fadlyfauzie's Blog

Archive for the ‘pengalaman’ Category

11751924_923869977652189_2997809851424400516_n

Memperjuangkan jodoh memang tidak mudah dan seringkali harus melalui jalan lika-liku. Ibarat sebuah kapal sudah berkali-kali menepi ingin bersandar di demaga, ternyata hanya bisa menepi di perairan saja masih jauh dari dermaga. Entah karena Kapal ini terlalu besar dan si pelabuhan perairannya terlalu dangkal, sehingga apapun usahanya kapal mustahil untuk bisa berlabuh.

kesedihan, kekecewaan mungkin memang sudah menjadi skenario Allah, tugas kita yaitu jangan sampai terlarut dalam suasana. Harus semakin kuat ke-tawakkalan kita kepada Allah. Karena ego manusia, seringnya merasa sangat yakin dengan pilihan-pilihan sendiri, kita sering terlupa bahwa pilihan Allah dan janji Allah pasti tepat. Tinggal bagaimana kita terus merayu-rayu dalam doa dan pasrah kepadanya dalam segala urusan.

Dalam usaha pencarian itu , saya menjadi belajar betapa begitu banyak hikmah bertaburan, betapa cinta tidak bisa dipaksakan, betapa cinta perlu pengorbanan, betapa mencintai perempuan yang belum siap menikah hanya menguras energi sia-sia, betapa skenario dari sang pemilik cinta lebih indah daripada apa-apa yang kita rencanakan. Dan selain itu saya menjadi semakin yakin akan kekuatan sebuah doa dan sedekah.

Dari perjalanan itu muncul pemikiran dari benak,ternyata muslimah yang berilmu dan cantik saja tidaklah cukup untuk membuat hati ini bersatu. Ada hal lain yang sangat menentukan yaitu mentalitas dan komunikasi. Diperlukan mental kuat entah itu dari si perempuan maupun si orang tua. Karena seringkali walapun 2 hati ini saling mencintai belum tentu orang tua merestui, disana selalu saja ada pergolakan batin apakah harus memperjuangkan si lelaki atau nurut dengan orang tua. Sebenarnya hal ini bisa disiasati dengan membangun komunikasi yang baik antara antara anak dan orang tua. Tak selamanya oran tua itu benar maka disini seorang anak bisa membuka ruang diskusi, dan pastinya harus dengan lemah lembut dan kesabaran.

Alhamdulillah sekarang ini 2 hati sudah bersatu terikat secara syariat(khitbah) menuju gerbang pernikahan yang insyaAllah sebentar lagi (2 bulan dari sekarang). Kesedihan yang sebelumnya sering menghantui insyaAllah sekarang diganti dengan kedamaian dan ketentraman. Sesosok gadis yang memancarkan aura keshalihan, begitu penyayang dan perhatian.

Proses yang begitu singkat diawali dengan tawaran bapak untuk saling berkenalan, 2 minggu kemudian nadhor yang dilalui dengan kemantapan tanpa ragu, dan 2 minggu kemudian langsung khitbah. Saya merasakan betapa proses ini begitu mudah, tanpa tektek bengek taaruf, tukar biodata. Saya meyakini bahwa ini merupakan karunia Allah yang besar dan diluar dugaan. Seorang gadis dengan begitu mantapnya rela dilamar oleh seorang pemuda yang belum mapan, dia tidak begitu mempertimbangkan dunia dalam menanti sang kekasih yang ada dalam benaknya hanya ingin dengan pernikahan ini saling memudahkan untuk menggapai jannah-Nya.

Di zaman yang serba hedonis begini masih ada ternyata orang tua yang tidak banyak berfikir tentang kemapanan calon menantunya. Dengan rasa cinta yang tulus dari si gadis dan disertai restu orang tua. saya merasa ini merupakan keajaiban. Karena cita-cita saya untuk menikah di tahun 2015 insyaAllah terbuka lebar, berbarengan dengan cita-cita lain yang alhamdulillah sudah terealisasi yaitu kuliah S2 di tahun 2015. Disini saya semakin dibuat takjub, rencana-rencana besar saya telah dimudahkan jalannya oleh Allah. Saya semakin tidak bersabar untuk membuat mimpi-mimpi indah lain dengan istri kelak.

Dengan kemudahan-kemudahan ini semoga penilaian saya tidak meleset bahwa gadis itu diberkahi dan membawa keberkahan karena keshalihannya. Saya sangat beruntung dipertemukan dengannya ya Allah…

Dengan khitbah ini menjadi alasan yang kuat bagi kami untuk saling setia, tidak ada lagi lirik-lirikan lagi dengan sosok lain. Dan yang pasti harus tetap menjaga hati dan memantapkan ilmu pernikahan. Semoga Pernikahan nanti berjalan dengan lancar dengan diikuti sakinah mawaddah warahmah dan barakah tentunya. Aamiin.

Terimakasih calon kekasihku 😀
Banjar,29 Agustus 2015

Iklan

Alhamdulillah, segala sesuatu bisa dirasakan kenikmatan bila digali betul hikmahnya. Sempat terkaget-kaget juga baru aja 2 bulan bekerja sudah mendapat tugas kerja luar kota oleh kantor dengan jarak yang cukup jauh, berhari-hari (seminggu), dan sendirian pula. Di suatu rapat itu aku benar-benar tidak menyangka ditugaskan ke Painan sendirian. Saya mendapat tugas mengawasi pekerjaan topografi dan soil investigation pada suatu rencana proyek di sana. Mau tidak mau saya harus menyanggupi, bagaimanapun sebagai orang berlatar teknik  harus bisa survive dalam berbagai kondisi, medan, cuaca, budaya, bahasa, watak manusia.

Pantai carocok

Pantai carocok

Membawa perlengkapan seadanya sebanyak 1 ransel, asumsiku bekal pakaian yang dibawa cukup untuk 4-5 hari di sana. Berangkat dari Bandara Husein Sastranagara Bandung mencoba maskapai baru Exp**ss Air dan mendarat di Kota Padang. Perjalanan ke Painan menggunakan mobil travel dan di-drop di suatu hotel sederhana seharga 150 rb/malam. Di hotel itu saya beristirahat dari kegiatan lapangan yang panas. Saya akui Painan dan Padang sangat panas terlebih saya mendapat tugas di daerah pesisir/ pantai. Hanya butuh waktu 2 hari untuk menghitamkan kulitku akibat terbakar sinar matahari. Setiap hari saya bolak balik hotel-pantai naik ojek, memang disini sarana transportasi yang efektif adalah ojek dengan harga mulai dari 3000, adapun angkot seringnya digunakan oleh para pelajar di siang hari.

Kesendirian ditengah-tengah medan yang masih asing, kota kecil, perbedaan bahasa yaitu minang yang sulit diajak berbahasa Indonesia, membuatku merasa nelangsa. Saya seperti diasingkan oleh perusahaan hahaha…. Suntuk dan bosan mungkin itu perasaanku, sehari2 mengamati pekerjaan di siang hari yang panas. Kalo stress datang biasanya sih nafsu makanku makin bertambah, pokoknya obat stress makan aja lah. Sehingga tiap malam tiba saya selalu mencari makanan di Pasar Painan. Selang beberapa hari, atasanku meminta untuk diundur pulangnya 2 hari lagi, perasaan cukup shock saat itu -_- …ya sudahlah nikmati saja 😀 total saya menjadi seminggu di Painan.

Kadang disela-sela waktu isirahat siang saya sempatkan untuk mencari objek wisata alam, meskipun sendirian saya berharap dapat terhibur minimal bisa menyatakan ketakjuban atas ciptaan Allah. Nah ini mungkin, maksud dari judul posting diatas, dimana sewaktu saya mendapat tugas ke Painan saya sempat menikmati pesona alam Painan- Pesisir selatan, Sumbar. Kondisi umum kabupaten Pesisir selatan terdiri dari pantai dan bukit-bukit yang sangat tinggi, kebanyakan kondisinya masih alami atau belum tercemar, air sungai yang segar dan jernih, laut yang jernih disertai terumbu karang, masih bisa kita jumpai satwa-satwa hutan seperti elang, monyet, dan anjing sangat banyak disini. Tempat wisata alam yang saya kunjungi yaitu Pantai Carocok yang berada di teluk Painan, Air terjun Timbulun, Air terjun Bayang sani, Jembatan Akar, dan di daerah pelabuhan Panasahan tempat saya ditugaskan juga tak kalah bagusnya.

1. Pelabuhan Panasahan

Disini terdapat suatu dermaga, dimana tempat kapal dan perahu bertambat. Di sini banyak orang-orang datang di sore hari untuk sekedar menikmati pemandangan, berolahraga, dan memancing.

2. Pantai Carocok

Merupakan salahsatu objek wisata pantai primadona di Sumbar, cukup unik sekitar 100 meter dari bibir pantai lautnya sangat dangkal dan landai dimana terdapat terumbu karang, airnya yang jernih, namun selebihnya kedalaman laut meningkat tajam. Bila sedang surut terumbu karang akan kering, sedangkan ketika pasang bisa menjadi kolam yang sangat aman, karena pantai ini mendapat pemecah gelombang dari pilar-pilar beton dimana diatasnya menjadi jembatan-jembatan pejalan kaki. Disini para wisatawan bisa berenang, menikmati perahu untuk menyeberang pulau, atau bermain banana boat, atau sekedar mancing. Waktu itu tiket masuknya Rp.5000. Disini ada makanan khas, namanya palai

3. Air terjun Timbulun

Air terjun ini tidak jauh dari pusat kota Painan, bentuknya yang bertingkat sehingga memiliki beberapa terjunan, namun katanya yang bisa diakses hanya sampai pada tingkat ke-3 karena selebihnya merupakan hutan lebat. Airnya sangat jernih, sehingga tidak heran dimafaatkan oleh masyarakat sebagai sumber mata air lewat pipanisasi. Airnya mengalir ke sungai yang berbatu dan bermuara di teluk Painan. Pada hari-hari biasa sangat sepi sekali dari pengunjung, paling ada beberapa orang yang datang di akhir pekan. Biasanya air terjun ini akan sangat rama pada hari sebelum memasuki bukan Ramadhan.

4. Jembatan Akar

Berbeda dengan pantai Carocok dan air terjun timbulun yang berada di kota Painan, untuk menuju jembatan akar  harus menempun jarak +- 20 km dari Painan. Lumayan jauh jaraknya, diperjaalanan kita akan menemukan sungai besar berbatu, persawahan yang luas dan bukit-bukit besar ketika mendekati lokasi jembatan akar. Pertama tiba disana saya sangat takjub dengan adanya jembatan ini, kok bisa?

Konon katanya sebelumnya pernah ada jembatan gantung buatan penjajah portugis, namun sudah rusak. Akhirnya ada tokoh masyarakat sana yang berjuang membuat jembatan dari bambu untuk akses antara dua kampung, namun usahanya sia-sia karena jembatan selalu hanyut ketika air sungai deras. Sehingga berkat kecerdasannya, si bapak perancang melakukan penelitian mencari kombinasi pohon yang bisa saling mengikat, akhirnya tertujulah pada pohon kubang dan pohon beringin. Pertama sang perancang membuat titian bambu, kemudian merawat akar kedua pohon itu  sehingga tuumbuh mengikuti arah bambu. Jembatan ini memiliki panjang 25 meter dan lebar 1,5 meter dengan ketinggian clearence 10 meter. Mulai dibentuk pada tahun 1890 dan baru dapat digunakan pada tahun 1916. Sehingga butuh waktu sekitar 26 tahun agar jembatan akar siap digunakan. Saat ini akar-akarnya semakin besar yang artinya struktur jembatan cukup kuat, 15 orang berada diatasnya masih bisa ditopang dengan aman. Masya Allah, sungguh indah ….
Sewaktu saya kesini ternyata wisatawan bukan hanya domestik saja, saya temui sekelompok orang dari Malaysia. hehe….Kalo benar-benar dikelola dengan baik, sebenarnya bisa menjadi tujuan wisata andalan dari berbagai pelosok daerah bahkan negara. Namun kebanyakan objek wisata alam disini masih dikelola oleh masyarakat.

Saya sempat merasakan kesejukan air sungai di bawahnya, untuk mencuci kaki dan membasuh muka. Ada mitos yang terkenal disini yaitu siapa yang mandi disini bakal enteng jodoh, ah aku sih gak percaya beginian karena kalo percaya suatu tempat mempunyai kekuatan yg bisa merubah nasib sama aja dengan syirik. Namun ada yang unik, sewaktu perjalanan pulang saya beristirahat di suatu warung, disana ada 2 ibu-ibu menawarkan untuk menjadi menantunya dengan arti menawarkan putrinya untuk dinikahi hihihi….apa ini yang dinamakan enteng jodoh? wallahu a’lam, namun kuakui gadis disini cantik-cantik hehehe…siapa ya jodohku?

???????????????????????????????

Pernikahan adat minang

5. Air terjun Bayang Sani

Tidak jauh lokasinya dari jembatan akar, yaitu sekitar 1 km. MasyaAllah saya dibuat takjub lagi oleh ciptaanNya, air terjun yang bertingkat sama juga dengan yang Timbulun , kalo ga salah ada 7 tingkat katanya, namun yang dapat diakses hanya 3 tingkat. Dibawah air terjun ada semacam kolam pemandian, dimana dibuat pada zaman kolonial belanda untuk tempat beristirahat. Sampai saat ini kondisinya masih asri, alami, airnya jernih dan sejuk. Andai saja waktu itu saya ambil baju ganti, ingin rasanya berenang, berendam di air sejuknya.

Ya mungkin baru segitu petualanganku di sumatra barat atau tepatnya di pesisir selatan, ada satu keinginan yang ingin sekali bisa direalisasikan yaitu mmengunjungi kelok 9, dimana sekarang telah dibangun jembatan-jembatan yang indah. Semoga suatu saat nanti ketika pergi ke sumbar bisa mengunjunginya.Aamiin

Kelok9ud

Jembatan kelok 9

Satu ungkapan yang sangat tepat untuk saat ini adalah “Bersyukur”. Berterimakasih atas segala nikmat-karunia selama 4 tahun ini,sehingga suatu hal yang ditunggu-diharap yaitu kelulusan kuliah bisa dilalui. Orang tua dan keluarga senang begitu juga para guru (dosen) ikut senang.

Selama kurang lebih 5 bulan saya harus berjibaku dengan pengerjaan Tugas akhir (final project), sangat mengesankan sekali begitu banyak hikmah yang didapatkan. Pertama diawali dengan kebingungan mencari judul penelitian , mencari saran kesana kemari tidak membuat diriku yakin. Sampai akhirnya pada pengajian Milad UMY yg dihadiri Pak Jamil Azzaini saya sempat berbincang-bincang dengan Pak Agus S.Muntohar , tentang berbagai hal dari kondisi kampus, jurusan sampe tentang TA, saya terinspirasi dari beliau untuk menganalisis fondasi tiang dengan software , dengan kasus di tempat KP-ku dulu.

Dan kubulatkan tekad untuk mencoba menjadikan beliau menjadi dosen pembimbing saya, sehingga dimulailah email-emailan. Saya disarankan untuk mencari program Plaxis dan TA ttg Plaxis. Berbagai usaha kulakukan ngopy TA ke UII, download software, download jurnal. Setelah semua ada saya masih belum faham mau kemana arah penelitian saya, mau nyicil juga bingung karena belum tau tujuan akhir dari penelitian ini. Dengan segala susah -derita-senangnya menyelesaikan tugas akhir, ada beberapa hal yang menarik bagi saya,

Dosen Pembimbing

(1)Pembimbing saya lebih suka koreksi draft lewat online daripada diprint,
(2)Konsultasi online lewat jejaring sosial lebih disukai daripada email (padahal dalam benak saya email kayaknya lebih sopan daripada lewat jejaring sosial, unik ya?),
(3) Revisi laporan saling kirim file online,
(4)Diberi keleluasaan untuk belajar software PLAXIS di ruangannya (ditinggal pergi coba….)
(5) Saya dan temen saya Rizqi menjadi mahasiswanya yang pertama kali membuat TA geoteknik dengan Metode elemen hingga ,
(6)
Kalo ngoreksi , sangat detil sekali, sehingga setelah sidang yang namanya REVISI sangat sedikit sekali,
(7) Dari penelitian ini salah satu cita-cita saya tercapai yaitu menjadi mitra penelitian dengan dosen. Hasil penelitian saya dikombinasikan kajian beliau yang pada akhirnya menjadi sebuah makalah yang dipresentasikan pada Konferensi Nasional Teknik Sipil ke-7 (KoNTeks7) Solo 24 Oktober 2013. Alhamdulillah

Seminar dan Pendadaran

Untuk seminar alhamdulillah berjalan dengan lancar, hasil dari penelitian saya dipresentasikan dihadapan teman-teman teknik sipil UMY. Pada malam harinya saya sempat meriang, jadi ketika presentasi Sabtu, 6 Juli 2013 sedikit kurang fokus. Di akhir seminar dosen saya menjelaskan kepada audien akan pentingnya penguasaan software teknik sipil, bahkan beliau sangat mendukung bila ada mahasiswa yang melakukan penelitian menggunakan software. Saking perhatiannya, beliau mengusulkan ke pihak jurusan agar diberikan ruangan khusus mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir menggunakan software, baik itu struktur, keairan, geoteknik dan pemodelan2 lainnya.

Untuk pendadaran, saya sempat sangat khawatir beberapa hari sebelum hari-H karena beberapa bab belum sempat dikoreksi tepatnya bab hasil-pembahasan dan kesimpulan. Sementara saya harus segera mengeprint draftnya untuk dikasihkan ke dosen penguji agar dibaca dahulu. Karena beberapa kendala akhirnya saya baru menyerahkan draft pada hari-H hihihi….malunya aku, tapi alhamdulillah dosen2nya memaklumi. Saat pendadaran terdiri dari 1 dosen pembimbing dan 2 dosen penguji, 1 dosen penguji betul2 menguji pendirian saya dengan pertanyaan yang sangat mendasar sekali, seiring berjalan waktu ujian yang terjadi malah mengalir menjadi semacam diskusi ,menarik menururtku. Yang awalnya sempat tegang seperti mau dibantai , eh ternyata cukup santai. Malah dosen penguji satunya lagi tidak memberi saya pertanyaan apa-apa :D. (tumben kok baik sekali pak dosen ini, hihi). Beliau cuma memberi masukan agar penamaan judulnya lebih disesuaikan lagi dengan isi laporan. Di akhir sesi saya sempat meminta berfoto bersama, ya sebagai kenang-kenangan sih bahwa “SAYA PERNAH NGERJAIN SKRIPSI DAN DIUJI OLEH DOSEN LOH!” (hahaha lebay)

Setelah pendadaran selesai, perasaan begitu lega, plong. Bahwa tugas saya sebagai mahasiswa S1 sudah selesai. Hmmmh Alhamdulillah

pendadaran(foto selepas pendadaran)

Yudisium

Selanjutnya yudisium , dimana saya harus melengkapi urusan administrasi dan akademik selama kuliah. Sejak saat itu lah (31 Agustus 2013) saya dinyatakan menyandang gelar Sarjana Teknik (ST) finish di IPK 3,72. Pemberian gelar yang menurutku adalah sebuah amanah besar dan ujian memegang idealisme, bagaimana ilmu dan pengalamanku betul-betul menjadi problem solver, kata engineering saja mempunyai arti rekayasa, ya semoga saya bisa menjadi salahsatu orang yang solutif bagi negeri ini. Kuncinya saya harus terus belajar, kapan saja dimana saja.

Wisuda

Kemudian puncaknya adalah wisuda (19 Oktober 2013), yaitu acara seremonial pemberian ijazah seorang sarjana dari Kampus (lewat Dekan dan Kajur). Ibu dan bapakku datang ke Jogja ditemani adikku, sedangkan kakakku tidak bisa hadir dikarenakan sedang hamil jadi takut beresiko diperjalanan.

Penyerahan Medali wisuda (Bu Anita)(s)(seremoni wisuda)

DSC_0014new(s)(foto keluarga)

Mungkin bisa jadi saya yang paling aktif ikutan lomba-lomba diantara teman2 angkatan, bisa jadi mereka juga risih “ni anak kok hobinya ikutan lomba”, yang mungkin beranggapan bahwa akademik saya akan terganggu.

Saya sih hadapi dengan biasa-biasa saja, dengan tidak bermaksud ujub namun bersyukur akan ada potensi yang bisa digali. Kucoba seimbangkan antara peran akademik, organisasi, rohani, pengembangan diri agar semuanya terserap pada diri. Dan saya menyadari bahwa saya belum bisa meniru hebatnya para seniorku sebelumnya..

Latar belakang keikutsertaan saya dalam lomba sederhana saja, mgkn masih ada saksi hidup yang ingat bahwa saya pernah berkata” Saya ingin memberikan sesuatu bagi almamater” simple kan. kata itu saya lontarkan saat semester 2.

Saat itu belum ada tradisi dari mahasiswanya untuk berkompetisi di bidang teknik sipil. Sehingga kucoba merintis, kebetulan saat itu saya diamanahi ketua divisi PSDM HMS, lalu saya berfikir bidang ini seharusnya membuat mahasiswanya semakin berkembang dan terberdayakan. Saya rasa harus dimulai dari diri sendiri sebelum menggaungkannya ke teman mahasiswa yang lain.

Bermodal pengalaman keikutsertaan lomba ON MIPA, saya sudah sedikit memiliki akses dengan kalangan jurusan, sampai akhirnya mencoba membuka sekat-sekat birokrasi dan melobi pihak jurusan agar mendukung kegiatan kemahasiswaan khususnya pendelegasian lomba.

Dimulai dari lomba rancang jembatan ITS yang masuk finalis, lomba rancang kuda-kuda UGM yang masuk finalis, dan terakhir baru2 ini lomba desain maket bendung gerak ITS. Berawal hanya berupa finalis, kemudian finalis yang mendapat no urut lebih baik, sampai akhirnya bisa mendapat tropi.

Ya inilah akhir perjalanan saya di dunia kompetisi di kuliahan S1, saya belum bisa memberikan hasil terbaik berupa juara satu di lomba aket bendung gerak. Saya meyakini masih banyak titik lemah bagi teman2 teknik sipil UMY apabila ikut serta dalam lomba. Tapi ini bukan berarti harus meninggalkan dan menyerah pada keadaan.

Lomba perancangan teknik sipil itu menarik loh
Berbeda dengan lomba-lomba karya tulis ilmiah pada umumnya yang hanya berada di tataran pemikiran atau ide. Mungkin ada beberapa poin untuk meyakinkannya :

  1. Lomba perancangan teknik sipil sama-sama bernilai ilmiah seperti LKTI, karena pembuatan proposal desain dipastikan menggunakan sistematika penulisan dan metopen.
  2. Lomba perancangan akan menguji kepahaman kita akan materi-materi kuliah. Karena saat melakukan perancangan semuanya harus berlandaskan teori.
  3. Lomba perancangan dapat membuktikan sendiri ilmu yang didapat ke dalam tataran praktis. Misalkan apa itu lendutan, bukling, modulus elastisitas sulit ditemukan secara nyata pada saat kuliah.
  4. Lomba perancangan seperti membawa kita pada siklus dunia konstruksi, nulis proposal seperti bikin dokumen lelang, pengumuman lolos proposal seperti pengumuman tender, pengerjaan desain menjadi suatu karya ibaratnya sedang dalam tahap konstruksi, keuangannya yang tidak bisa disupport 100% akhirnya harus pinjam, dan lain sebagainya.
  5. Lomba perancangan akan selalu bertemu dengan banyak mahasiswa dari seluruh Indonesia dengan berbekal inovasi-inovasi yang keren dan luar biasa, sehingga tukar informasi dan ilmu bisa semakin terasa, sehingga kita dapat mengukur diri akan kualitas kita sebagai mahasiswa.

Kalau ada opsi sebenarnya pengen terus2an ikutan lomba, biar bisa ketemu orang-orang hebat se-Indonesia. Namun saya juga harus memikirkan untuk menyelesaikan studi, karena ini yang diharapkan para orang tua, melihat anaknya wisuda. Saya berharap akan ada sekelompok mahasiswa yang meneruskan perjuangan, karena ini bukan untuk kepentingan pribadi saja, namun dari sini kita bisa berkontribusi bagi jurusan dan almamater kampus, sehingga kita benar2 tercatat telah mencetak sejarah ketika menuntut ilmu di kampus.2013-04-28 19.17.17d

Saran saya, kembangkanlah imajinasi, dan buatlah ide inovasi, perkuat penggunaan teknologi informasi, serta perbaguslah public speaking. InsyaAllah mau kampus manapun pasti bisa bersaing di kancah lomba Nasional bahkan Internasional 🙂

Semakin menyadari bahwa kematian itu sangat dekat, rahasia akan waktu dan tempat, serta bisa datang dengan tiba-tiba. Beberapa hari yang lalu Allah telah kembali mengingatkanku, menegurku bahwa dunia ini tidak ada apa2nya kecuali untuk bekal hari esok di akhirat.

Ya sudah qadarullah (ketentuan Allah), pada tanggal 17 April 2013 saya mengalami kecelakaan lalu lintas, blm pernah sebelumnya tabrakan sampai terseret jatuh. Kejadiannya waktu saya mau ke kos agil mw membawa bahan untuk membuat maket sekaligus mau ikut futsal bareng teman angkatan. Saat itu masih pagi sekitar jam 8-an, sudah menggunakan kaos dan membawa sepatu bola. Motorku kujalankan dengan pelan karena saat itu saya sedang merasakan sejuknya udara pagi, hanya sekejap , ada motor yang sedang ngebut dengan arah yang sama, menyerempet/menabrak motorku. Secara tiba2 saya sudah tidak bisa mengendalikan motor, secara spontan motor sudah miring ke kanan sampai seterusnya menggelincir ,  terseret beberapa meter di atas aspal jalan (jalur lambat Ring Road Selatan), saat itu saya langsung tersadar bahwa saya terjatuh di sekitar tikungan STIKES A.Yani, saya langsung berdiri memastikan siapa yang menabrak, namun sayang yang menabrakku tidak sampai jatuh bahkan dia mencoba tabrak lari. kendaraan di belakangku kemudian memperlambat lajunya, dan ada sebagian yang menolongku bahkan ada yang mencoba mengejar pelaku. Alhamdulillah berkat kebaikan beberapa warga pelaku akhirnya tertangkap. Singkat cerita saya dengan pelaku mencoba damai agar permasalahan tidak semakin rumit, dan memahami ini adalah musibah yang oleh keduanya tidak direncanakan, qadarullah.

Kuperhatikan sekujur tubuhku, kucoba gerak-gerakan tubuhku alhamdulillah luka yang didapat cukup ringan luka mengenai tubuh bagian kanannku termasuk dahi, bahu, tangan dan kaki. Bersyukur padamu ya Allah , aku telah selamat dari maut. Saya membayangkan dari helmku, ternyata sudah rusak bahkan telah pecah , kalau saja saat itu sy tidak memakai helm saya tidak tahu berapa resiko yang didapat, bahkan bisa saja maut menjemput. Ya Allah…sungguh lemah hamba ini tanpa pertolongannmu.

Segera saya mencoba meminta tolong temanku,menelpon yang saat itu sedang memulai futsal. Alhamdulillah ada Rezky, Budi dan Ragil datang menolongku mengantar ke RS. PKU Muhammadiyah, saya sangat berterima kasih kepada mereka, tidak akan saya lupakan jasa mereka.

Saya langsung dimasukan ke Unit darurat untuk mendapat pertolongan pertama, segala kebutuhan administrasi diwakili oleh mereka. Di Rumah Sakit saya hanya bisa merenung dan muhasabah diri, dan beristighfar.

Saat itu uang di dompetku tinggal 100 rb itu jg pemberian awal dari yang nabrak, kata teman2ku masih kurang sedangkan mereka sama-sama tidak bawa uang. Namun akhirnya saya merasa lega, karena setelah diketahui saya mahasiswa UMY, saya dapat Dana Sehat Muhammadiyah, katanya sih dapat subsidi 150 ribu yang artinya saat itu perawatan dan pengobatan saya gratis.

Sepulangnya ke kos, tubuhku mulai merasakan sakit dan perih, dan beberapa hari kedepan kuhadapi dengan sendiri luka-luka ini mulai dari membeli obat, pembersihan dengan alkohol, penutupan luka. Ba’da Maghrib saya tilawah kebetulan  pas surah Al-Anbiya, Subhanallah saya ditegur kembali dengan ayat “Kullu nafsin dza iqatul maut” dan “laa ialaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzolimin” sebagaimana kisah Nabi Yunus yang ditelan Ikan Paus.

Dari kejadian ini saya hanya bisa berhusnuzhon, mengambil hikmah dengan ketenangan hati. Disisi lain saya bersyukur karena saya yakin ini adalah bagian dari ujianNya, mungkin Allah ingin mengangkatku satu level lagi. Ataupun memberi peringatan dan pelajaran akan hakikat hidup ini. Intinya SAYA MERASA KEMATIAN ITU SANGAT DEKAT, SANGAT DEKAT, SEHINGGA MENYADARI BAHWA BILA SAAT NYA TIBA MAUT ITU SAYA INGIN DALAM KEADAAN HUSNUL KHOTIMAH, HANYALAH AMAL YANG DIRIDHOI YANG MENJADI TEMAN KITA NANTINYA .

“JAUHKAN HATI INI DARI HUBBU DUNYA, JADIKAN HATI INI ZUHUD, QONAAH, SEDERHANA, TIDAK BERLEBIHAN “sebagaimana sering kupanjatkan saat beranjaki remaja

Tak terasa telah sampai pada semester 8, semesternya para pejuang Skripsi atau Tugas akhir. Beban kuliahku sudah tak ada, organisasi kampus juga sudah berhenti, asisten dosen jg sudah tak ada minat lagi. Berarti bebanku bisa dibilang tinggal Tugas akhir….

Suatu momen yang sangat krusial, jangan sampai bertahun2 kuliah tapi di tahap ini malah memble, seharusnya dengan alokasi waktu yang banyak dan tak terbagi-bagi, seorang mahasiswa dapat menyelesaikan TA/penelitian dengan maksimal

Tapi ternyata tak semudah itu sodara2…tantangan datang dari arah yg lain dan klasik, disaat tidak ada lagi kuliah tentu membuat jenuh juga, yang kadang bisa membuat saya malas.

Seorang murobbiku memberikan saran bahwa dengan kondisi yang demikian kita harus super fokus, dulu waktu terbagi buat kuliah maka sekarang bisa dialihkan ke TA, dulu waktu terbagi buat organisasi maka sekarang bisa dialihkan ke TA, dulu waktu terbagi buat tugas dan praktikum maka sekarang bisa dialihkan ke TA, maka kuncinya adalah fokus, fokus lagi , fokus dan fokus

Sempat down beberapa bulan gara2 KP yang ada ganjalan , telah merambah ke semangatku yang semakin mengendor, tidak ada gairah untuk berkarya/ikutan kompetisi, IPK turun meleset dr target, TA telat mulai, Praktikum peminatan yang terkatung2. Mengapa ini terjadi di semester akhirku?????

Aku merasa ini adalah cobaan dan ujian, mungkin Alloh sedang mengingatkanku, mungkin aku sudah melenceng dari rel yang lurus, mungkin saatnya untuk taubat mengevaluasi diri dan memperbaiki niat.

Aku ingin bangkit, TA ku gak mau sembarangan dalam memulai, aku harus pastikan kali ini tidak/jangan gagal. Judul TA kupersiapkan dengan matang2 agar sidikit kemungkinan kesulitan dipertengahan jalan. Seperti biasanya saya tidak ingin cenderung mengikuti arus orang lain(orang lain begini, saya ikut2an), saya ingin melakukan pembaharuan-pembaharuan kecil. Segala keputusan selama kuliah kupertimbangkan berdasarkan dengan cita-cita dan minat saya.

Diawal kuliah ku terangkan ke beberapa teman bahwa saya minat ke Bidang sumber daya air, dipertengahan jalan aku sempat ikutan lomba jembatan pikiranku berbelok menjadi minat ke struktru jalan jembatan, ada kepikiran ke AMDAL dan manajemen lalu-lintas, huh….memang sulit untuk konsisten, dulu saya mati2an ingin ke teknik kimia karena dulu sempat ikut olimpiade kimia waktu SMA eh pada akhirnya diakhir2 sy milih Teknik Sipil. Hati ini gampang sekali bolak-balik yah.

Dan akhirnya kembali ke judul artikel ini, judul TA…..saya lagi GALAUUUU pemirsa, hehe

bingung mau mengkaji tentang apa, namun akhir2 ini saya minat sekali mengambil judul dengan studi kasus tempat saya KP, entah itu box girder, pondasi, pilar, oprit, underpass, box culvert, manajemen lalin, dampak lingkungan….aahhh

pokoknya apaun pilihan saya nantinya …tetap harus MOVE-ON
Mau wisuda bulan apapun, yang penting semoga kita sukses di pasca kampus….. 🙂

  1. VISI-ON——->niat yg benar
  2. ACTI-ON——–>harus ada aksi, jgn malas
  3. PASSI-ON——-> enjoy, bersyukur atas segala anugerah dan kelebihan, dilandasi spiritual yang kuat
  4. COLLABORATI-ON——->cari partner sukses, dan tetap aktif di komunitas positif, produktif, kontributif. Berjamaah

Konsep sukses : Pak Jamil Azzaini

*lagi2 tulisan curhat

http://efratadenny.files.wordpress.com/2012/10/salak-bali.jpg

(sumber foto: efratadenny.com)

Sudah hampir sebulan KKN-ku, dan juga sudah hampir 3 bulan Kerja Praktekku. Hal ini benar-benar di luar dugaan, menjalani KKN ketika masih ada program kerja praktek. Hasilnya adalah tidak fokus, terutama yang KKNnya. Saya sering merasa gak enak kepada tim KKN-ku, kerjaku gak total karena terhambat oleh Kerja praktek dan juga perkuliahan , bahkan agenda organisasi.

Saya mengira KKN akan dilaksanakan bulan Desember karena di bulan ini kerja praktekku udah selesai, eh taunya malah Nopember. Tabrakan sudah…Dihadapkan pada kondisi ini membuat saya harus bagi waktu dengan bijak, dan jangan sampai mengabaikan KKN karena ini adalah kesempatan dan pengalaman sekali seumur hidup pikirku. Namun ternyata sulit, saya lebih mementingkan agar bisa ikut kuliah menimba ilmu di bidang saya, dan juga belajar lapangan di kerja praktek. Di sini lah perasaan bersalah muncul..hmm

Oya KKN kami berada di Agrowisata Turi Sleman, tepatnya di desa Bangunkerto. Disana kami mempunyai program pokok untuk penguatan promosi agrowisata yang sempat mati dikarenakan ditelantarkan oleh investor. Ada 3 prodi di KKN ini dimana teknik sipil merencanakan perbaikan kolam renang, agroteknologi merancang kebun wisata salak, dan Ilmu komunikasi membangun promosi lewat media internet.

Adapun program bantuan , kami melakukan pengajaran TPA, TK dan pengajian masyarakat, dan juga lomba-lomba. Alhamdulillah sambutan warga disini cukup baik akan kehadiran kami, meskipun program kami tidak secara langsung bersentuhan dengan masyarakat akan tetapi fokus kami adalah perbaikan promosi Agrowisata.

Disini selain taman tentunya ada kebun-kebun salak dimana para pengunjung boleh makan ditempat gratis. Dan ada juga salah satu kompek kebun salak dimana ditanam koleksi salak dari seluruh nusantara. Dari yang paling murah sampai yang paling mahal, dari yang kecut sampai yang manis sekali.

Satu hal yang cukup menjadi tantangan adalah jarak antara kos dan lokasi KKN yang cukup jauh dimana lokasinya cenderung naik di kaki gunung Merapi, suhu yang dingin ditambah musim hujan yang telah datang membuat perjalanan kami sering diguyur hujan.

Sekecil apapun kontribusi saya, saya tetap senang dengan KKN ini, bertemu dengan 3 prodi membentuk 1 tim dengan tujuan yang sama.

Bagi yang ingin tau Agrowisata di Turi Sleman dan tentang salak Pondoh disana, cek websitenya :
(karya Tim KKN UMY 2012-prodi Ikom)

http://www.agrowisata-salak.co.nr/
cekidot!!


My Instagram

Terjadi error saat mengambil gambar dari Instagram. Upaya akan diulangi beberapa menit lagi.

Terimakasih atas kunjungannya ^^

arsipp

November 2017
S S R K J S M
« Agu    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Blog Stats

  • 223,704 hits

jadwal sholat untuk daerah kasihan-bantul-YKT

Zifa Engineering Consultant

my workplace

pengunjung

free counters

peta

twitter