fadlyfauzie's Blog

Archive for the ‘think’ Category

800px-Jogja
Ingin segera meninggalkan Jogja

Sewaktu pertamakali dinyatakan lulus skripsi, pikiran selanjutnya yang muncul adalah bagaimana agar bisa cepat-cepat bekerja, dan memang kontrak kos-kosan sudah ku setting berakhir di bulan oktober 2013. Saya saat itu langsung antispatif mulai dari bikin CV/riwayat hidup, register member web penyedia info lowongan kerja, surving web-web perusahaan yang membuka job vacancies, ikut tes toefl. Toefl menjadi salahsatu perhatian karena aku ingin sekali bekerja di kementrian PU atau BUMN dimana menjadikan toefl sebagai syarat. Sehingga setelah lulus ada rencana pengen ikut kursus bahasa Inggris d Jogja biar mantap, sedangkan orangtua saya disana sudah menyuruh saya pulang ,kalaupun mau kursus mereka menyuruh agar di Tasik saja. Saat itu sulit untuk menentukan pilihan karena disaat yang berbarengan pihak jurusan tempat saya kuliah memberikan tawaran untuk membantu menjadi Asdos. Akhirnya saya memilih untuk lebih lama tinggal di jogja dengan alasan ingin belajar bahasa Inggris (Toefl) dan menjadi asdos.

gak jadi deh pulang cepet-cepet , padahal orang tua sudah merindukan kepulangan saya

Rencana tinggal rencana

Setelah silaturahmi ke rumah dan minta ijin, aku putuskan untuk memperpanjang kontrak kos-kosan sampai bulan Januari, dan tinggal lebih lama di Jogja. Untuk les bahasa inggris saya berfikir ulang, ikutan les kan biayanya mahal, padahal saya udah malu banyak minta support lagi orang tua, saya ingin mandiri, akhirnya aku putuskan untuk ikut tes toefl aja , saat itu aku ikut di UMY n UGM tapiii hasilnya belum mencapai target skor 500 -_- . Ya sudahlah hasilnya negatif karena akunya jg gak serius persiapannya,hehe…Sebenarnya saya ngusahain Toefl ini untuk ikutan CPNS Kementrian PU, namun setelah tau persyaratannya kurang (harus ijazah asli, padahal saya belum wisuda) pupus sudah deh, terus daftar kontraktor atau konsultan BUMN pun gak ada satu pun yang nyangkut . Setelah itu saya memutuskan untuk berhenti memperjuangkan Toefl dalam artian ditunda dulu. Untuk kedepan tetap saya sebisa mungkin harus punya Toefl tinggi.

Untuk asdos, berminggu-minggu belum ada panggilan untuk mengisi kelas. Dalam hati geram juga, banyak waktu yang tidak produktif. Saya mempunyai anggapan bahwa saya berstatus kontrak jadi harus bertanggung jawab penuh. Namun ternyata tidak, saya baru bisa ngisi tergantung kemauan dosen. Niat awal ingin membantu jurusan dan sekalian belajar mengajar, namun yang kudapatkan adalah kebosanan, mungkin aku memang tidak cocok menjadi akademisi. Akhirnya dari 2 tawaran asdos hanya 1 yang saya jalani.

Ditengah kebuntuan dan kekacauan planning ada seorang teman yang menawarkan pekerjaan di jogja sebagai pengawas, seperti angin segar saya pun menyanggupinya, dengan syarat sewaktu2 saya punya tanggung jawab asdos. Kami pun akhirnya sepakat. Mulailah saya bekerja sebagai pengawas, disini banyak pelajaran yang didapat mengenai ilmu lapangan, membaca gambar, membuat laporan, ikut rapat dll. Hal ini membuatku merasa nyaman, karena bergerak ditataran praktis. Lambat laun prioritas pun bergeser dari asdos menuju pengawas, dalam arti saya lebih serius mendalami sebagai pengawas.

Lambat laun kurang semangat deh buat jadi asdos dan belajar bahasa Inggris

Ada Hikmah Lain

Dan ternyata bertambah lamanya saya di Jogja tidaklah sia-sia šŸ˜€ . Bila diselami hikmahnya , aku bersyukur masih bisa berkontribusi buat organisasi kesayangan dan kebanggaanku JAA, setelah sekian lama vakum menjadi mentor, saya diamanahi untuk membina anggota JAA di program mentoring tiap pekan. Namun kalo ikut kajian-kajiannya (KAKASHI) sudah sangat sulit karena waktu kerjaku sebagai pengawas dari pagi sampe sore , senin-sabtu. Dalam hati terfikir kalo lama-lama saya tidak ikut kajian bisa kering nih Iman. Ide pun datang, di jogja ini kan ada kajian yang waktunya sore, jadi pulang kerja saya bisa saja menyempatkan untuk hadir. Dan pilihan pun tertuju pada Masjid Nurul Ashri, masjid yang belum pernah kusinggahi sebelumnya selama di Jogja, padahal saya pernah diberi amanah untuk mendesain beton bertulang untuk proyek perluasan masjid ini namun tidak dapat kuselesaikan (nyerah), gagal deh buat amal jariyah,hehe. Setelah pertama kali masuk masjid ini saya langsung jatuh cinta gitu karena begitu ramai dan makmurnya. Kuputuskan agar setelah pulang kerja saya bisa rutin ikut kajian di sini. Saya sangat tertarik untuk kajian senin dan rabu, dimana senin diisi oleh ustadz Syatori Abdurouf dan rabu diisi oleh ustadz didik purwodarsono dan Salim A Fillah. Saya merasa sangat beruntung sekali sebelum meninggalkan jogja saya seperti direfresh diberi wejangan oleh ustadz syatori tentang hakikat tujuan hidup dimana digali lewat surat An-nur dalam Al-Quran dan ada juga ustadz didik yang tema kajiannya mengapai keluarga SAMARABA, saya sangat senang sekali karena dapat banyak bekal untuk persiapan jodoh atau keluarga nanti. Mungkin Allah sengaja membuat skenario ini agar di masa transisi antara lulus kuliah dan bekerja ini diisi dengan mempersiapkan kematangan sikap dan ilmu.

Hikmahnya saya masih bisa mengaji bareng Ustadz Syatori dan Ustadz didik yang tentu sangat berharga buat masa depan.

Saya memang harus meninggalkan Jogja
Waktu kerjaku di Jogja akan berakhir di pertengahan desember 2013 yang sekaligus memulai pekerjaan baru saya di Bandung. Dari beberapa bulan bekerja sebagai pengawas alhamdulillah saya sudah bisa belajar mandiri, bekal yang sering ortu kasih saya putuskan untuk berhenti.
Semoga di bandung nanti akan kutemukan ikhwah yang sama-sama menyukai aktifitas dakwah seperti halnya melingkar pekanan, juga kajian pengganti Masjid Nurul Ashri yang sering kukunjungi. Terpaksa saya harus meninggalkan sahabat-sahabat seperjuangan, juga berhenti membina untuk keluarga JAA. Sedih rasanya, JAA yang kuanggap sebagai usroh, pemantik semangat dan motivasi, pendorong untuk berkarya harus kutinggalkan.
yah…..
Selamat tinggal jogja……., kota yang majemuk penuh kenangan,ilmu, Ā cinta, karya, persahabatan, sehingga saya yakin akan selalu ada alasan untu pulang kembali ke jogja. Semoga saya bisa lebih berkembang dan maju di tempat baru nanti.Aamiin

Mungkin bisa jadi saya yang paling aktif ikutan lomba-lomba diantara teman2 angkatan, bisa jadi mereka juga risih “ni anak kok hobinya ikutan lomba”, yang mungkin beranggapan bahwa akademik saya akan terganggu.

Saya sih hadapi dengan biasa-biasa saja, dengan tidak bermaksud ujub namun bersyukur akan ada potensi yang bisa digali. Kucoba seimbangkan antara peran akademik, organisasi, rohani, pengembangan diri agar semuanya terserap pada diri. Dan saya menyadari bahwa saya belum bisa meniru hebatnya para seniorku sebelumnya..

Latar belakang keikutsertaan saya dalam lomba sederhana saja, mgkn masih ada saksi hidup yang ingat bahwa saya pernah berkata” Saya ingin memberikan sesuatu bagi almamater” simple kan. kata itu saya lontarkan saat semester 2.

Saat itu belum ada tradisi dari mahasiswanya untuk berkompetisi di bidang teknik sipil. Sehingga kucoba merintis, kebetulan saat itu saya diamanahi ketua divisi PSDM HMS, lalu saya berfikir bidang ini seharusnya membuat mahasiswanya semakin berkembang dan terberdayakan. Saya rasa harus dimulai dari diri sendiri sebelum menggaungkannya ke teman mahasiswa yang lain.

Bermodal pengalaman keikutsertaan lomba ON MIPA, saya sudah sedikit memiliki akses dengan kalangan jurusan, sampai akhirnya mencoba membuka sekat-sekat birokrasi dan melobi pihak jurusan agar mendukung kegiatan kemahasiswaan khususnya pendelegasian lomba.

Dimulai dari lomba rancang jembatan ITS yang masuk finalis, lomba rancang kuda-kuda UGM yang masuk finalis, dan terakhir baru2 ini lomba desain maket bendung gerak ITS. Berawal hanya berupa finalis, kemudian finalis yang mendapat no urut lebih baik, sampai akhirnya bisa mendapat tropi.

Ya inilah akhir perjalanan saya di dunia kompetisi di kuliahan S1, saya belum bisa memberikan hasil terbaik berupa juara satu di lomba aket bendung gerak. Saya meyakini masih banyak titik lemah bagi teman2 teknik sipil UMY apabila ikut serta dalam lomba. Tapi ini bukan berarti harus meninggalkan dan menyerah pada keadaan.

Lomba perancangan teknik sipil itu menarik loh
Berbeda dengan lomba-lomba karya tulis ilmiah pada umumnya yang hanya berada di tataran pemikiran atau ide. Mungkin ada beberapa poin untuk meyakinkannya :

  1. Lomba perancangan teknik sipil sama-sama bernilai ilmiah seperti LKTI, karena pembuatan proposal desain dipastikan menggunakan sistematika penulisan dan metopen.
  2. Lomba perancangan akan menguji kepahaman kita akan materi-materi kuliah. Karena saat melakukan perancangan semuanya harus berlandaskan teori.
  3. Lomba perancangan dapat membuktikan sendiri ilmu yang didapat ke dalam tataran praktis. Misalkan apa itu lendutan, bukling, modulus elastisitas sulit ditemukan secara nyata pada saat kuliah.
  4. Lomba perancangan seperti membawa kita pada siklus dunia konstruksi, nulis proposal seperti bikin dokumen lelang, pengumuman lolos proposal seperti pengumuman tender, pengerjaan desain menjadi suatu karya ibaratnya sedang dalam tahap konstruksi, keuangannya yang tidak bisa disupport 100% akhirnya harus pinjam, dan lain sebagainya.
  5. Lomba perancangan akan selalu bertemu dengan banyak mahasiswa dari seluruh Indonesia dengan berbekal inovasi-inovasi yang keren dan luar biasa, sehingga tukar informasi dan ilmu bisa semakin terasa, sehingga kita dapat mengukur diri akan kualitas kita sebagai mahasiswa.

Kalau ada opsi sebenarnya pengen terus2an ikutan lomba, biar bisa ketemu orang-orang hebat se-Indonesia. Namun saya juga harus memikirkan untuk menyelesaikan studi, karena ini yang diharapkan para orang tua, melihat anaknya wisuda. Saya berharap akan ada sekelompok mahasiswa yang meneruskan perjuangan, karena ini bukan untuk kepentingan pribadi saja, namun dari sini kita bisa berkontribusi bagi jurusan dan almamater kampus, sehingga kita benar2 tercatat telah mencetak sejarah ketika menuntut ilmu di kampus.2013-04-28 19.17.17d

Saran saya, kembangkanlah imajinasi, dan buatlah ide inovasi, perkuat penggunaan teknologi informasi, serta perbaguslah public speaking. InsyaAllah mau kampus manapun pasti bisa bersaing di kancah lomba Nasional bahkan Internasional šŸ™‚

Semakin menyadari bahwa kematian itu sangat dekat, rahasia akan waktu dan tempat, serta bisa datang dengan tiba-tiba. Beberapa hari yang lalu Allah telah kembali mengingatkanku, menegurku bahwa dunia ini tidak ada apa2nya kecuali untuk bekal hari esok di akhirat.

Ya sudah qadarullah (ketentuan Allah), pada tanggal 17 April 2013 saya mengalami kecelakaan lalu lintas, blm pernah sebelumnya tabrakan sampai terseret jatuh. Kejadiannya waktu saya mau ke kos agil mw membawa bahan untuk membuat maket sekaligus mau ikut futsal bareng teman angkatan. Saat itu masih pagi sekitar jam 8-an, sudah menggunakan kaos dan membawa sepatu bola. Motorku kujalankan dengan pelan karena saat itu saya sedang merasakan sejuknya udara pagi, hanya sekejap , ada motor yang sedang ngebut dengan arah yang sama, menyerempet/menabrak motorku. Secara tiba2 saya sudah tidak bisa mengendalikan motor, secara spontan motor sudah miring ke kanan sampai seterusnya menggelincir , Ā terseret beberapa meter di atas aspal jalan (jalur lambat Ring Road Selatan), saat itu saya langsung tersadar bahwa saya terjatuh di sekitar tikungan STIKES A.Yani, saya langsung berdiri memastikan siapa yang menabrak, namun sayang yang menabrakku tidak sampai jatuh bahkan dia mencoba tabrak lari. kendaraan di belakangku kemudian memperlambat lajunya, dan ada sebagian yang menolongku bahkan ada yang mencoba mengejar pelaku. Alhamdulillah berkat kebaikan beberapa warga pelaku akhirnya tertangkap. Singkat cerita saya dengan pelaku mencoba damai agar permasalahan tidak semakin rumit, dan memahami ini adalah musibah yang oleh keduanya tidak direncanakan, qadarullah.

Kuperhatikan sekujur tubuhku, kucoba gerak-gerakan tubuhku alhamdulillah luka yang didapat cukup ringan luka mengenai tubuh bagian kanannku termasuk dahi, bahu, tangan dan kaki. Bersyukur padamu ya Allah , aku telah selamat dari maut. Saya membayangkan dari helmku, ternyata sudah rusak bahkan telah pecah , kalau saja saat itu sy tidak memakai helm saya tidak tahu berapa resiko yang didapat, bahkan bisa saja maut menjemput. Ya Allah…sungguh lemah hamba ini tanpa pertolongannmu.

Segera saya mencoba meminta tolong temanku,menelpon yang saat itu sedang memulai futsal. Alhamdulillah ada Rezky, Budi dan Ragil datang menolongku mengantar ke RS. PKU Muhammadiyah, saya sangat berterima kasih kepada mereka, tidak akan saya lupakan jasa mereka.

Saya langsung dimasukan ke Unit darurat untuk mendapat pertolongan pertama, segala kebutuhan administrasi diwakili oleh mereka. Di Rumah Sakit saya hanya bisa merenung dan muhasabah diri, dan beristighfar.

Saat itu uang di dompetku tinggal 100 rb itu jg pemberian awal dari yang nabrak, kata teman2ku masih kurang sedangkan mereka sama-sama tidak bawa uang. Namun akhirnya saya merasa lega, karena setelah diketahui saya mahasiswa UMY, saya dapat Dana Sehat Muhammadiyah, katanya sih dapat subsidi 150 ribu yang artinya saat itu perawatan dan pengobatan saya gratis.

Sepulangnya ke kos, tubuhku mulai merasakan sakit dan perih, dan beberapa hari kedepan kuhadapi dengan sendiri luka-luka ini mulai dari membeli obat, pembersihan dengan alkohol, penutupan luka. Ba’da Maghrib saya tilawah kebetulan Ā pas surah Al-Anbiya, Subhanallah saya ditegur kembali dengan ayat “Kullu nafsin dza iqatul maut” dan “laa ialaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzolimin” sebagaimana kisah Nabi Yunus yang ditelan Ikan Paus.

Dari kejadian ini saya hanya bisa berhusnuzhon, mengambil hikmah dengan ketenangan hati. Disisi lain saya bersyukur karena saya yakin ini adalah bagian dari ujianNya, mungkin Allah ingin mengangkatku satu level lagi. Ataupun memberi peringatan dan pelajaran akan hakikat hidup ini. Intinya SAYA MERASA KEMATIAN ITU SANGAT DEKAT, SANGAT DEKAT, SEHINGGA MENYADARI BAHWA BILA SAAT NYA TIBA MAUT ITU SAYA INGIN DALAM KEADAAN HUSNUL KHOTIMAH, HANYALAH AMAL YANG DIRIDHOI YANG MENJADI TEMAN KITA NANTINYA .

“JAUHKAN HATI INI DARI HUBBU DUNYA, JADIKAN HATI INI ZUHUD, QONAAH, SEDERHANA, TIDAK BERLEBIHAN “sebagaimana sering kupanjatkan saat beranjaki remaja

Tak terasa telah sampai pada semester 8, semesternya para pejuang Skripsi atau Tugas akhir. Beban kuliahku sudah tak ada, organisasi kampus juga sudah berhenti, asisten dosen jg sudah tak ada minat lagi. Berarti bebanku bisa dibilang tinggal Tugas akhir….

Suatu momen yang sangat krusial, jangan sampai bertahun2 kuliah tapi di tahap ini malah memble, seharusnya dengan alokasi waktu yang banyak dan tak terbagi-bagi, seorang mahasiswa dapat menyelesaikan TA/penelitian dengan maksimal

Tapi ternyata tak semudah itu sodara2…tantangan datang dari arah yg lain dan klasik, disaat tidak ada lagi kuliah tentu membuat jenuh juga, yang kadang bisa membuat saya malas.

Seorang murobbiku memberikan saran bahwa dengan kondisi yang demikian kita harus super fokus, dulu waktu terbagi buat kuliah maka sekarang bisa dialihkan ke TA,Ā dulu waktu terbagi buat organisasi maka sekarang bisa dialihkan ke TA, dulu waktu terbagi buat tugas dan praktikum maka sekarang bisa dialihkan ke TA,Ā maka kuncinya adalah fokus, fokus lagi , fokus dan fokus

Sempat down beberapa bulan gara2 KP yang ada ganjalan , telah merambah ke semangatku yang semakin mengendor, tidak ada gairah untuk berkarya/ikutan kompetisi, IPK turun meleset dr target, TA telat mulai, Praktikum peminatan yang terkatung2. Mengapa ini terjadi di semester akhirku?????

Aku merasa ini adalah cobaan dan ujian, mungkin Alloh sedang mengingatkanku, mungkin aku sudah melenceng dari rel yang lurus, mungkin saatnya untuk taubat mengevaluasi diri dan memperbaiki niat.

Aku ingin bangkit, TA ku gak mau sembarangan dalam memulai, aku harus pastikan kali ini tidak/jangan gagal. Judul TA kupersiapkan dengan matang2 agar sidikit kemungkinan kesulitan dipertengahan jalan. Seperti biasanya saya tidak ingin cenderung mengikuti arus orang lain(orang lain begini, saya ikut2an), saya ingin melakukan pembaharuan-pembaharuan kecil. Segala keputusan selama kuliah kupertimbangkan berdasarkan dengan cita-cita dan minat saya.

Diawal kuliah ku terangkan ke beberapa teman bahwa saya minat ke Bidang sumber daya air, dipertengahan jalan aku sempat ikutan lomba jembatan pikiranku berbelok menjadi minat ke struktru jalan jembatan, ada kepikiran ke AMDAL dan manajemen lalu-lintas, huh….memang sulit untuk konsisten, dulu saya mati2an ingin ke teknik kimia karena dulu sempat ikut olimpiade kimia waktu SMA eh pada akhirnya diakhir2 sy milih Teknik Sipil. Hati ini gampang sekali bolak-balik yah.

Dan akhirnya kembali ke judul artikel ini, judul TA…..saya lagi GALAUUUU pemirsa, hehe

bingung mau mengkaji tentang apa, namun akhir2 ini saya minat sekali mengambil judul dengan studi kasus tempat saya KP, entah itu box girder, pondasi, pilar, oprit, underpass, box culvert, manajemen lalin, dampak lingkungan….aahhh

pokoknya apaun pilihan saya nantinya …tetap harus MOVE-ON
Mau wisuda bulan apapun, yang penting semoga kita sukses di pasca kampus….. šŸ™‚

  1. VISI-ON——->niat yg benar
  2. ACTI-ON——–>harus ada aksi, jgn malas
  3. PASSI-ON——-> enjoy, bersyukur atas segala anugerah dan kelebihan, dilandasi spiritual yang kuat
  4. COLLABORATI-ON——->cari partner sukses, dan tetap aktif di komunitas positif, produktif, kontributif. Berjamaah

Konsep sukses : Pak Jamil Azzaini

*lagi2 tulisan curhat

Krisis air di Pulau Jawa diperkirakan akan terjadi tahun 2015. Hal tersebut dikarenakan daya tampung air yang kurang dan kecenderungan masyarakat masih menggunakan air tanah secara berlebih. Krisis air tersebut akan dihadapi baik terhadap kualitas maupun kuantitas. Direktur Pengembangan Air Minum, Ditjen Cipta Karya Danni Sutjiono mengatakan hal tersebut Kamis (21/6) di Studio TV One, Jakarta.

ā€œHingga kini, sekitar 62% warga Jakarta dapat menikmati pelayanan air perpipaan. Untuk pemerataan layanan jaringan air, diharapkan masyarakat di dekat instalasi air melakukan penghematan penggunaan air. Sehingga masyarakat di hilir dapat ikut menikmati air bersih,ā€ ujar Dani.

Disebutkan Dani, penyebab krisis air antara lain pencemaran air, deforesasi, dan pemanfaatan air secara berlebih baik air permukaan maupun air tanah. Hal-hal tersebut menyebabkan krisis air baik secara kualitas maupun kuantitas. Untuk menangani krisis air, Kementerian PU telah bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan instansi terkait. Program dan kegiatan seperti Hemat Air telah dilaksanakan. Hal penting yang juga diperlukan dalam mengatasi masalah air adalah pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan dan menjaga kelestarian air bersih.

Untuk menjaga ketersediaan air permukaan, PU telah membangun waduk dan bendungan. Di Pulau Jawa antara lain Waduk Jatiluhur, Waduk Jatigede dan Waduk Karian. Distribusi dilakukan melalui sistem perpipaan yang diharapkanĀ Ā dapat mencapai masyarakat hingga pelosok desa. (ind)

Ā 

Dimanakah pemuda itu berada??? aku selalu bertanya-tanya dalam hati. Ini berbicara tentang masjid, dimana saat ini jumlah jama’ahnya semakin berkurang. Entah memang ahlu jama’ahnya banyak yang pindah atau udah tidak semangat lagi. Namun yang pasti generasi tua semakin hari semakin banyak yang meninggalkan dunia. Saya teringat dahulu pas jaman SD setiap sholat maghrib ada sekitar 2-3 shaf, namun yang kutemui sekarang adalah 1-1,5 shaf. Berbicara segmentasi, di masjid daerahku bisa dibilang tidak ada segmentasi, hampir semua adalah golongan tua. Sangat sulit ditemui remaja belasan tahun.

Sungguh prihatin hati ini, melihat kenyataan hampir tidak ada pemuda yang sholat berjama’ah. Untuk sholat maghrib alhamdulillah ,itu adalah waktu dimana paling banyak jama’ahnya. Namun bila menengok sholat fardu lainnya Shubuh, dzuhur, ashar, isya rasanya sangat sulit untuk menggenapkan 1 shaf jama’ah.

Sesungguhnya ketika orang tua lebih sering ke masjid, itu sebenarnya hal wajar seiring bertambah umur, kebijaksanaan, mengisi usia senja dengan taqorrub. Namun akan menjadi hal yang luar biasa ketika yang meladzimi/rajin ke masjid adalah para pemuda. Ā Karena bukan hal mudah bagi seorang pemuda yang karakternya punya rasa ingin tahu yang tinggi, lagi senang-senangnya mencoba-coba hal baru.

Banyak keutamaan ketika seorang pemuda meladzimi masjid, diantaranya derajat pahala yang lebih tinggi di sisi Allah, akan mendapat jaminan dari Allah berupa naungan di hari akhir, menjadi wasilah, dan memberikan keberuntungan. Pergi ke masjid bisa menjadi barometer keimanan seseorang. Setiap langkahnya berbuah ampunan. Baca entri selengkapnya »



Selasa, 24 Januari 2012

Pagi hari menyambut, setelah sholat shubuh saya langsung menuju laptopku. Aku harus menyelesaikan tugas mata kuliah Metopen, membuat contoh jurnal ilmiah, berhubung hari itu adalah deadline pengumpulan. Aku berusaha agar sebelum berangkat touring tugasku sudah diemailkan ke dosen, tapi apa daya tahap finishingnya belum selesai sedangkan teman2 sudah berkumpul siap2 berangkat.
Ya sudah, saya berangkat saja dengan resiko harus bawa laptop selama perjalanan. Direncanakan kami akan menginap disana, dengan daerah tujuan Solo, Karanganyar, Magetan. Kami berkumpul dahulu di depan ATM kampus jam 8.00 yang ngaret sampai jam 10.00 untuk memulai pemberangkatan. Terbilang ada 22 orang ikut dengan 11 motor. Kami mengendarai kendaraan dengan rapi dan berurutan. Perjalanan tidak selalu mulus, temanku Dwi+Rais ban motornya bocor masih di kota Jogja, begitu jg dengan ku, ban mengalami bocor di daerah Solo dan terpaksa harus ganti ban. Tercatat olehku jalur yang dilalui yaitu Jogja-Solo-Sragen-Karanganyar-Karangpandan-Magetan. Baca entri selengkapnya »


My Instagram

Terjadi error saat mengambil gambar dari Instagram. Upaya akan diulangi beberapa menit lagi.

Terimakasih atas kunjungannya ^^

arsipp

Juli 2017
S S R K J S M
« Agu    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 205,191 hits

jadwal sholat untuk daerah kasihan-bantul-YKT

Zifa Engineering Consultant

my workplace

pengunjung

free counters

peta

twitter