fadlyfauzie's Blog

Archive for the ‘Islam’ Category

 

Saat ini kita sudah benar-benar berada dalam lingkaran hedonisme. Sedikit-sedikit uang, sedikit-sedikit uang. Tak jarang gara2 harta menyebabkan problematika dalam kehidupan pribadi maupun keluarga. Punya harta sedikit ataupun banyak tetap akan menghasilkan masalah bila tidak didasari oleh ilmu yang benar, yaitu tidak memahami apa hakikat,definisi dan orientasi harta bagi seorang muslim.

Dalam mengahadapi pernikahan juga begitu, seringkali uang menjadi masalah. Hal itu bisa terjadi karena kurangnya komunikasi antar kedua pihak, dan adanya keengganan dalam merencanakan atau mengatur keuangan. Dan ada hal yang tak kalah penting, yaitu faktor kebarokahan harta. Kebarokahan harta ini dipengaruhi oleh darimana mendapatkannya, bagaimana mendapatkannya dan bagaimana dibelanjakannya. Islam sebenarnya sudah punya konsep yang sangat bagus lewat Al-quran dan Sunnah Nabi. Contohnya, seorang muslim hendaknya tidak melupakan membayar zakat, menyisihkan infak atau sodaqoh. Selain dari itu harta juga perlu kita simpan sebagian sebagai tabungan atau investasi untuk menunjang mewujudkan rencana-rencana hidup atau cita-cita.

Selama ini otak kita ibaratnya telah termindset kalo menabung itu adalah sisa uang. Padahal sebaiknya tabungan itu dialokasikan di awal ketika mendapatkan rezeki (gaji misalnya), dipatok sekian, kemudian tidak lupa dipotong zakat, sodaqoh dan bla…bla… Sehingga uang yang dialokasikan untuk keseharian kita sudah benar-benar terencana dan menuntut kita untuk disiplin, kita harus bisa survive dengan anggaran yg dibuat sendiri.

Ibarat suatu negara, kita juga perlu yang namanya menyusun APBN, kita dapat mengestimasi berapa sih kebutuhan real kita perbulan dengan cara merecord penerimaan dan pengeluaran kita dengan membuat cashflow. Dari data yang terecord kita bisa tau kecenderungan-kecenderungan kita dalam membelanjakan harta. Masih boros kah?? Padahal dalam Al-Quran dijelaskan perilaku boros merupakan temannya syaitan. Lalu bisa juga untuk mereview sudah bersikap dermawan kah kita, sudahkah kita berjihad dengan harta.

Nah dari cashflow ini lah kita dapat merencanakan mau apa kita 1 tahun kedepan, 5 tahun kedepan, biaya pendidikan anak, biaya ketika pensiun, dan banyak lagi.

Untuk lebih jelasnya, saya punya rekaman suara dari kegiatan Workshop Financial Pranikah yang diisi oleh Teh Febiola Aryanti dan diselenggarakan oleh Romantic couple Community Bandung. Saya sangat tertarik pemaparan oleh teh febi, awalnya sih liat video di youtube di acara zakat tv. Pikirku, wah ini mantap banget pengelolaan keuangan berbasis islam, edukasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat saat ini ditengah jomplangnya ekonomi masyarakat, yang kaya kaya banget yang miskin-miskin banget. Dengan konsep Islam yang kaya dan yang miskin bisa sama2 berikhtiar mencapai keseimbangan bagaimana membelanjakan harta dan bagaimana mengupayakan harta yang semuanya dalam bingkai ibadah.

Saya beruntung banget bisa menyerap ilmu secara langsung dari teh febi. Dan bentuk workshop ini lebih disukainya dari pada seminar yang menampung banyak orang. Menurutnya lebih baik pesertanya cukup (sedikit) namun benar-benar terserap dan diaplikasikan karena disampaikan dengan proses belajar yang nyaman. Ternyata Teh Febi ini sangat heboh, hehehe…. beda banget sama yang ada di video-video di Internet.

Baiklah jika berkenan saya kasih link file audionya, semoga bermanfaat :

Bandung, 17 Januari 2015

Sesi 1
Sesi 2

10897763_840378172687136_9086208809854192807_n

Iklan

ImageSumber Foto : aagun74alqabas.wordpress.com

*Kadang tidak disadari kita berfikir dan bertindak sekuler/faham pluralisme dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena begitu kuatnya pengaruh barat dalam pola hidup. Solusinya kita harus berfikir peradaban menggunakan sudut pandang Islam.

*Kemajuan bangsa selalu identik dengan barat, padahal sesungguhnya kemajuan mereka semu tanpa tujuan, yang ada hedonisme. Dengan islam sesungguhnya membuat suatu bangsa menjadi beradab.

*Membangun peradaban bermula dari dunia kampus. Kita jangan sampai terjebak sitem pendidikan Indonesia yg salah, lulus dari kampus bukannya “haus ilmu” malah “muntah ilmu”,. Sistem pendidikan kita orientasinya kerja/ profesional padahal seharunya pendidikan menjadikan kita cinta akan ilmu(ilmu wajib dan kifayah). Jangan sampai kuliah tujuannya hanya mendapatkan ijazah/gelar.

*Islam harus bangun peradaban sendiri jangan mau mengekor pada barat seperti satelit pada planet. Untuk membangun peradaban Islam harus dimulai dengan “Bangga terhadap Islam” menjaga izzah (kemuliaan,kehormatan,tegas) Islam. Mempelajari peradaban Islam dan buruknya peradaban barat.

*Terakhir Pak Adian merekomendasikan kepada para pemuda untuk membaca bukunya “Wajah Peradaban Barat” katanya ini buku yang saat menulisnya penuh kesungguhan.

//Dirangkum dari penyampaian Dr.Adian Husaini, dengan beberapa penyesuaian kalimat. Diskusi “Membangun Indonesia Yang Berkarakter dan Beradab” @ Masjid KH.A.Dahlan UMY – 19 Mei 2013//

image

image

Saya mengenalnya sejak zaman SD lewat lagu rocknya PadI , meskipun rock namun content lagunya tentang percintaan namun bukan sembarang lirik cinta kebanyakan sekarang, lirik mereka benar2 dalem. Ada juga tentang humanitas, harmoni hidup, kepedulian pada lingkungan dan juga pesan2 motivasi.

Ini yang kusuka dari Padi terutama kesahajaan personilnya terutama fadly yang menurutku personel paling religius. Fadly itu kalem orangnya dan rendah hati. Ternyata dia punya hoby yang sama dg ku yaitu baca buku agama, baca sejarah dan main game.

Saya sejak dlu tak ragu2 untuk menjadikannya idola (teladan), karena dari sikapnya sudah terpancae kealiman.
Belum lama ini saya diberi kesempatan bertemunya lagi dalam suatu konser ngabuburit yang diadakan oleh salah perusahaan rokok dimana mendatanagkan band wali sebagai artis utama. Sebelumnya juga di lokasi yang hampir sama di stadion banjar saya pernah melihat konser padi dalam rangkaian turnya launching album tak hanya diam. Namun sekarang ada perbedaan mencolok dari segi penampilan, saat ini lebih religius. Namun ini bukan berarti dia baru tobat karena sedari dulu dia memang religius dalam.sikap. Mengenai penampilannya yang religius mungkin terinspirasi dari penyanyi swedia maher zain…dia sempat berduet dlam suatu lagu dengannya, sampe2 duetnya terbawa ke sebuah sinetron di stasiun tv swasta. Mengenain duetnya sekarang ini atau kadang kala bersolo dikarenakan saat ini grup band padi sedang vakum, jadi kemungkinan ingin mengisi kekosongan dengan hal positive. Dimana saat ini lagu yang dibawaannya bernilai syiar dan dakwah Islam.

Ada yang menarik pernyataan fadly saat konser ngabuburit kemarin :
MC : “Ada perbedaan yang signifikan gak mas kehidupan mas fadly yang dulu rock star(kalo kita bilang) dengan sekarang. Ya kan yang namanya lagu religi kan pastinya juga kam membawa tanggung jawab tersendiri buat diri kita mas?”

Fadly : “yang waktu rockstar juga sholat, dan sekarang jg sholat. Mau apa aja kerjaannya, mau jd anak punk, reggae, jadi MC jadi apapun ya kalo sholat harus tetap sholat”

Sungguh jawaban yang menyejukan darinya. Dimana bagi artis yang penuh ke glamouran dipastikan akan mengalami godaan berat dalam hal sholat. Namun hal itu tidak terjadi bagi Fadly. Sungguh pribadi yang bersahaja. Saya mendoakan semoga bisa terus berkarya di dunia musik dengan terus memasukan nilai Islam. Aaminn…

Kangen performance band padi…kapan ya mereka bergabung lagi dr kevakuman, indonesia butuh seni band musik yang berkualitas, bukan kayak band kebanyakan sekarang yang jauh dari nilai edukasi?

Safar adalah suatu perjalanan yang meninggalkan domisili

Tips Persiapan Sebelum Safar

  • Melakukan shalat istikharah terlebih dahulu untuk memohon kepada Allah mengenai waktu safar, kendaraan yang digunakan, teman perjalanan dan arah jalan.
  • Jika sudah bulat melakukan perjalanan maka perbanyaklah taubat
  • Menyelesaikan berbagai persengketaan seperti utang dan barang titipan
  • Melakukan safar atau perjalanan bersama tiga orang atau lebih(keutamaan)
  • Mengangkat pemimpin dalam rombongan safar yang mempunyai akhlak baik, akrab, dan punya sifat tidak egois.
  • Hendaklah melakukan safar pada waktu terbaik. Dianjurkan untuk melakukan safar pada hari Kamis sebagaimana sunnah nabi.
  • Melakukan shalat 2 raka’at
  • Berpamitan kepada keluarga dan orang yang ditinggalkan
  • Ketika keluar rumah dianjurkan membaca do’a

Tips ketika naik kendaraan

  • Membaca do’a naik kendaraan
  • Membaca do’a perlindungan ketika mampir di suatu tempat
  • Membaca do’a dan dzikir safar

Status musafir diberikan ketika sedang berlangsung melakukan perjalanan menempuh jarak 85 km (menurut jumhur ulama), namun yang lebih tepat berapapun jaraknya bila masyarakat menganggap itu safar. Maka para musafir mendapat beberapa keringanan (rukhshah). Status musafir juga diberikan kepada orang yang singgah di suatu tempat sebelum mencapai tujuan terakhir, lama singgah paling lama disebut musafir adalah 4 hari.

Keringanan-keringanan dalam safar :

  • Boleh tidak puasa
  • Menqosor shalat , kecuali pada saat shalat di masjid yang muqim, dan juga ketika masbuq, yang boleh diqosor adalah dzuhur, ashar, isya menjadi 2 raka’at
  • Boleh Jamak(menggabungkan 2 shalat dalam satu waktu), namun jamak tidak identik dengan safar, karena keringanan ini ada banyak sebab missal hujan, ketika manasik, sakit. Yang identik dengan safar dalam hal shalat  adalah keringan qosor
  • Keringanan dalam wudhu, dengan mengusap kaki /sepatu. Dalam safar maksimal 3 kali dalam sehari.
  • Boleh tidak sholat jum’at namun diganti sholat dzuhur. Dan bila memungkinkan sholat jum’at si musafir tidak diperbolehkan menjadi penyelenggara shalat jum’at
  • Meninggalkan semua shalat rawatib, kecuali qobliyah subuh & witir. Begitu juga tahajud sebaiknya ditinggalkan ketika safar.


Hidrologi atau ”Ilmu Air” merupakan cabang ilmu teknik sipil yang mempelajari pergerakan, distribusi, dan kualitas air di seluruh bumi, termasuk siklus hidrologi dan sumber daya air. Di era kejayaan peradaban Islam, para ilmuwan Muslim telah memberikan kontribusi yang besar bagi pengembangan hidrologi.

Salah seorang ilmuwan Muslim yang berjasa mengembangkan studi hidrologi adalah Muhammad al-Karaji, seorang saintis terkemuka dari Karaj, Persia. Lewat Kitab Inbat al-miyah al-Khafiya, al-Karaji mengkaji dan menyumbangkan pemikirannya dalam ilmu ekstraksi air bawah tanah. Berkat kehebatannya, ia bahkan mendapat julukan sebagai pelopor mesin air.

Studi hidrologi dibahas al-Kajari dalam Kitab Inbat al-Miyah al-Khafiya yang ditulisnya sekitar tahun 1000 M. Buku itu membahas cara untuk memperoleh atu mendapatkan  air yang terdapat di bawah tanah. Air tersembunyi itu bisa dimanfaatkan untuk menggerakan roda ekonomi dan kehidupan sosial.

Menurut para sejarawan, al-Karaji, menulis karya matematikanya di Baghdad, namun ia menyusun bukunya secara diam-diam  di perairan di wilayah Jaba, Persia. Di wilayah itu terdapat pengembangan beberapa proyek hidrolik, termasuk qanat.

Inbat al-Miyah al-Khafiya merupakan  satu-satunya buku teknik mesin karya Al-Karaji. Buku tersebut dicetak ulang pada era modern  di Haydarabad  tahun 1940. Edisi lain dikeluarkan pada tahun 1997 oleh Institute of Arabic Manuscripts di Kairo. Buku itu diterjemahkan ke dalam bahasa Persia oleh H  Khadiv-Djam pada 1966.

Buku itu juga dialihbahasakan ke dalam bahasa Prancis oleh Aly Mazaheri pada 1973. Dan muncul baru-baru ini dalam terjemahan bahasa Italia tahun 2007. Tidak ada terjemahan lengkap dalam bahasa Inggris dan bahasa Jerman.  Kitab ini disimpan di perpustakaan Universitas Pennsylvania, Sam Fogg, London, pada Desember 2000.

Dalam pengantar buku itu, al-Karaji mengungkapkan, dirinya terinspirasi membuat buku itu ketika tiba di Baghdad. Di metropolis intelektual dunia itu,  ia melihat  semua orang, dari mulai anak-anak hingga orang tua sangat mencintai ilmu pengetahuan. Hal tersebut mendorongnya untuk mengarang buku matematika, khususnya mengkaji aritmatika dan geometri.

Sekembali dari Baghdad, ia kemudian mulai melakukan penelitian ilmiah. Berbekal dukungan dari penguasa Muslim bernama Abu Ghanim Ma’ruf bin Muhammad, al-Kajari lalu  meneliti dan mencurahkan pikirannya bagi pengembangan hidrologi. Ia lalu memutuskan untuk menulsi buku tentang air yang  tersembunyi di perairan.

Inbat al-Miyah al-Khafiya merupakan  karya manual tentang hidrolik air yang sangat baik. Selain membahas hidrologi, buku ini juga berisi beberapa catatan biografis otomatis, serta diskusi dari serangkaian konsep relatif terhadap geografi dunia. Tak hanya itu, buku ini juga dilengkapi dengan beberapa pertanda dalam fenomena alam, dan memberikan perhatian yang besar untuk survei teknik, terutama hidrologi.

Islam telah menjelaskan Hidrologi Lewat Al-qur’an

Surat Ar Ruum 48 Siklus hidrologi

Mencakup proses evaporasi, kondensasi, hujan, dan aliran air ke sungai/danau/laut, Al-Qur’an dengan sangat jelas menjabarkannya. Evaporasi, adalah naiknya uap air ke udara. Molekul air tersebut kemudian mengalami pendinginan yang disebut dengan kondensasi. Kemudian terjadi peningkatan suhu udara, yang menciptakan hujan. Air hujan tersebut menyuburkan bumi dan kemudian kembali ke badan air (sungai, danau atau laut.

Ilmuwan muslim di atas melakukan rekayasa hidrolika berdasarkan ilmu hidrologi. Bahwasanya Air yang turun dari langit akan tersimpan di dalam tanah dalam aliran tanah dan aquifer. Aliran air tanah yang mempunyai tekanan tinggi kemudian dibelokan ke atas permukaan tanah melalui pipa-pipa artesis. Sehingga dapat menyediakan air untuk jaringan irigasi yang luas. Informasi tentang aquifer ini sudah dijelaskan di dalam Alqur’an :

Penemuan ilmuwan muslim itu telah memecahkan masalah kesulitan di dunia arab dimana kondisi alamnya yang bergurun dan kering. Hal ini merupakan kebanggaan bagi umat Islam, bahwasanya banyak dasar-dasar ilmu pengetahuan berasal dari Umat Islam.

Didalam al-quran banyak menjelaskan air dimana berasal dari hujan merupakan anugerah Allah yang sangat besar karena semua kehidupan ditopang oleh keberadaan air, tanpanya mustahil ada kehidupan di planet ini. Tidak tanggung-tanggung untuk mengurus urusan hujan Allo mengkhususkan memerintah 1 malaikat, yaitu malaikat Jibril. Tentang Hujan Alqu’an telah menjelaskan :

Dari pemaparan di atas telah jelas bahwa Islam adalah Diin yang Syaamil (Integral), Kaamil (Sempurna) dan Mutakaamil (Menyempurnakan semua sistem yang lain), karena ia adalah sistem hidup yang diturunkan oleh Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, hal ini didasarkan pada firman ALLAH SWT : “Pada hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu dan AKU cukupkan atasmu nikmatku, dan Aku ridhai Islam sebagai aturan hidupmu.” (QS. 5 : 3). Dengan luarbiasanya informasi yang terkandung dalam Al-qur’an tentang ilmu pengetahuan , jelas Al-Qur’an tidak ada yang sanggup manusia menyerupainya. Ini berurusan tentang firman Allah yang suci sebagai huda bagi makhluknya.

Oleh karena itu aturan Islam haruslah mencakup semua sisi yang dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupannya. Demikian tinggi, indah dan terperinci aturan Sang Maha Rahman dan Rahim ini, sehingga bukan hanya mencakup aturan bagi sesama manusia saja, melainkan juga terhadap alam dan lingkungan hidupnya.

Referensi :

http://4antum.wordpress.com/2009/12/16/pelestarian-lingkungan-hidup-menurut-islam/

http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/09/07/25/64621-studi-hidrologi-dalam-khazanah-islam

Semoga ini bisa menjadi pengingatku  agar selalu berusaha hanif… T_T

dakwatuna.com – Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini. Tanda-tanda tersebut adalah:

1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah! Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.

Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, “Setiap umatku mendapatkan perindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-terangan. Dan, sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan jika seseirang melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia berkata, ‘Hai fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begini,’ padahal sebelum itu Rabb-nya telah menutupi, namun kemudian dia menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya.” (Bukhari, 10/486)

Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.” (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor 86)

2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke dalam ayat ini, “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” (Al-Baqarah:74)

3. Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam shalat. Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur’an. Melamun dalam doa. Semua dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan saja. Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh. Ketahuilah! Rasulullah saw. berkata, “Tidak akan diterima doa dari hati yang lalai dan main-main.” (Tirmidzi, hadits nomor 3479)

4. Ketika Anda terasas malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah. Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu. Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis. Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada. Menunda-nunda pergi shalat Jum’at dan lebih suka barisan shalat yang paling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda mengikuti shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka di dalam neraka.” (Abu Daud, hadits nomor 679)

Allah swt. menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang munafik. “Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas.”

Jadi, hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat dhuha dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa Ramadhan.

5. Ketika hati Anda tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda. Suka memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah saw. berkata, “Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati.” (As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)

6. Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Tidak bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut dengan ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat perintah. Biasa saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan neraka. Hati-hatilah, jika Anda merasa bosan dan malas untuk mendengarkan atau membaca Al-Qur’an. Jangan sampai Anda membuka mushhaf, tapi di saat yang sama melalaikan isinya.

Ketahuilah, Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (Al-Anfal:2)

7. Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa kepada-Nya. Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang paling berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula Anda menangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini telah menjadi karakter Anda. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang munafik dengan firman-Nya, “Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit sekali.” (An-Nisa:142)

8. Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata kepala sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah. Ghirah Anda padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan nahyi munkar. Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.

Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, “Apabila dosa dikerjakan di bumi, maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya –dan kadang beliau mengucapkan: mengingkarinya–, maka dia seperti orang yang tidak menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang yang menyaksikannya.” (Abu Daud, hadits nomor 4345).

Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, “Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman.” (Bukhari, hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70)

9. Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet tampil sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab. Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan orang. Narsis banget!

Allah berfirman, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman:18)

Nabi saw. pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, “Sungguh engkau telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya.” (Bukhari, hadits nomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321)

Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, “Sesungguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan alangkah buruknya yang terakhir.” (Bukhari, nomor 6729)

“Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela, keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hati kiamat, kecuali orang yang adil.” (Shahihul Jami, 1420).

Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabda Rasulullah saw. yang berbunyi, “Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallah’, dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang mengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dari keimanan.” (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits nomor 50)

“Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?” tanya Rasulullah saw. Para sahabat menjawab, “Ya.” Rasulullah saw. bersabda, “Yaitu setiap orang yang kasar, angkuh, dan sombong.” (Bukhari, hadits 4537, dan Muslim, hadits nomor 5092)

10. Ketika Anda bakhil dan kikir. Ingatlah perkataan Rasulullah saw. ini, “Sifat kikir dan iman tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba selama-lamanya.” (Shahihul Jami’, 2678)

11. Ketika Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda perbuat. Ingat, Allah swt. benci dengan perbuatan seperti itu. “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada kamu perbuat.” (Ash-Shaff:2-3)

Apakah Anda lupa dengan definisi iman? Iman itu adalah membenarkan dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan. Jadi, harus konsisten.

12. Ketika Anda merasa gembira dan senang jika ada saudara sesama muslim mengalami kesusahan. Anda merasa sedih jika ada orang yang lebih unggul dari Anda dalam beberapa hal.

Ingatlah! Kata Rasulullah saw, “Tidak ada iri yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harga, ia menghabiskannya dalam kebaikan; dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain.” (Bukhari, hadits nomor 71 dan Muslim, hadits nomor 1352)

Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., “Orang Islam yang manakah yang paling baik?” Rasulullah saw. menjawab, “Orang yang muslimin lain selamat dari lisan dan tangannya.” (Bukhari, hadits nomor 9 dan Muslim, hadits nomor 57)

13. Ketika Anda menilai sesuatu dari dosa apa tidak, dan tidak mau melihat dari sisi makruh apa tidak. Akibatnya, Anda akan enteng melakukan hal-hal yang syubhat dan dimakruhkan agama. Hati-hatilah! Sebab, Rasulullah saw. pernah bersabda, “Barangsiapa yang berada dalam syubhat, berarti dia berada dalam yang haram, seperti penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanaman yang dilindungi yang dapat begitu mudah untuk merumput di dalamnya.” (Muslim, hadits nomor 1599)

Iman Anda pasti dalam keadaan lemah, jika Anda mengatakan, “Gak apa. Ini kan cuma dosa kecil. Gak seperti dia yang melakukan dosa besar. Istighfar tiga kali juga hapus tuh dosa!” Jika sudah seperti ini, suatu ketika Anda pasti tidak akan ragu untuk benar-benar melakukan kemungkaran yang besar. Sebab, rem imannya sudah tidak pakem lagi.

14. Ketika Anda mencela hal yang makruf dan punya perhatian dengan kebaikan-kebaikan kecil. Ini pesan Rasulullah saw., “Jangan sekali-kali kamu mencela yang makruf sedikitpun, meski engkau menuangkan air di embermu ke dalam bejana seseorang yang hendak menimba air, dan meski engkau berbicara dengan saudarmu sedangkan wajahmu tampak berseri-seri kepadanya.” (Silsilah Shahihah, nomor 1352)

Ingatlah, surga bisa Anda dapat dengan amal yang kelihatan sepele! Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menyingkirkan gangguan dari jalan orang-orang muslim, maka ditetapkan satu kebaikan baginya, dan barangsiapa yang diterima satu kebaikan baginya, maka ia akan masuk surga.” (Bukhari, hadits nomor 593)

15. Ketika Anda tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin dan tidak mau melibatkan diri dalam urusan-urusan mereka. Bahkan, untuk berdoa bagi keselamatan mereka pun tidak mau. Padahal seharusnya seorang mukmin seperti hadits Rasulullah ini, “Sesungguhnya orang mukmin dari sebagian orang-orang yang memiliki iman adalah laksana kedudukan kepala dari bagian badan. Orang mukmin itu akan menderita karena keadaan orang-orang yang mempunyai iman sebagaimana jasad yang ikut menderita karena keadaan di kepala.” (Silsilah Shahihah, nomor 1137)

16. Ketika Anda memutuskan tali persaudaraan dengan saudara Anda. “Tidak selayaknya dua orang yang saling kasih mengasihi karean Allah Azza wa Jalla atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh permulaan dosa yang dilakukan salah seorang di antara keduanya,” begitu sabda Rasulullah saw. (Bukhari, hadits nomor 401)

17. Ketika Anda tidak tergugah rasa tanggung jawabnya untuk beramal demi kepentingan Islam. Tidak mau menyebarkan dan menolong agama Allah ini. Merasa cukup bahwa urusan dakwah itu adalah kewajiban para ulama. Padahal, Allah swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penolong-penolong (agama) Allah.” (Ash-Shaff:14)

18. Ketika Anda merasa resah dan takut tertimpa musibah; atau mendapat problem yang berat. Lalu Anda tidak bisa bersikap sabar dan berhati tegar. Anda kalut. Tubuh Anda gemetar. Wajah pucat. Ada rasa ingin lari dari kenyataan. Ketahuilah, iman Anda sedang diuji Allah. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji.” (Al-Ankabut:2)

Seharusnya seorang mukmin itu pribadi yang ajaib. Jiwanya stabil. “Alangkah menakjubkannya kondisi orang yang beriman. Karena seluruh perkaranya adalah baik. Dan hal itu hanya terjadi bagi orang yang beriman, yaitu jika ia mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya; dan jika ia tertimpa kesulitan dia pun bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan baginya.” (Muslim)

19. Ketika Anda senang berbantah-bantahan dan berdebat. Padahal, perbuatan itu bisa membuat hati Anda keras dan kaku. “Tidaklah segolongan orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk yang mereka berada pada petunjuk itu, kecuali jika mereka suka berbantah-bantahan.” (Shahihul Jami’, nomor 5633)

20. Ketika Anda bergantung pada keduniaan, menyibukkan diri dengan urusan dunia, dan merasa tenang dengan dunia. Orientasi Anda tidak lagi kepada kampung akhirat, tapi pada tahta, harta, dan wanita. Ingatlah, “Dunia itu penjara bagi orang yang beriman, dan dunia adalah surga bagi orang kafir.” (Muslim)

21. Ketika Anda senang mengucapkan dan menggunakan bahasa yang digunakan orang-orang yang tidak mencirikan keimanan ada dalam hatinya. Sehingga, tidak ada kutipan nash atau ucapan bermakna semisal itu dalam ucapan Anda.

Bukankah Allah swt. telah berfirman, “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia’.” (Al-Israa’:53)

Seperti inilah seharusnya sikap seorang yang beriman. “Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: ‘Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil.’” (Al-Qashash:55)

Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam.” (Bukhari dan Muslim)

22. Ketika Anda berlebih-lebihan dalam masalah makan-minum, berpakaian, bertempat tinggal, dan berkendaraan. Gandrung pada kemewahan yang tidak perlu. Sementara, begitu banyak orang di sekeliling Anda sangat membutuhkan sedikit harta untuk menyambung hidup.

Ingat, Allah swt. telah mengingatkan hal ini, ”Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf:31). Bahkan, Allah swt. menyebut orang-orang yang berlebihan sebagai saudaranya setan. Karena itu Allah memerintahkan kita untuk, “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (Al-Isra’:26)

Rasulullah saw. bersabda, “Jauhilah hidup mewah, karena hamba-hamba Allah itu bukanlah orang-orang yang hidup mewah.” (Al-Silsilah Al-Shahihah, nomor 353).

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/03/422/22-tanda-iman-anda-sedang-lemah/#ixzz1wEmZLFiF


My Instagram

Terjadi error saat mengambil gambar dari Instagram. Upaya akan diulangi beberapa menit lagi.

Terimakasih atas kunjungannya ^^

arsipp

November 2017
S S R K J S M
« Agu    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Blog Stats

  • 223,700 hits

jadwal sholat untuk daerah kasihan-bantul-YKT

Zifa Engineering Consultant

my workplace

pengunjung

free counters

peta

twitter