fadlyfauzie's Blog

Archive for the ‘teknik sipil’ Category

Satu ungkapan yang sangat tepat untuk saat ini adalah “Bersyukur”. Berterimakasih atas segala nikmat-karunia selama 4 tahun ini,sehingga suatu hal yang ditunggu-diharap yaitu kelulusan kuliah bisa dilalui. Orang tua dan keluarga senang begitu juga para guru (dosen) ikut senang.

Selama kurang lebih 5 bulan saya harus berjibaku dengan pengerjaan Tugas akhir (final project), sangat mengesankan sekali begitu banyak hikmah yang didapatkan. Pertama diawali dengan kebingungan mencari judul penelitian , mencari saran kesana kemari tidak membuat diriku yakin. Sampai akhirnya pada pengajian Milad UMY yg dihadiri Pak Jamil Azzaini saya sempat berbincang-bincang dengan Pak Agus S.Muntohar , tentang berbagai hal dari kondisi kampus, jurusan sampe tentang TA, saya terinspirasi dari beliau untuk menganalisis fondasi tiang dengan software , dengan kasus di tempat KP-ku dulu.

Dan kubulatkan tekad untuk mencoba menjadikan beliau menjadi dosen pembimbing saya, sehingga dimulailah email-emailan. Saya disarankan untuk mencari program Plaxis dan TA ttg Plaxis. Berbagai usaha kulakukan ngopy TA ke UII, download software, download jurnal. Setelah semua ada saya masih belum faham mau kemana arah penelitian saya, mau nyicil juga bingung karena belum tau tujuan akhir dari penelitian ini. Dengan segala susah -derita-senangnya menyelesaikan tugas akhir, ada beberapa hal yang menarik bagi saya,

Dosen Pembimbing

(1)Pembimbing saya lebih suka koreksi draft lewat online daripada diprint,
(2)Konsultasi online lewat jejaring sosial lebih disukai daripada email (padahal dalam benak saya email kayaknya lebih sopan daripada lewat jejaring sosial, unik ya?),
(3) Revisi laporan saling kirim file online,
(4)Diberi keleluasaan untuk belajar software PLAXIS di ruangannya (ditinggal pergi coba….)
(5) Saya dan temen saya Rizqi menjadi mahasiswanya yang pertama kali membuat TA geoteknik dengan Metode elemen hingga ,
(6)
Kalo ngoreksi , sangat detil sekali, sehingga setelah sidang yang namanya REVISI sangat sedikit sekali,
(7) Dari penelitian ini salah satu cita-cita saya tercapai yaitu menjadi mitra penelitian dengan dosen. Hasil penelitian saya dikombinasikan kajian beliau yang pada akhirnya menjadi sebuah makalah yang dipresentasikan pada Konferensi Nasional Teknik Sipil ke-7 (KoNTeks7) Solo 24 Oktober 2013. Alhamdulillah

Seminar dan Pendadaran

Untuk seminar alhamdulillah berjalan dengan lancar, hasil dari penelitian saya dipresentasikan dihadapan teman-teman teknik sipil UMY. Pada malam harinya saya sempat meriang, jadi ketika presentasi Sabtu, 6 Juli 2013 sedikit kurang fokus. Di akhir seminar dosen saya menjelaskan kepada audien akan pentingnya penguasaan software teknik sipil, bahkan beliau sangat mendukung bila ada mahasiswa yang melakukan penelitian menggunakan software. Saking perhatiannya, beliau mengusulkan ke pihak jurusan agar diberikan ruangan khusus mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir menggunakan software, baik itu struktur, keairan, geoteknik dan pemodelan2 lainnya.

Untuk pendadaran, saya sempat sangat khawatir beberapa hari sebelum hari-H karena beberapa bab belum sempat dikoreksi tepatnya bab hasil-pembahasan dan kesimpulan. Sementara saya harus segera mengeprint draftnya untuk dikasihkan ke dosen penguji agar dibaca dahulu. Karena beberapa kendala akhirnya saya baru menyerahkan draft pada hari-H hihihi….malunya aku, tapi alhamdulillah dosen2nya memaklumi. Saat pendadaran terdiri dari 1 dosen pembimbing dan 2 dosen penguji, 1 dosen penguji betul2 menguji pendirian saya dengan pertanyaan yang sangat mendasar sekali, seiring berjalan waktu ujian yang terjadi malah mengalir menjadi semacam diskusi ,menarik menururtku. Yang awalnya sempat tegang seperti mau dibantai , eh ternyata cukup santai. Malah dosen penguji satunya lagi tidak memberi saya pertanyaan apa-apa :D. (tumben kok baik sekali pak dosen ini, hihi). Beliau cuma memberi masukan agar penamaan judulnya lebih disesuaikan lagi dengan isi laporan. Di akhir sesi saya sempat meminta berfoto bersama, ya sebagai kenang-kenangan sih bahwa “SAYA PERNAH NGERJAIN SKRIPSI DAN DIUJI OLEH DOSEN LOH!” (hahaha lebay)

Setelah pendadaran selesai, perasaan begitu lega, plong. Bahwa tugas saya sebagai mahasiswa S1 sudah selesai. Hmmmh Alhamdulillah

pendadaran(foto selepas pendadaran)

Yudisium

Selanjutnya yudisium , dimana saya harus melengkapi urusan administrasi dan akademik selama kuliah. Sejak saat itu lah (31 Agustus 2013) saya dinyatakan menyandang gelar Sarjana Teknik (ST) finish di IPK 3,72. Pemberian gelar yang menurutku adalah sebuah amanah besar dan ujian memegang idealisme, bagaimana ilmu dan pengalamanku betul-betul menjadi problem solver, kata engineering saja mempunyai arti rekayasa, ya semoga saya bisa menjadi salahsatu orang yang solutif bagi negeri ini. Kuncinya saya harus terus belajar, kapan saja dimana saja.

Wisuda

Kemudian puncaknya adalah wisuda (19 Oktober 2013), yaitu acara seremonial pemberian ijazah seorang sarjana dari Kampus (lewat Dekan dan Kajur). Ibu dan bapakku datang ke Jogja ditemani adikku, sedangkan kakakku tidak bisa hadir dikarenakan sedang hamil jadi takut beresiko diperjalanan.

Penyerahan Medali wisuda (Bu Anita)(s)(seremoni wisuda)

DSC_0014new(s)(foto keluarga)

Iklan

Proses konstruksi sebuah jalan membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Omri Dahlan dan Alex Goykham dalam artikelnya “The Importance of Green Roads” menyajikan sebuah data mencengangkan bahwa dalam setiap pembangunan 1 mil jalan dengan seluruh prosesnya yang dimulai dari penambangan material, pengangkutan, dan konstruksi menghasilkan polusi sebesar 1200 ton. Hasil yang setara dengan polusi yang ditimbulkan oleh 210 mobil dalam kurun waktu setahun

Dalam setiap proses konstruksi jalan pasti menimbulkan beberapa dampak, yaitu mengubah kondisi dan fungsi lahan, konsumsi sumberdaya alam tak terbarukan dalam jumlah besar, dan menghasilkan polusi dan limbah.

Jumlah lajur di Indonesia pada tahun 2014 direncanakan akan menjadi 60.674 lajur mil. Itu artinya proyek ini akan menyumbang sampah karbon sebesar 72.808.800 ton. Angka yang fantastis!, namun sangat menyesakkan dada. Efek gas rumah kaca yang ditimbulkan jelas akan semakin terasa.

Hal yang sangat dibutuhkan adalah inovasi di bidang konstruksi jalan agar pelaksanaannya tetap mengindahkan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Pembangunan berkelanjutan merupakan proses pembangunan yang menjadikan faktor kelestarian lingkungan sebagai pertimbangan utama. Para pakar jalan yang memperhatikan faktor kelestarian lingkungan. Konsepnya disebut sebagai “Green Roads” atau jalan ramah lingkungan.

utama_FuDlRrSTt6_20130510

Green Roads : Apa dan Bagaimana?
Definisi green roads adalah kegiatan penyelenggaraan jalan yang menerapkan prinsip lingkungan dimulai dari tahap pembiayaan, perencanaan, desain, konstruksi, dan pemeliharaan jalan. serta penanganan dampak perubahan iklim. Sedangkan prinsip lingkungan adalah prinsip yang mengedepankan dan memperhatikan unsur pelestarian lingkungan seperti pemanfaatan secara efektif dan efisien  sumber daya air dan energi, pengurangan limbah dan polusi, dan pensinergisan lingkungan alami dan buatan.

Untuk mewujudkan konstruksi jalan yang ramah lingkungan dibutuhkan beberapa tahapan. Dimulai dari peninjuauan level kebijakan yang mendukung terciptanya kondisi jalan yang ideal. Dalam undang-undang nomor 38 tahun 2004 tentang jalan, pasal 2 menyebutkan bahwa penyelenggaraan jalan berdasarkan pada azas kemanfaatan, keamanan dan keselamatan, keserasian, keselarasan, keseimbangan, keadilan, tranparansi, dan akuntabilitas, keberdayaan, dan keberhasilan, serta kebersamaan kemitraan.

Masih dalam peraturan yang sama, pasal 5 ayat 1 bahkan menyatakan faktor sosial dan lingkungan secara lebih spesifik. Jalan sebagai  bagian prasarana transportasi mempunyai peran penting dalam bidang sosial, budaya dan lingkungan hidup, politik, pertahanan dan keamanan, serta dipergunakan sebesarnya untuk kemakmuran rakyat. Secara langsung peraturan tersebut sebenarnya sudah “mengisyaratkan ” agar pembangunan jalan Indonesia menjadi lebih ramah lingkungan. Namun agaknya kebijakan ini perlu diruncingkan dalam peraturan pemerintah agar pelaksanaannya lebih terarah.

Dalam pembangunan green roads dikenal beberapa prinsip penting, yaitu meminimalkan pemanfaatan energi dan air, mengurangi penggunaan sumber daya alam tak terbarukan, desain dan material yang meminimalkan dampak lingkungan akibat pembangunan dan pengoperasian jalan (polusi udara, suara, getaran, dan limbah), serta lansekap jalan membaur dengan lingkungan sekitar.

Mengoptimalkan wilayah di sekitar jalan sebagai daerah tangkapan dan resapan air merupakan salahsatu kriteria green roads. Selain itu, memanfaatkan materi daur ulang untuk meminimalkan bahan buangan, dan mereduksi energi dalam pembuatan jalan juga menjadi kriteria gree roads.

Penerapan green roads yang paling mudah dilakukan adalah penghijauan di sekitar jalan. Pohon-pohon sebagai penyuplai oksigen dianggap manjur untuk mengurangi pencemaran karbon.

Hal lain yang patut digalakkan adalah pemanfaatan teknologi “rumput beton” vetiver di lereng jalan untuk menangani masalah erosi dangkal. Penggunaan aspal daur ulang merupakan alternatif bijak untuk mengurangi pengguanaan material baru.

Sudah seharusnya metode pencampuran aspal hot mix  ditinggalkan/dikurangi dan beralih ke metode low temperature asphalt pavement. Metode ini lebih ramah lingkungan karena mengkonsumsi lebih sedikit energi dan menghasilkan lebih sedikit limbah. Puslitbang Jalan dan Jembatan telah mengembangkan teknologi yang berkaitan dengan kriteria green roads. Yang seharusnya dilakukan adalah mendorong penerapannya dalam pembanguanan jalan di Indonesia.

Pembuatan lajur sepeda yang aman dan akomodatif merupakan salahsatu kebijakan penerapan green roads  yang paling dinanti oleh warga kota besar. Mendorong penggunaan sepeda sejatinya merupakan solusi yang cukup ampuh untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor. Selama ini banyak warga yang enggan menggunakan sepeda karena belum tersedianya jalur sepeda yang aman dan nyaman untuk dilewati. Penerapan prinsip ramah lingkungan dalam pembangunan dan penggunaan jalan menjadi pilihan yang harus dilaksanakan. Karena perubahan iklim  akan tetap terjadi dan yang bisa dilakukan oleh manusia hanyalah memperlambat lajunya. (Nanda/Majalah Dinamika Riset edisi April-Juini 2013, Litbang Pekerjaan Umum)

Tulisan ini searah dengan tujuan Kelompok Program Penelitian (KPP) Jalan dan Jembatan yang ramah lingkungan.
Link:

5

Mungkin bisa jadi saya yang paling aktif ikutan lomba-lomba diantara teman2 angkatan, bisa jadi mereka juga risih “ni anak kok hobinya ikutan lomba”, yang mungkin beranggapan bahwa akademik saya akan terganggu.

Saya sih hadapi dengan biasa-biasa saja, dengan tidak bermaksud ujub namun bersyukur akan ada potensi yang bisa digali. Kucoba seimbangkan antara peran akademik, organisasi, rohani, pengembangan diri agar semuanya terserap pada diri. Dan saya menyadari bahwa saya belum bisa meniru hebatnya para seniorku sebelumnya..

Latar belakang keikutsertaan saya dalam lomba sederhana saja, mgkn masih ada saksi hidup yang ingat bahwa saya pernah berkata” Saya ingin memberikan sesuatu bagi almamater” simple kan. kata itu saya lontarkan saat semester 2.

Saat itu belum ada tradisi dari mahasiswanya untuk berkompetisi di bidang teknik sipil. Sehingga kucoba merintis, kebetulan saat itu saya diamanahi ketua divisi PSDM HMS, lalu saya berfikir bidang ini seharusnya membuat mahasiswanya semakin berkembang dan terberdayakan. Saya rasa harus dimulai dari diri sendiri sebelum menggaungkannya ke teman mahasiswa yang lain.

Bermodal pengalaman keikutsertaan lomba ON MIPA, saya sudah sedikit memiliki akses dengan kalangan jurusan, sampai akhirnya mencoba membuka sekat-sekat birokrasi dan melobi pihak jurusan agar mendukung kegiatan kemahasiswaan khususnya pendelegasian lomba.

Dimulai dari lomba rancang jembatan ITS yang masuk finalis, lomba rancang kuda-kuda UGM yang masuk finalis, dan terakhir baru2 ini lomba desain maket bendung gerak ITS. Berawal hanya berupa finalis, kemudian finalis yang mendapat no urut lebih baik, sampai akhirnya bisa mendapat tropi.

Ya inilah akhir perjalanan saya di dunia kompetisi di kuliahan S1, saya belum bisa memberikan hasil terbaik berupa juara satu di lomba aket bendung gerak. Saya meyakini masih banyak titik lemah bagi teman2 teknik sipil UMY apabila ikut serta dalam lomba. Tapi ini bukan berarti harus meninggalkan dan menyerah pada keadaan.

Lomba perancangan teknik sipil itu menarik loh
Berbeda dengan lomba-lomba karya tulis ilmiah pada umumnya yang hanya berada di tataran pemikiran atau ide. Mungkin ada beberapa poin untuk meyakinkannya :

  1. Lomba perancangan teknik sipil sama-sama bernilai ilmiah seperti LKTI, karena pembuatan proposal desain dipastikan menggunakan sistematika penulisan dan metopen.
  2. Lomba perancangan akan menguji kepahaman kita akan materi-materi kuliah. Karena saat melakukan perancangan semuanya harus berlandaskan teori.
  3. Lomba perancangan dapat membuktikan sendiri ilmu yang didapat ke dalam tataran praktis. Misalkan apa itu lendutan, bukling, modulus elastisitas sulit ditemukan secara nyata pada saat kuliah.
  4. Lomba perancangan seperti membawa kita pada siklus dunia konstruksi, nulis proposal seperti bikin dokumen lelang, pengumuman lolos proposal seperti pengumuman tender, pengerjaan desain menjadi suatu karya ibaratnya sedang dalam tahap konstruksi, keuangannya yang tidak bisa disupport 100% akhirnya harus pinjam, dan lain sebagainya.
  5. Lomba perancangan akan selalu bertemu dengan banyak mahasiswa dari seluruh Indonesia dengan berbekal inovasi-inovasi yang keren dan luar biasa, sehingga tukar informasi dan ilmu bisa semakin terasa, sehingga kita dapat mengukur diri akan kualitas kita sebagai mahasiswa.

Kalau ada opsi sebenarnya pengen terus2an ikutan lomba, biar bisa ketemu orang-orang hebat se-Indonesia. Namun saya juga harus memikirkan untuk menyelesaikan studi, karena ini yang diharapkan para orang tua, melihat anaknya wisuda. Saya berharap akan ada sekelompok mahasiswa yang meneruskan perjuangan, karena ini bukan untuk kepentingan pribadi saja, namun dari sini kita bisa berkontribusi bagi jurusan dan almamater kampus, sehingga kita benar2 tercatat telah mencetak sejarah ketika menuntut ilmu di kampus.2013-04-28 19.17.17d

Saran saya, kembangkanlah imajinasi, dan buatlah ide inovasi, perkuat penggunaan teknologi informasi, serta perbaguslah public speaking. InsyaAllah mau kampus manapun pasti bisa bersaing di kancah lomba Nasional bahkan Internasional 🙂

Tak terasa telah sampai pada semester 8, semesternya para pejuang Skripsi atau Tugas akhir. Beban kuliahku sudah tak ada, organisasi kampus juga sudah berhenti, asisten dosen jg sudah tak ada minat lagi. Berarti bebanku bisa dibilang tinggal Tugas akhir….

Suatu momen yang sangat krusial, jangan sampai bertahun2 kuliah tapi di tahap ini malah memble, seharusnya dengan alokasi waktu yang banyak dan tak terbagi-bagi, seorang mahasiswa dapat menyelesaikan TA/penelitian dengan maksimal

Tapi ternyata tak semudah itu sodara2…tantangan datang dari arah yg lain dan klasik, disaat tidak ada lagi kuliah tentu membuat jenuh juga, yang kadang bisa membuat saya malas.

Seorang murobbiku memberikan saran bahwa dengan kondisi yang demikian kita harus super fokus, dulu waktu terbagi buat kuliah maka sekarang bisa dialihkan ke TA, dulu waktu terbagi buat organisasi maka sekarang bisa dialihkan ke TA, dulu waktu terbagi buat tugas dan praktikum maka sekarang bisa dialihkan ke TA, maka kuncinya adalah fokus, fokus lagi , fokus dan fokus

Sempat down beberapa bulan gara2 KP yang ada ganjalan , telah merambah ke semangatku yang semakin mengendor, tidak ada gairah untuk berkarya/ikutan kompetisi, IPK turun meleset dr target, TA telat mulai, Praktikum peminatan yang terkatung2. Mengapa ini terjadi di semester akhirku?????

Aku merasa ini adalah cobaan dan ujian, mungkin Alloh sedang mengingatkanku, mungkin aku sudah melenceng dari rel yang lurus, mungkin saatnya untuk taubat mengevaluasi diri dan memperbaiki niat.

Aku ingin bangkit, TA ku gak mau sembarangan dalam memulai, aku harus pastikan kali ini tidak/jangan gagal. Judul TA kupersiapkan dengan matang2 agar sidikit kemungkinan kesulitan dipertengahan jalan. Seperti biasanya saya tidak ingin cenderung mengikuti arus orang lain(orang lain begini, saya ikut2an), saya ingin melakukan pembaharuan-pembaharuan kecil. Segala keputusan selama kuliah kupertimbangkan berdasarkan dengan cita-cita dan minat saya.

Diawal kuliah ku terangkan ke beberapa teman bahwa saya minat ke Bidang sumber daya air, dipertengahan jalan aku sempat ikutan lomba jembatan pikiranku berbelok menjadi minat ke struktru jalan jembatan, ada kepikiran ke AMDAL dan manajemen lalu-lintas, huh….memang sulit untuk konsisten, dulu saya mati2an ingin ke teknik kimia karena dulu sempat ikut olimpiade kimia waktu SMA eh pada akhirnya diakhir2 sy milih Teknik Sipil. Hati ini gampang sekali bolak-balik yah.

Dan akhirnya kembali ke judul artikel ini, judul TA…..saya lagi GALAUUUU pemirsa, hehe

bingung mau mengkaji tentang apa, namun akhir2 ini saya minat sekali mengambil judul dengan studi kasus tempat saya KP, entah itu box girder, pondasi, pilar, oprit, underpass, box culvert, manajemen lalin, dampak lingkungan….aahhh

pokoknya apaun pilihan saya nantinya …tetap harus MOVE-ON
Mau wisuda bulan apapun, yang penting semoga kita sukses di pasca kampus….. 🙂

  1. VISI-ON——->niat yg benar
  2. ACTI-ON——–>harus ada aksi, jgn malas
  3. PASSI-ON——-> enjoy, bersyukur atas segala anugerah dan kelebihan, dilandasi spiritual yang kuat
  4. COLLABORATI-ON——->cari partner sukses, dan tetap aktif di komunitas positif, produktif, kontributif. Berjamaah

Konsep sukses : Pak Jamil Azzaini

*lagi2 tulisan curhat


box girder

JEMBATAN BOX GIRDER

Jembatan box girder adalah sebuah jembatan dimana struktur atas jembatan terdiri dari balok-balok penopang utama yang berbentuk kotak berongga. Box girder biasanya terdiri dari elemen beton pratekan, baja structural, atay komposit baja dan beton bertulang. Bentuk penampang dari box girder umumnya adalah persegi atau trapezium dan dapat direncanakan terdiri atas 1 sel atau banyak sel.

 banyak sel girder

Salah satu keuntungan dari jembatan box girder yaitu ketahanan torsi yang lebih baik, yang sangat bermanfaat untuk aplikasi jembatan yang melengkung. Tinggi elemen box girder dapat dibuat constant maupun bervariasi, makin ke tengah makin kecil.

tinggi box

Jembatan box girder beton umumnya dipadukan dengan system prategang. Konsep prategang adalah memberikan gaya tarik awal pada tendon sebagai tulangan tariknya serta memberikan momen perlawanan dari eksentrisitas yang ada sehingga selalu tercipta tegangan total negative baik serat atas maupun bawah yang besarnya selalu dibawah kapasitas tekan beton. Struktur akan selalu bersifat elastic karena beton tidak pernah mencapai tegangan tarik dan tendon tak pernah mencapai titik plastisnya.

tendon

Metode pelaksanaan jembatan box girder juga kompleks dan bervariatif tergantung dari keadaan tanahnya, jenis tendon pratekannya apakah internal prestressing atau external prestressing, tergantung juga lekatan kabel dengan beton apakah bonded ataukah unbounded, pengaturan bentangan jembatan apakah menerus atau bentang sederhana, tinggi elemen box girder apakah bervariasi atau constant serta proses pelaksanaan di lapangan apakah cor ditempat atau pracetak.

Metode pelaksanaan yang umum digunakan adalah metode konvensional dengan perancah, balance cantilever, atau kombinasinya, dan incremental launching.

MFI-22

 

konvensional menggunakan falsework

incremental_launching_photo_290

incremental erection

cantilever

cantilever 

Abutmen/ Kepala Jembatan

Bangunan bawah jembatan yang terletak pada kedua ujung jembatan yang berfungsi memikul reaksi beban pada ujung jembatan dan dapat juga berfungsi sebagai dinding penahan tanah.

abutmen

Pilar

Perencanaan pilar merupakan hal yang sangat penting dan mendasar yang akan mempengaruhi estetika, keekonomisan serta perilaku struktur dari jembatan. Pilar akan menerima gaya dari gelagar. Secara prinsip pemakaian beton pada pilon mempunyai dasar yang kuat mengingat akan mengalami gaya tekan yang besar.

Pilar untuk jembatan box girder beton akan menerima gaya yang besar akibat bentang jembatan yang besar serta berat box girder itu sendiri. Penampang pilar dapat dibuat massif ataupun berongga.

maket-fo-casablanca-4

 

Gelagar

Bentuk penampang dari box girder umumnya adalah persegi atau trapezium dan dapat direncanakan terdiri atas 1 sel atau banyak sel

maket-fo-casablanca-12

Lock Up Device

Fungsi dari lock up device adalah untuk memberikan suatu hubungan yang kaku (rigid link) antara dek jembatan dengan abutmrn atau pilar jembatan, sehingga pada akibat beban yang cepat dangan durasi yang pendek seperti gempa, tabrakan, rem, gaya tersebut akan disalurkan ke perletakan. Akibat beban yang terjadi perlahan-lahan seperti suhu, susut dan rangkak, maka tidak terjadi hubungan kaku sehingga tidak terjadi penyaluran gaya.

lock up device

Modular Expansion Joint

Sebagaimana umumnya jembatan bentang panjang, pergerakan pada dek jembatan akan selalu terjadi dan harus diakomodasi dengan baik. Untuk mengakomodasi pergerakan yang relative besar tersebut. Umumnya digunakan expansion joint tipe modular. Gambar dibawah menyajikan tipikal Expansion Joint tipe modular yang umum digunakan.

expansion joint

Mechanical Bearing

Sebagaimana umumnya jembatan bentang panjang, gaya-gaya pada perletakan akan memiliki magnitude yang besar. Untuk itu tipe perletakan yang digunakan pada jembatan bentang panjang adalah perletakan yang mempunyai kemampuan menahan gaya yang besar. Tipe perletakan mekanik seperti pot bearing dan spherical bearing umum digunakan pada jembatan bentang panjang.

mechanical bearing

 

pot bearing

 

 

Sumber : Manual Pemeliharaan Jembatan Box Girder

The continuing expansion of highway network throughout the world is largely the result of great increase in traffic, population and extensive growth of metropolitan urban areas. This expansion has lead to many changes in the use and development of various kinds of bridges. The bridge type is related to providing maximum efficiency of use of material and construction technique, for particular span, and applications. As Span increases, dead load is an important increasing factor. To reduce the dead load, unnecessary material, which is not utilized to its full capacity, is removed out of section, this results in the shape of box girder or cellular structures, depending upon whether the shear deformations can be neglected or not. Span range is more for box bridge girder as compare to T-beam Girder Bridge resulting in comparatively lesser number of piers for the same valley width and hence results in economy.

A box girder is formed when two web plates are joined by a common flange at both the top and the bottom. The closed cell which is formed has a much greater torsional stiffness and strength than an open section and it is this feature which is the usual reason for choosing a box girder configuration.

Box girders are rarely used in buildings (box columns are sometimes used but these are axially loaded rather than in loaded in bending). They may be used in special circumstances, such as when loads are carried eccentrically to the beam axis

“When tension flanges of longitudinal girders are connected together, the resulting structure is called a box girder bridge”. Baca entri selengkapnya »

Dewatering dengan Metode Cut Off dapat dilakukan dengan menggunakan Secant Piles, yaitu tiang yang saling bepotongan sehingga membentuk dinding yang rapat.
Prosesnya sama dengan diaphragm wall, tetapi materialnya menggunakan tiang beton bertulang dan tiang dari semen bentonite, yang dapat diuraikan sebagai berikut :

  • Di titik yang telah ditetapkan, tanah di bor sedalam desain, kemudian di cor semen bentonite.
  • Di sebelahnya, sesuai dengan arah (line) diaphragm wall yang direncanakan, di bor lagi sedalam desain, dengan jarak as lebih kecil dari 2x diameter lubang, kemudian di cor semen bentonite. Begitu seterusnya hingga seluruh line diaphragm walldicapai.
Metode dewatering Cut Off dengan Secant Piles
Tiang Bentonite

  • Tepat di tengah-tengah antara tiang-tiang semen bentonite yang telah selesai dicor (setelah 3 hari), dilakukan pengeboran tanah dengan diameter dan kedalaman yang sama. Karena jarak tepi tiang lebih kecil dari diameter, maka selama proses pengeboran tiang-tiang lama akan tergerus. Kemudian dilakukan pengecorandengan semen bentonite. Begitu seterusnya diantara tiang-tiang yang telah di cor, dengan demikian terbentuklah dinding yang rapat, terdiri dari tiang-tiang yang saling berpotongan (berjejeran).
Metode dewatering Cut Off dengan Secant Piles
Pengeboran diantara tiang bentonite
  • Bila struktur secant pile ini diperlukan juga sebagai struktur penahan tanahselama proses penggalian, maka untuk tiang yang tahap kedua di cor beton bertulang (sebagai struktur penahan)
  • Semen bentonite yang ada di pasaran ada beberapa macam antara lain Indobent(produksi dalam negeri), dan produksi luar negeri (impor). Sedangkan campuransemen bentonite dari beberapa trial mix yang pernah dilakukan, telah didapatkan hasil test laboratorium untuk Unconfined Compressive Strength pada umur 7 hari.
NO Material Campuran Komposisi Berat Campuran Kg/cm2 Keterangan
1 Air Cement Bentonite 1000kg, 300kg, 70kg 0.7265 Umur 7 hari
2 Air Cement Bentonite 1000kg, 300kg, 50kg 1,6718 Umur 7 hari

Sumber: METODE KONSTRUKSI DEWATERING oleh ASIYANTO
aslinya dari :http://belajarsipil.blogspot.com/2012/06/metode-cut-off-dengan-secant-piles.html


My Instagram

Terjadi error saat mengambil gambar dari Instagram. Upaya akan diulangi beberapa menit lagi.

Terimakasih atas kunjungannya ^^

arsipp

September 2017
S S R K J S M
« Agu    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Blog Stats

  • 212,428 hits

jadwal sholat untuk daerah kasihan-bantul-YKT

Zifa Engineering Consultant

my workplace

pengunjung

free counters

peta

twitter