikiran selanjutnya yang muncul adalah bagaimana agar bisa cepat-cepat bekerja, dan memang kontrak kos-kosan sudah ku setting berakhir di bulan oktober 2013. Saya saat itu langsung antispatif mulai dari bikin CV/riwayat hidup, register member web penyedia info lowongan kerja, surving web-web perusahaan yang membuka job vacancies, ikut tes toefl. Toefl menjadi salahsatu perhatian karena aku ingin sekali bekerja di kementrian PU atau BUMN dimana menjadikan toefl sebagai syarat. Sehingga setelah lulus ada rencana pengen ikut kursus bahasa Inggris d Jogja biar mantap, sedangkan orangtua saya disana sudah menyuruh saya pulang ,kalaupun mau kursus mereka menyuruh agar di Tasik saja. Saat itu sulit untuk menentukan pilihan karena disaat yang berbarengan pihak jurusan tempat saya kuliah memberikan tawaran untuk membantu menjadi Asdos. Akhirnya saya memilih untuk lebih lama tinggal di jogja dengan alasan ingin belajar bahasa Inggris (Toefl) dan menjadi asdos.

gak jadi deh pulang cepet-cepet , padahal orang tua sudah merindukan kepulangan saya

Rencana tinggal rencana

Setelah silaturahmi ke rumah dan minta ijin, aku putuskan untuk memperpanjang kontrak kos-kosan sampai bulan Januari, dan tinggal lebih lama di Jogja. Untuk les bahasa inggris saya berfikir ulang, ikutan les kan biayanya mahal, padahal saya udah malu banyak minta support lagi orang tua, saya ingin mandiri, akhirnya aku putuskan untuk ikut tes toefl aja , saat itu aku ikut di UMY n UGM tapiii hasilnya belum mencapai target skor 500 -_- . Ya sudahlah hasilnya negatif karena akunya jg gak serius persiapannya,hehe…Sebenarnya saya ngusahain Toefl ini untuk ikutan CPNS Kementrian PU, namun setelah tau persyaratannya kurang (harus ijazah asli, padahal saya belum wisuda) pupus sudah deh, terus daftar kontraktor atau konsultan BUMN pun gak ada satu pun yang nyangkut . Setelah itu saya memutuskan untuk berhenti memperjuangkan Toefl dalam artian ditunda dulu. Untuk kedepan tetap saya sebisa mungkin harus punya Toefl tinggi.

Untuk asdos, berminggu-minggu belum ada panggilan untuk mengisi kelas. Dalam hati geram juga, banyak waktu yang tidak produktif. Saya mempunyai anggapan bahwa saya berstatus kontrak jadi harus bertanggung jawab penuh. Namun ternyata tidak, saya baru bisa ngisi tergantung kemauan dosen. Niat awal ingin membantu jurusan dan sekalian belajar mengajar, namun yang kudapatkan adalah kebosanan, mungkin aku memang tidak cocok menjadi akademisi. Akhirnya dari 2 tawaran asdos hanya 1 yang saya jalani.

Ditengah kebuntuan dan kekacauan planning ada seorang teman yang menawarkan pekerjaan di jogja sebagai pengawas, seperti angin segar saya pun menyanggupinya, dengan syarat sewaktu2 saya punya tanggung jawab asdos. Kami pun akhirnya sepakat. Mulailah saya bekerja sebagai pengawas, disini banyak pelajaran yang didapat mengenai ilmu lapangan, membaca gambar, membuat laporan, ikut rapat dll. Hal ini membuatku merasa nyaman, karena bergerak ditataran praktis. Lambat laun prioritas pun bergeser dari asdos menuju pengawas, dalam arti saya lebih serius mendalami sebagai pengawas.

Lambat laun kurang semangat deh buat jadi asdos dan belajar bahasa Inggris

Ada Hikmah Lain

Dan ternyata bertambah lamanya saya di Jogja tidaklah sia-sia😀 . Bila diselami hikmahnya , aku bersyukur masih bisa berkontribusi buat organisasi kesayangan dan kebanggaanku JAA, setelah sekian lama vakum menjadi mentor, saya diamanahi untuk membina anggota JAA di program mentoring tiap pekan. Namun kalo ikut kajian-kajiannya (KAKASHI) sudah sangat sulit karena waktu kerjaku sebagai pengawas dari pagi sampe sore , senin-sabtu. Dalam hati terfikir kalo lama-lama saya tidak ikut kajian bisa kering nih Iman. Ide pun datang, di jogja ini kan ada kajian yang waktunya sore, jadi pulang kerja saya bisa saja menyempatkan untuk hadir. Dan pilihan pun tertuju pada Masjid Nurul Ashri, masjid yang belum pernah kusinggahi sebelumnya selama di Jogja, padahal saya pernah diberi amanah untuk mendesain beton bertulang untuk proyek perluasan masjid ini namun tidak dapat kuselesaikan (nyerah), gagal deh buat amal jariyah,hehe. Setelah pertama kali masuk masjid ini saya langsung jatuh cinta gitu karena begitu ramai dan makmurnya. Kuputuskan agar setelah pulang kerja saya bisa rutin ikut kajian di sini. Saya sangat tertarik untuk kajian senin dan rabu, dimana senin diisi oleh ustadz Syatori Abdurouf dan rabu diisi oleh ustadz didik purwodarsono dan Salim A Fillah. Saya merasa sangat beruntung sekali sebelum meninggalkan jogja saya seperti direfresh diberi wejangan oleh ustadz syatori tentang hakikat tujuan hidup dimana digali lewat surat An-nur dalam Al-Quran dan ada juga ustadz didik yang tema kajiannya mengapai keluarga SAMARABA, saya sangat senang sekali karena dapat banyak bekal untuk persiapan jodoh atau keluarga nanti. Mungkin Allah sengaja membuat skenario ini agar di masa transisi antara lulus kuliah dan bekerja ini diisi dengan mempersiapkan kematangan sikap dan ilmu.

Hikmahnya saya masih bisa mengaji bareng Ustadz Syatori dan Ustadz didik yang tentu sangat berharga buat masa depan.

Saya memang harus meninggalkan Jogja
Waktu kerjaku di Jogja akan berakhir di pertengahan desember 2013 yang sekaligus memulai pekerjaan baru saya di Bandung. Dari beberapa bulan bekerja sebagai pengawas alhamdulillah saya sudah bisa belajar mandiri, bekal yang sering ortu kasih saya putuskan untuk berhenti.
Semoga di bandung nanti akan kutemukan ikhwah yang sama-sama menyukai aktifitas dakwah seperti halnya melingkar pekanan, juga kajian pengganti Masjid Nurul Ashri yang sering kukunjungi. Terpaksa saya harus meninggalkan sahabat-sahabat seperjuangan, juga berhenti membina untuk keluarga JAA. Sedih rasanya, JAA yang kuanggap sebagai usroh, pemantik semangat dan motivasi, pendorong untuk berkarya harus kutinggalkan.
yah…..
Selamat tinggal jogja……., kota yang majemuk penuh kenangan,ilmu,  cinta, karya, persahabatan, sehingga saya yakin akan selalu ada alasan untu pulang kembali ke jogja. Semoga saya bisa lebih berkembang dan maju di tempat baru nanti.Aamiin

Satu ungkapan yang sangat tepat untuk saat ini adalah “Bersyukur”. Berterimakasih atas segala nikmat-karunia selama 4 tahun ini,sehingga suatu hal yang ditunggu-diharap yaitu kelulusan kuliah bisa dilalui. Orang tua dan keluarga senang begitu juga para guru (dosen) ikut senang.

Selama kurang lebih 5 bulan saya harus berjibaku dengan pengerjaan Tugas akhir (final project), sangat mengesankan sekali begitu banyak hikmah yang didapatkan. Pertama diawali dengan kebingungan mencari judul penelitian , mencari saran kesana kemari tidak membuat diriku yakin. Sampai akhirnya pada pengajian Milad UMY yg dihadiri Pak Jamil Azzaini saya sempat berbincang-bincang dengan Pak Agus S.Muntohar , tentang berbagai hal dari kondisi kampus, jurusan sampe tentang TA, saya terinspirasi dari beliau untuk menganalisis fondasi tiang dengan software , dengan kasus di tempat KP-ku dulu.

Dan kubulatkan tekad untuk mencoba menjadikan beliau menjadi dosen pembimbing saya, sehingga dimulailah email-emailan. Saya disarankan untuk mencari program Plaxis dan TA ttg Plaxis. Berbagai usaha kulakukan ngopy TA ke UII, download software, download jurnal. Setelah semua ada saya masih belum faham mau kemana arah penelitian saya, mau nyicil juga bingung karena belum tau tujuan akhir dari penelitian ini. Dengan segala susah -derita-senangnya menyelesaikan tugas akhir, ada beberapa hal yang menarik bagi saya,

Dosen Pembimbing

(1)Pembimbing saya lebih suka koreksi draft lewat online daripada diprint,
(2)Konsultasi online lewat jejaring sosial lebih disukai daripada email (padahal dalam benak saya email kayaknya lebih sopan daripada lewat jejaring sosial, unik ya?),
(3) Revisi laporan saling kirim file online,
(4)Diberi keleluasaan untuk belajar software PLAXIS di ruangannya (ditinggal pergi coba….)
(5) Saya dan temen saya Rizqi menjadi mahasiswanya yang pertama kali membuat TA geoteknik dengan Metode elemen hingga ,
(6)
Kalo ngoreksi , sangat detil sekali, sehingga setelah sidang yang namanya REVISI sangat sedikit sekali,
(7) Dari penelitian ini salah satu cita-cita saya tercapai yaitu menjadi mitra penelitian dengan dosen. Hasil penelitian saya dikombinasikan kajian beliau yang pada akhirnya menjadi sebuah makalah yang dipresentasikan pada Konferensi Nasional Teknik Sipil ke-7 (KoNTeks7) Solo 24 Oktober 2013. Alhamdulillah

Seminar dan Pendadaran

Untuk seminar alhamdulillah berjalan dengan lancar, hasil dari penelitian saya dipresentasikan dihadapan teman-teman teknik sipil UMY. Pada malam harinya saya sempat meriang, jadi ketika presentasi Sabtu, 6 Juli 2013 sedikit kurang fokus. Di akhir seminar dosen saya menjelaskan kepada audien akan pentingnya penguasaan software teknik sipil, bahkan beliau sangat mendukung bila ada mahasiswa yang melakukan penelitian menggunakan software. Saking perhatiannya, beliau mengusulkan ke pihak jurusan agar diberikan ruangan khusus mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir menggunakan software, baik itu struktur, keairan, geoteknik dan pemodelan2 lainnya.

Untuk pendadaran, saya sempat sangat khawatir beberapa hari sebelum hari-H karena beberapa bab belum sempat dikoreksi tepatnya bab hasil-pembahasan dan kesimpulan. Sementara saya harus segera mengeprint draftnya untuk dikasihkan ke dosen penguji agar dibaca dahulu. Karena beberapa kendala akhirnya saya baru menyerahkan draft pada hari-H hihihi….malunya aku, tapi alhamdulillah dosen2nya memaklumi. Saat pendadaran terdiri dari 1 dosen pembimbing dan 2 dosen penguji, 1 dosen penguji betul2 menguji pendirian saya dengan pertanyaan yang sangat mendasar sekali, seiring berjalan waktu ujian yang terjadi malah mengalir menjadi semacam diskusi ,menarik menururtku. Yang awalnya sempat tegang seperti mau dibantai , eh ternyata cukup santai. Malah dosen penguji satunya lagi tidak memberi saya pertanyaan apa-apa😀. (tumben kok baik sekali pak dosen ini, hihi). Beliau cuma memberi masukan agar penamaan judulnya lebih disesuaikan lagi dengan isi laporan. Di akhir sesi saya sempat meminta berfoto bersama, ya sebagai kenang-kenangan sih bahwa “SAYA PERNAH NGERJAIN SKRIPSI DAN DIUJI OLEH DOSEN LOH!” (hahaha lebay)

Setelah pendadaran selesai, perasaan begitu lega, plong. Bahwa tugas saya sebagai mahasiswa S1 sudah selesai. Hmmmh Alhamdulillah

pendadaran(foto selepas pendadaran)

Yudisium

Selanjutnya yudisium , dimana saya harus melengkapi urusan administrasi dan akademik selama kuliah. Sejak saat itu lah (31 Agustus 2013) saya dinyatakan menyandang gelar Sarjana Teknik (ST) finish di IPK 3,72. Pemberian gelar yang menurutku adalah sebuah amanah besar dan ujian memegang idealisme, bagaimana ilmu dan pengalamanku betul-betul menjadi problem solver, kata engineering saja mempunyai arti rekayasa, ya semoga saya bisa menjadi salahsatu orang yang solutif bagi negeri ini. Kuncinya saya harus terus belajar, kapan saja dimana saja.

Wisuda

Kemudian puncaknya adalah wisuda (19 Oktober 2013), yaitu acara seremonial pemberian ijazah seorang sarjana dari Kampus (lewat Dekan dan Kajur). Ibu dan bapakku datang ke Jogja ditemani adikku, sedangkan kakakku tidak bisa hadir dikarenakan sedang hamil jadi takut beresiko diperjalanan.

Penyerahan Medali wisuda (Bu Anita)(s)(seremoni wisuda)

DSC_0014new(s)(foto keluarga)

My Instagram

Sumur resapan di pekarangan Masjid Salman ITB. #sumurresapan #ecodrain #ITB #salman Kapan kita naik kereta bareng? @sebutirkata #argowilis #KAI #keretaapi #indonesia Ceritanya, berhubung Banjar Indah Plaza (Baninza) Cineplex belum buka, kita bibioskopan 3D dlu aja we lah sama Time zone (kw).... #baninza #banjar #kenanga Di sela Half year meeting kantor..#lembang

Terimakasih atas kunjungannya ^^

arsipp

Agustus 2016
S S R K J S M
« Agu    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 161,470 hits

jadwal sholat untuk daerah kasihan-bantul-YKT

Zifa Engineering Consultant

my workplace

pengunjung

free counters

peta

twitter

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.911 pengikut lainnya