fadlyfauzie's Blog

Archive for the ‘catatan kuliah’ Category

Satu ungkapan yang sangat tepat untuk saat ini adalah “Bersyukur”. Berterimakasih atas segala nikmat-karunia selama 4 tahun ini,sehingga suatu hal yang ditunggu-diharap yaitu kelulusan kuliah bisa dilalui. Orang tua dan keluarga senang begitu juga para guru (dosen) ikut senang.

Selama kurang lebih 5 bulan saya harus berjibaku dengan pengerjaan Tugas akhir (final project), sangat mengesankan sekali begitu banyak hikmah yang didapatkan. Pertama diawali dengan kebingungan mencari judul penelitian , mencari saran kesana kemari tidak membuat diriku yakin. Sampai akhirnya pada pengajian Milad UMY yg dihadiri Pak Jamil Azzaini saya sempat berbincang-bincang dengan Pak Agus S.Muntohar , tentang berbagai hal dari kondisi kampus, jurusan sampe tentang TA, saya terinspirasi dari beliau untuk menganalisis fondasi tiang dengan software , dengan kasus di tempat KP-ku dulu.

Dan kubulatkan tekad untuk mencoba menjadikan beliau menjadi dosen pembimbing saya, sehingga dimulailah email-emailan. Saya disarankan untuk mencari program Plaxis dan TA ttg Plaxis. Berbagai usaha kulakukan ngopy TA ke UII, download software, download jurnal. Setelah semua ada saya masih belum faham mau kemana arah penelitian saya, mau nyicil juga bingung karena belum tau tujuan akhir dari penelitian ini. Dengan segala susah -derita-senangnya menyelesaikan tugas akhir, ada beberapa hal yang menarik bagi saya,

Dosen Pembimbing

(1)Pembimbing saya lebih suka koreksi draft lewat online daripada diprint,
(2)Konsultasi online lewat jejaring sosial lebih disukai daripada email (padahal dalam benak saya email kayaknya lebih sopan daripada lewat jejaring sosial, unik ya?),
(3) Revisi laporan saling kirim file online,
(4)Diberi keleluasaan untuk belajar software PLAXIS di ruangannya (ditinggal pergi coba….)
(5) Saya dan temen saya Rizqi menjadi mahasiswanya yang pertama kali membuat TA geoteknik dengan Metode elemen hingga ,
(6)
Kalo ngoreksi , sangat detil sekali, sehingga setelah sidang yang namanya REVISI sangat sedikit sekali,
(7) Dari penelitian ini salah satu cita-cita saya tercapai yaitu menjadi mitra penelitian dengan dosen. Hasil penelitian saya dikombinasikan kajian beliau yang pada akhirnya menjadi sebuah makalah yang dipresentasikan pada Konferensi Nasional Teknik Sipil ke-7 (KoNTeks7) Solo 24 Oktober 2013. Alhamdulillah

Seminar dan Pendadaran

Untuk seminar alhamdulillah berjalan dengan lancar, hasil dari penelitian saya dipresentasikan dihadapan teman-teman teknik sipil UMY. Pada malam harinya saya sempat meriang, jadi ketika presentasi Sabtu, 6 Juli 2013 sedikit kurang fokus. Di akhir seminar dosen saya menjelaskan kepada audien akan pentingnya penguasaan software teknik sipil, bahkan beliau sangat mendukung bila ada mahasiswa yang melakukan penelitian menggunakan software. Saking perhatiannya, beliau mengusulkan ke pihak jurusan agar diberikan ruangan khusus mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir menggunakan software, baik itu struktur, keairan, geoteknik dan pemodelan2 lainnya.

Untuk pendadaran, saya sempat sangat khawatir beberapa hari sebelum hari-H karena beberapa bab belum sempat dikoreksi tepatnya bab hasil-pembahasan dan kesimpulan. Sementara saya harus segera mengeprint draftnya untuk dikasihkan ke dosen penguji agar dibaca dahulu. Karena beberapa kendala akhirnya saya baru menyerahkan draft pada hari-H hihihi….malunya aku, tapi alhamdulillah dosen2nya memaklumi. Saat pendadaran terdiri dari 1 dosen pembimbing dan 2 dosen penguji, 1 dosen penguji betul2 menguji pendirian saya dengan pertanyaan yang sangat mendasar sekali, seiring berjalan waktu ujian yang terjadi malah mengalir menjadi semacam diskusi ,menarik menururtku. Yang awalnya sempat tegang seperti mau dibantai , eh ternyata cukup santai. Malah dosen penguji satunya lagi tidak memberi saya pertanyaan apa-apa :D. (tumben kok baik sekali pak dosen ini, hihi). Beliau cuma memberi masukan agar penamaan judulnya lebih disesuaikan lagi dengan isi laporan. Di akhir sesi saya sempat meminta berfoto bersama, ya sebagai kenang-kenangan sih bahwa “SAYA PERNAH NGERJAIN SKRIPSI DAN DIUJI OLEH DOSEN LOH!” (hahaha lebay)

Setelah pendadaran selesai, perasaan begitu lega, plong. Bahwa tugas saya sebagai mahasiswa S1 sudah selesai. Hmmmh Alhamdulillah

pendadaran(foto selepas pendadaran)

Yudisium

Selanjutnya yudisium , dimana saya harus melengkapi urusan administrasi dan akademik selama kuliah. Sejak saat itu lah (31 Agustus 2013) saya dinyatakan menyandang gelar Sarjana Teknik (ST) finish di IPK 3,72. Pemberian gelar yang menurutku adalah sebuah amanah besar dan ujian memegang idealisme, bagaimana ilmu dan pengalamanku betul-betul menjadi problem solver, kata engineering saja mempunyai arti rekayasa, ya semoga saya bisa menjadi salahsatu orang yang solutif bagi negeri ini. Kuncinya saya harus terus belajar, kapan saja dimana saja.

Wisuda

Kemudian puncaknya adalah wisuda (19 Oktober 2013), yaitu acara seremonial pemberian ijazah seorang sarjana dari Kampus (lewat Dekan dan Kajur). Ibu dan bapakku datang ke Jogja ditemani adikku, sedangkan kakakku tidak bisa hadir dikarenakan sedang hamil jadi takut beresiko diperjalanan.

Penyerahan Medali wisuda (Bu Anita)(s)(seremoni wisuda)

DSC_0014new(s)(foto keluarga)

Iklan

Proses konstruksi sebuah jalan membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Omri Dahlan dan Alex Goykham dalam artikelnya “The Importance of Green Roads” menyajikan sebuah data mencengangkan bahwa dalam setiap pembangunan 1 mil jalan dengan seluruh prosesnya yang dimulai dari penambangan material, pengangkutan, dan konstruksi menghasilkan polusi sebesar 1200 ton. Hasil yang setara dengan polusi yang ditimbulkan oleh 210 mobil dalam kurun waktu setahun

Dalam setiap proses konstruksi jalan pasti menimbulkan beberapa dampak, yaitu mengubah kondisi dan fungsi lahan, konsumsi sumberdaya alam tak terbarukan dalam jumlah besar, dan menghasilkan polusi dan limbah.

Jumlah lajur di Indonesia pada tahun 2014 direncanakan akan menjadi 60.674 lajur mil. Itu artinya proyek ini akan menyumbang sampah karbon sebesar 72.808.800 ton. Angka yang fantastis!, namun sangat menyesakkan dada. Efek gas rumah kaca yang ditimbulkan jelas akan semakin terasa.

Hal yang sangat dibutuhkan adalah inovasi di bidang konstruksi jalan agar pelaksanaannya tetap mengindahkan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Pembangunan berkelanjutan merupakan proses pembangunan yang menjadikan faktor kelestarian lingkungan sebagai pertimbangan utama. Para pakar jalan yang memperhatikan faktor kelestarian lingkungan. Konsepnya disebut sebagai “Green Roads” atau jalan ramah lingkungan.

utama_FuDlRrSTt6_20130510

Green Roads : Apa dan Bagaimana?
Definisi green roads adalah kegiatan penyelenggaraan jalan yang menerapkan prinsip lingkungan dimulai dari tahap pembiayaan, perencanaan, desain, konstruksi, dan pemeliharaan jalan. serta penanganan dampak perubahan iklim. Sedangkan prinsip lingkungan adalah prinsip yang mengedepankan dan memperhatikan unsur pelestarian lingkungan seperti pemanfaatan secara efektif dan efisien  sumber daya air dan energi, pengurangan limbah dan polusi, dan pensinergisan lingkungan alami dan buatan.

Untuk mewujudkan konstruksi jalan yang ramah lingkungan dibutuhkan beberapa tahapan. Dimulai dari peninjuauan level kebijakan yang mendukung terciptanya kondisi jalan yang ideal. Dalam undang-undang nomor 38 tahun 2004 tentang jalan, pasal 2 menyebutkan bahwa penyelenggaraan jalan berdasarkan pada azas kemanfaatan, keamanan dan keselamatan, keserasian, keselarasan, keseimbangan, keadilan, tranparansi, dan akuntabilitas, keberdayaan, dan keberhasilan, serta kebersamaan kemitraan.

Masih dalam peraturan yang sama, pasal 5 ayat 1 bahkan menyatakan faktor sosial dan lingkungan secara lebih spesifik. Jalan sebagai  bagian prasarana transportasi mempunyai peran penting dalam bidang sosial, budaya dan lingkungan hidup, politik, pertahanan dan keamanan, serta dipergunakan sebesarnya untuk kemakmuran rakyat. Secara langsung peraturan tersebut sebenarnya sudah “mengisyaratkan ” agar pembangunan jalan Indonesia menjadi lebih ramah lingkungan. Namun agaknya kebijakan ini perlu diruncingkan dalam peraturan pemerintah agar pelaksanaannya lebih terarah.

Dalam pembangunan green roads dikenal beberapa prinsip penting, yaitu meminimalkan pemanfaatan energi dan air, mengurangi penggunaan sumber daya alam tak terbarukan, desain dan material yang meminimalkan dampak lingkungan akibat pembangunan dan pengoperasian jalan (polusi udara, suara, getaran, dan limbah), serta lansekap jalan membaur dengan lingkungan sekitar.

Mengoptimalkan wilayah di sekitar jalan sebagai daerah tangkapan dan resapan air merupakan salahsatu kriteria green roads. Selain itu, memanfaatkan materi daur ulang untuk meminimalkan bahan buangan, dan mereduksi energi dalam pembuatan jalan juga menjadi kriteria gree roads.

Penerapan green roads yang paling mudah dilakukan adalah penghijauan di sekitar jalan. Pohon-pohon sebagai penyuplai oksigen dianggap manjur untuk mengurangi pencemaran karbon.

Hal lain yang patut digalakkan adalah pemanfaatan teknologi “rumput beton” vetiver di lereng jalan untuk menangani masalah erosi dangkal. Penggunaan aspal daur ulang merupakan alternatif bijak untuk mengurangi pengguanaan material baru.

Sudah seharusnya metode pencampuran aspal hot mix  ditinggalkan/dikurangi dan beralih ke metode low temperature asphalt pavement. Metode ini lebih ramah lingkungan karena mengkonsumsi lebih sedikit energi dan menghasilkan lebih sedikit limbah. Puslitbang Jalan dan Jembatan telah mengembangkan teknologi yang berkaitan dengan kriteria green roads. Yang seharusnya dilakukan adalah mendorong penerapannya dalam pembanguanan jalan di Indonesia.

Pembuatan lajur sepeda yang aman dan akomodatif merupakan salahsatu kebijakan penerapan green roads  yang paling dinanti oleh warga kota besar. Mendorong penggunaan sepeda sejatinya merupakan solusi yang cukup ampuh untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor. Selama ini banyak warga yang enggan menggunakan sepeda karena belum tersedianya jalur sepeda yang aman dan nyaman untuk dilewati. Penerapan prinsip ramah lingkungan dalam pembangunan dan penggunaan jalan menjadi pilihan yang harus dilaksanakan. Karena perubahan iklim  akan tetap terjadi dan yang bisa dilakukan oleh manusia hanyalah memperlambat lajunya. (Nanda/Majalah Dinamika Riset edisi April-Juini 2013, Litbang Pekerjaan Umum)

Tulisan ini searah dengan tujuan Kelompok Program Penelitian (KPP) Jalan dan Jembatan yang ramah lingkungan.
Link:

5


box girder

JEMBATAN BOX GIRDER

Jembatan box girder adalah sebuah jembatan dimana struktur atas jembatan terdiri dari balok-balok penopang utama yang berbentuk kotak berongga. Box girder biasanya terdiri dari elemen beton pratekan, baja structural, atay komposit baja dan beton bertulang. Bentuk penampang dari box girder umumnya adalah persegi atau trapezium dan dapat direncanakan terdiri atas 1 sel atau banyak sel.

 banyak sel girder

Salah satu keuntungan dari jembatan box girder yaitu ketahanan torsi yang lebih baik, yang sangat bermanfaat untuk aplikasi jembatan yang melengkung. Tinggi elemen box girder dapat dibuat constant maupun bervariasi, makin ke tengah makin kecil.

tinggi box

Jembatan box girder beton umumnya dipadukan dengan system prategang. Konsep prategang adalah memberikan gaya tarik awal pada tendon sebagai tulangan tariknya serta memberikan momen perlawanan dari eksentrisitas yang ada sehingga selalu tercipta tegangan total negative baik serat atas maupun bawah yang besarnya selalu dibawah kapasitas tekan beton. Struktur akan selalu bersifat elastic karena beton tidak pernah mencapai tegangan tarik dan tendon tak pernah mencapai titik plastisnya.

tendon

Metode pelaksanaan jembatan box girder juga kompleks dan bervariatif tergantung dari keadaan tanahnya, jenis tendon pratekannya apakah internal prestressing atau external prestressing, tergantung juga lekatan kabel dengan beton apakah bonded ataukah unbounded, pengaturan bentangan jembatan apakah menerus atau bentang sederhana, tinggi elemen box girder apakah bervariasi atau constant serta proses pelaksanaan di lapangan apakah cor ditempat atau pracetak.

Metode pelaksanaan yang umum digunakan adalah metode konvensional dengan perancah, balance cantilever, atau kombinasinya, dan incremental launching.

MFI-22

 

konvensional menggunakan falsework

incremental_launching_photo_290

incremental erection

cantilever

cantilever 

Abutmen/ Kepala Jembatan

Bangunan bawah jembatan yang terletak pada kedua ujung jembatan yang berfungsi memikul reaksi beban pada ujung jembatan dan dapat juga berfungsi sebagai dinding penahan tanah.

abutmen

Pilar

Perencanaan pilar merupakan hal yang sangat penting dan mendasar yang akan mempengaruhi estetika, keekonomisan serta perilaku struktur dari jembatan. Pilar akan menerima gaya dari gelagar. Secara prinsip pemakaian beton pada pilon mempunyai dasar yang kuat mengingat akan mengalami gaya tekan yang besar.

Pilar untuk jembatan box girder beton akan menerima gaya yang besar akibat bentang jembatan yang besar serta berat box girder itu sendiri. Penampang pilar dapat dibuat massif ataupun berongga.

maket-fo-casablanca-4

 

Gelagar

Bentuk penampang dari box girder umumnya adalah persegi atau trapezium dan dapat direncanakan terdiri atas 1 sel atau banyak sel

maket-fo-casablanca-12

Lock Up Device

Fungsi dari lock up device adalah untuk memberikan suatu hubungan yang kaku (rigid link) antara dek jembatan dengan abutmrn atau pilar jembatan, sehingga pada akibat beban yang cepat dangan durasi yang pendek seperti gempa, tabrakan, rem, gaya tersebut akan disalurkan ke perletakan. Akibat beban yang terjadi perlahan-lahan seperti suhu, susut dan rangkak, maka tidak terjadi hubungan kaku sehingga tidak terjadi penyaluran gaya.

lock up device

Modular Expansion Joint

Sebagaimana umumnya jembatan bentang panjang, pergerakan pada dek jembatan akan selalu terjadi dan harus diakomodasi dengan baik. Untuk mengakomodasi pergerakan yang relative besar tersebut. Umumnya digunakan expansion joint tipe modular. Gambar dibawah menyajikan tipikal Expansion Joint tipe modular yang umum digunakan.

expansion joint

Mechanical Bearing

Sebagaimana umumnya jembatan bentang panjang, gaya-gaya pada perletakan akan memiliki magnitude yang besar. Untuk itu tipe perletakan yang digunakan pada jembatan bentang panjang adalah perletakan yang mempunyai kemampuan menahan gaya yang besar. Tipe perletakan mekanik seperti pot bearing dan spherical bearing umum digunakan pada jembatan bentang panjang.

mechanical bearing

 

pot bearing

 

 

Sumber : Manual Pemeliharaan Jembatan Box Girder

The continuing expansion of highway network throughout the world is largely the result of great increase in traffic, population and extensive growth of metropolitan urban areas. This expansion has lead to many changes in the use and development of various kinds of bridges. The bridge type is related to providing maximum efficiency of use of material and construction technique, for particular span, and applications. As Span increases, dead load is an important increasing factor. To reduce the dead load, unnecessary material, which is not utilized to its full capacity, is removed out of section, this results in the shape of box girder or cellular structures, depending upon whether the shear deformations can be neglected or not. Span range is more for box bridge girder as compare to T-beam Girder Bridge resulting in comparatively lesser number of piers for the same valley width and hence results in economy.

A box girder is formed when two web plates are joined by a common flange at both the top and the bottom. The closed cell which is formed has a much greater torsional stiffness and strength than an open section and it is this feature which is the usual reason for choosing a box girder configuration.

Box girders are rarely used in buildings (box columns are sometimes used but these are axially loaded rather than in loaded in bending). They may be used in special circumstances, such as when loads are carried eccentrically to the beam axis

“When tension flanges of longitudinal girders are connected together, the resulting structure is called a box girder bridge”. Baca entri selengkapnya »

Dewatering dengan Metode Cut Off dapat dilakukan dengan menggunakan Secant Piles, yaitu tiang yang saling bepotongan sehingga membentuk dinding yang rapat.
Prosesnya sama dengan diaphragm wall, tetapi materialnya menggunakan tiang beton bertulang dan tiang dari semen bentonite, yang dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Di titik yang telah ditetapkan, tanah di bor sedalam desain, kemudian di cor semen bentonite.
  • Di sebelahnya, sesuai dengan arah (line) diaphragm wall yang direncanakan, di bor lagi sedalam desain, dengan jarak as lebih kecil dari 2x diameter lubang, kemudian di cor semen bentonite. Begitu seterusnya hingga seluruh line diaphragm walldicapai.
Metode dewatering Cut Off dengan Secant Piles
Tiang Bentonite

  • Tepat di tengah-tengah antara tiang-tiang semen bentonite yang telah selesai dicor (setelah 3 hari), dilakukan pengeboran tanah dengan diameter dan kedalaman yang sama. Karena jarak tepi tiang lebih kecil dari diameter, maka selama proses pengeboran tiang-tiang lama akan tergerus. Kemudian dilakukan pengecorandengan semen bentonite. Begitu seterusnya diantara tiang-tiang yang telah di cor, dengan demikian terbentuklah dinding yang rapat, terdiri dari tiang-tiang yang saling berpotongan (berjejeran).
Metode dewatering Cut Off dengan Secant Piles
Pengeboran diantara tiang bentonite
  • Bila struktur secant pile ini diperlukan juga sebagai struktur penahan tanahselama proses penggalian, maka untuk tiang yang tahap kedua di cor beton bertulang (sebagai struktur penahan)
  • Semen bentonite yang ada di pasaran ada beberapa macam antara lain Indobent(produksi dalam negeri), dan produksi luar negeri (impor). Sedangkan campuransemen bentonite dari beberapa trial mix yang pernah dilakukan, telah didapatkan hasil test laboratorium untuk Unconfined Compressive Strength pada umur 7 hari.
NO Material Campuran Komposisi Berat Campuran Kg/cm2 Keterangan
1 Air Cement Bentonite 1000kg, 300kg, 70kg 0.7265 Umur 7 hari
2 Air Cement Bentonite 1000kg, 300kg, 50kg 1,6718 Umur 7 hari

Sumber: METODE KONSTRUKSI DEWATERING oleh ASIYANTO
aslinya dari :http://belajarsipil.blogspot.com/2012/06/metode-cut-off-dengan-secant-piles.html

Saatnya Kerja Praktek yeaah….

Mungkin aku telat, mayoritas temanku sudah mulai KP jauh2 hari di semester 6, ada yg di jogja adapula yang pulang ke daerahnya. Selamat KP yah teman2 semoga dapat ilmu yang banyaaaaak..

Sekarang giliranku (dan beberapa teman), baru2 ini saya udah bayar semesteran dan key-in kuliah. Dan sudah pasti aku ngambil KP dan di semester ini pula semua teori aku embat tak tersisa buat semester 8. hehehe

Aku baru tau kalo nyusun persyaratan/prosedur KP tidak harus menunggu hari ajaran baru. Ternyata sekarang yang notabene masa liburan udah masuk tahun ajaran baru. Jadwal udah ada dosen udah ada….

Udah tau gini, tadi siang saya ke kampus dan memproses KP-ku, yaitu dengan mengajukan form KP-1. Saat itu aku berharap dosen pembimbingku adalah dosen yang udh mengenali aku agar mudah dalam bimbingan, kayak bu anita, pak bagus, pa asat dll. Dan pas saya lihat ternyata aku dapat pak Sen*** HARD****no….huaaaaah….saya punya rekam jejak yg negatif dengan beliau nilai kuliah yang hancur2an cuma ada sama beliau. (takut terulang lg,coz pernah dpt nilai C,D)

Mungkin ini hanya pikiranku saja….karena kata teman2 beliau itu enak kok , katanya. Ya aku harus membuktikan aku BISA, jangan lihat kebelakang. Ini masih mending beliau orangnya suka berdiskusi, jadi sama mahasiswa itu tidak jaim/gengsian. Apalagi kalo ditanya perkerasan jalan, stress layer dll weuuhh….kayaknya beliau bakal nyerocos bicara ttg jalan.

Perlu strategi khusus

Saya sudah tau bahwa keahlian beliau adalah perkerasan/jalan. Maka akan lebih baik jika saya mengambil lokasi KP tentang berbau jalan. Terpaksa kuurungkan niat untuk KP ditempat basah (air), saya harus cepat mencari info tentang jalan atau jembatan. Saya berharap sih bisa KP di proyek Jembatan, tapi setelah kutelusuri bahwa proyek jembatan di DIY TA 2012 adanya hanya 1 itu juga jauh di kulonprogo. Namun ada juga Fly over Jombor(Sleman) yang belum rampung, saya lihat tercantum di TA 2012, semoga ini sinyal yang baik. Saya ingin sekali KP di proyek Fly over….karen kayaknya.

Bismillahirohmaanirrohim….

Tak terasa 3 tahun akademik telah terlewati…ini artinya studiku tinggal 2 semester lagi (insyaalloh). Bulan depannya saya sudah masuk semester 7. Alhamdulillah beban kuliahku sudah berkurang, sekarang ini bobot SKS yang tersisa adalah 19. Perlu strategi khusus agar SKS ini terdistribusi secara tepat ke semester 7 dan semester 8, agar tidak terjadi tumpang tindih, dan agar tiap semester terdapat fokus tersendiri.

Selama ini semester 6 ku anggap sebagai semester terberat, bobot SKS yang banyak, adanya 3 praktikum yang cukup kompleks. Terbukti dari nilai yang keluar terdapat banyak nilai jeblok , yang menyebabkan IPK-ku terus merosot. Saya berusaha membuat margin agar tetap berada di kisaran >3,70. Ada rekor buruk spesial di semester ini yaitu pecahnya nilai C dan kacaunya beberapa praktikum karena kecerobohanku. Tapi saya tetap berusaha menjaga ritme agar capaian kuliahku cenderung konstan(minimal).

Berkaca dari semester sebelumnya, saya harus banyak2 belajar menggali hikmah. Jangan sampai 1/4 jalan ini terperosok disebabkan oleh kecerobohan, kekonyolan, kesia-siaan dalam menjalani proses. Jadilah diriku sendiri…

Disaat kebanyakan teman2 mengambil KP (kerja praktek) di semester 6 dengan memanfaatkan liburan panjang, eh saya dan segelintir teman malah belum ngambil. Setelah dipikir2 sebenarnya saya salah ga ya gak ngambil di semester 6??

Sudahlah, keputusan telah diambil tidak usah khawatir. Bisa saja ada hikmah lain di balik semua ini. Dan yang paling saya sadari bisa saja dengan belum mengambil KP saya bisa lebih khusyu’ memanfaat kan syahru Ramadhan untuk perbaikan diri, atau mungkin bertemu keluarga dan menyambung silaturahim dengan kerabat, menjenguk kerabat yang sedang sakit (nenek). Selain itu pertimbangan organisasi yang kujalani di kampus yaitu LDK, dimana saat libur sangat kekurangan SDM, paling tidak bisa membantu untuk menyemarakkan momen RDK di kampus. Juga secercah cita dimana berkeinginan mengikuti ajang KJI (untuk hal ini krg jelas teman2 sudah terpencar)…ya Alloh berkahilah hari2ku…

Dengan dasar2 tadi, insyaalloh saya akan memproyeksikan KP di semester 7, sedangkan KKN dan TA di semester 8. Semoga KP nanti di proyek yang saya pilih progressnya masih banyak tersisa, dan juga tidak terganggu oleh kuliah yang masih ada. Untuk KKN aku harus mulai cari2 info nih ke LP3M. Dan untuk TA mulai dari sekarang saya harus mendekati dosen menanyakan/meminta judul TA (rasanya mending minta aja deh daripada pusing nyari sendiri). Ada yang spesial bagi kami menyoal TA, lagi2 generasi kami seperti menjadi kelinci percobaan dimana mulai agustus 2012 kedepan semua mahasiswa diwajibkan membuat publikasi ilmiah, jadi bobot isi penelitian gak bisa sembarangan apalagi plagiat.

Semangat!……

berikut mungkin peta akademik saya, dimana mata kuliah apa aja yang ingin saya ambil. Baca entri selengkapnya »


My Instagram

Terjadi error saat mengambil gambar dari Instagram. Upaya akan diulangi beberapa menit lagi.

Terimakasih atas kunjungannya ^^

arsipp

November 2017
S S R K J S M
« Agu    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Blog Stats

  • 223,700 hits

jadwal sholat untuk daerah kasihan-bantul-YKT

Zifa Engineering Consultant

my workplace

pengunjung

free counters

peta

twitter