fadlyfauzie's Blog

Archive for the ‘sains’ Category

Adakalanya manusia berdoa kebaikan namun sebenarnya sedang meminta keburukan, yaitu ketika terlalu yakin bahwa itu yg terbaik.

Misalnya baru saja dilantik jadi pejabat sampai melakukan tasyakuran berlebih-lebihan, padahal akhirnya dia ditangkap sebagai koruptor akibat jabatannya. Ingin harta banyak agar bisa dermawan belum tentu baik bila pada akhirnya Allah menakdirkan ahlaknya menjadi buruk. Melakukan resepsi nikah wah, dengan mengundang ribuan orang belum tentu baik bila pada akhirnya berujung perceraian.

Seringkali manusia tergesa-gesa. Padahal Allah maha tau apa yg terbaik bagi hambanya, hanya Allah yang maha mengetahui hal ghaib (yg belum terjadi).

“Silahkan kita memohon apa saja yang diinginkan, tapi jangan ngotot dan tergesa-gesa. Karena Allah Maha Tahu”.

Kuliah Dhuha Istiqomah, oleh K.H Athian Ali M

Iklan

Bersyukur begitu banyak org yg menyayangi, seolah saling berlomba menawarkan puzzle2 cinta untuk disusun. Sy tidaklah semalang itu…sy hanya menjaga hati agar tdk ada yg tersakiti…bilapun diri ini yg tersakiti, biarkanlah sy menghadapinya. Karena kesabaran itu tinggi, smg mnjadi wasilah rahmat-Nya dan salam bahagia dr para malaikat kelak. Semoga Allah mengampuniku yg penuh dosa ini.

Posted from WordPress for Android

Mencari puzzle yg hilang

I am youth, saya seorang pemuda…
Bulan oktober…membuatku kembali mengingat akan perjuangan para pemuda pejuang Indonesia. Ya, sumpah pemuda. Masih lama sebenarnya tanggalnya. Namun yang paling berkesan adalah ketika setahun yang lalu mengikuti agenda Saresehan Nasional ADK Indonesia di UGM(2011), saat itu sekaligus memperingati semangat Sumpah Pemuda. Luar biasa para pemuda yang hadir saat itu, terlihat bahwa mereka mempunyai cita-cita Islah bagi negeri ini, sama seperti para pendahulunya. Beda zaman , beda pula tantangannya pemuda saat ini harus benar2 tahan godaan dari hal2 pragmatis, hedonis, liberal dll. Berbagai seminar dilalui juga motivasi, seakan menekan kami agar “ayo segera ambil peran sejarah, sesuai bidangnya masing2 dan perkuatkanlah” seperti khalid bin walid yang profesional di bidang militer, amru bin ash sang diplomat, abdurohman bin ‘auf sebagai bussiness man.

Saya sungguh rindu momen-momen itu seperti SARNAS dan juga pernah mengikuti Munas FULDKT(Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Kampus Teknik) di UNS(2010). Semangat mereka begitu tinggi dimana sulit ku temui di kampusku, namun alhamdulillah saya masih punya teman2 yg ikut LDK , KAMMI(saya gak ikutan). Yang difikirkan mereka bukanlah diri pribadi, tapi bagaimana menjadi insan yang bermanfaat.

Dan entah mengapa saya jadi suka nasyid haroki/islah, seperti Shoutul Harokah. Dan salahsatu lirik yang menggugah saya adalah Bangkitlah Negeriku, Indonesia Memanggil. Ketika tampil live di SARNAS…mmmmh benar2 bikin saya tergugah n terpanggil.

Semoga semangat pemuda-ku tidak akan kendor sampai dimana saya bisa berkontribusi bagi Agama dan Bangsa. Ya ,karena sudah terbukti pemuda adalah tonggak kebangkitan Islam pada zaman salaf. Bisa…!Insyaalloh

Ust Salim A Fillah pernah menyampaikan bahwasanya pemuda harus punya persiapan2 : yaitu Integritas, Akhlak& kemampuan komunikasi, Daya dukung intelektual dan fisik.

Ya Alloh jadikan hamba bisa mencintai saudaraku yang lain sebagaimana aku mencintai diriku.

Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Air saat ini tengah mengembangkan teknologi Pemecah Gelombang Ambang Rendah (PEGAR). Keunggulan teknologi ini dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak mengganggu pemandangan ke arah laut.

“Kesan alami karena gelombang laut tidak dimatikan melainkan diatur, sehingga respon pantai relatif seragam pada arah memanjang, tegas Bambang Hargono  disela-sela peresmian Gedung Laboratorium Teknik Pantai kemarin (20/9) di Buleleng, Bali.

Sisi lain, energi gelombang dibelakang PEGAR banyak berkurang sehingga perairan dibelakangnya relatif aman untuk masyarakat yang gemar berenang di pantai. Selain itu, dampak yang ditimbulkan PEGAR lebih kecil dibanding dengan teknologi pemecah gelombang konvensional.

Adapun bangunan pelindung pantai (revetment) yang telah diterapkan sebelumnya antara lain blok beton I, blok beton 3B dan modifikasi blok beton 3B yang diciptakan 2011.

Laboratorium teknik pantai terbukti telah mendukung konservasi Pulau Nipah di perbatasan Singapura yang terancam hilang.  Proyek pengaman Pantai Rembang,   skenario sea wall pada penelitian dam lepas Pantai Semarang merupakan beberapa contoh yang juga didukung laboratorium ini.

“Skenario pulau buatan dan rencana tol Tanjung Benoa juga tak luput dari dukungan Laboratorium kita punya,” tutur Kapuslitbang Air Kementerian PU. (Sony)

image

Mulai hari ini (15-8-2012) persimpangan jalan yang masyarakat menyebutnya parapatan jarum telah di pasang lampu rambu lalu lintas. Sebelumnya disini sering terjadi konflik yang menyebabkan kesemrawutan, tak sedikit pengendara yang kecelakaan disini. Namun ada dampak tersendiri, lampu lalin ini menyebabkan antrean yang banyak. Terlebih lampu merah ini hanya berjarak kurang lebih 200 m dari lampu merah lapang bakti. Sepeninjauan saya lampu merah disini masih belum dipatuhi dengan baik sehingga konflik tetap saja terjadi.

REPUBLIKA.CO.ID, Amal Jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walaupun orang yang melakukan amalan tersebut sudah wafat. Amalan tersebut terus memproduksi pahala yang terus mengalir kepadanya.

Hadis tentang amal jariyah yang populer dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya” (HR. Muslim).

Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariah.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya wafat ialah ilmu yang disebarluaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang dibangunnya untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).

Di dalam hadis ini disebut tujuh macam amal yang tergolong amal jariah sebagai berikut.

1. Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, seperti diskusi, ceramah, dakwah, dan sebagainya. Termasuk dalam kategori ini adalah menulis buku yang berguna dan mempublikasikannya.

2. Mendidik anak menjadi anak yang saleh. Anak yang saleh akan selalu berbuat kebaikan di dunia. Menurut keterangan hadis ini, kebaikan yang dipeibuat oleh anak saleh pahalanya sampai kepada orang tua yang mendidiknya yang telah wafat tanpa mengurangi nilai/pahala yang diterima oleh anak tadi.

3. Mewariskan mushaf (buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan masyarakatnya.

4. Membangun masjid. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Orang yang membangun masjid tersebut akan menerima pahala seperti pahala orang yang beribadah di masjid itu.

5. Membangun rumah atau pondokan bagi orang-orang yang bepergian untuk kebaikan. Setiap orang yang memanfaatkannya, baik untuk istirahat sebentar maupun untuk bermalam dan kegunaan lain yang bukan untuk maksiat, akan mengalirkan pahala kepada orang yang membangunnya.

6. Mengalirkan air secara baik dan bersih ke tampat-tempat orang yang membutuhkannya atau menggali sumur di tempat yang sering dilalui atau didiami orang banyak. Setelah orang yang mengalirkan air itu wafat dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari kecemaran dan dimanfaatkan orang yang hidup maka ia mendapat pahala yang terus mengalir.

Semakin banyak orang yang memanfaatkannya semakin banyak ia menerima pahala di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membangun sebuah sumur lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah akan mem­berinya pahala kelak di hari kiamat.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah).

7. Menyedekahkan sebagian harta. Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.

Sumber : Ensiklopedi Hukum Islam

Arsitektur adalah bidang di mana konsep seni dan estetika yang ditanamkan Allah dalam diri manusia dapat terlihat. Tapi tahukah Anda, ternyata masih terdapat banyak arsitek di alam ini yang sama terampilnya dengan manusia? Salah satu dari sekian banyak contoh yang ada adalah berang-berang.

Menebang Pohon dengan Gigi dan Cakar

Kisah tentang berang-berang dimulai dengan seekor pejantan dan betina yang pergi untuk membuat sarang baru untuk mereka sendiri. Pasangan berang-berang ini akan membangun rumahnya di atas sungai. Tapi, untuk mengerjakannya, pertama kali mereka harus membendung laju arus sungai. Untuk menahan laju aliran ini mereka menggunakan cara yang sama seperti yang telah dilakukan manusia selama ratusan tahun. Dengan kata lain, mereka membuat bendungan.

Untuk memulai membangun bendungan, pertama-tama mereka harus mendapatkan bahan baku. Bahan baku ini terdiri atas balok kayu dan cabang-cabang pohon. Berang-berang mulai bekerja dengan pergi menuju areal hutan di sekitar sungai. Pertama-tama mereka memakan sedikit dedaunan dari pohon yang mereka temukan. Tapi tugas utama mereka adalah menebang dan mendorong pohon ini hingga roboh. Mereka melakukannya dengan cara menggerogoti batang utama pohon tersebut. Yang menarik di sini adalah mereka menggerogoti kayu sedemikian rupa sehingga ketika pekerjaan menebang berakhir, batang pohon senantiasa roboh ke arah sungai.

Menebang dan merobohkan pohon masih merupakan bagian pekerjaan yang paling sederhana. Selanjutnya, berang-berang memotong pohon tersebut pada cabang-cabangnya. Mereka memulai membangun bendungan dengan meletakkan cabang-cabang tersebut di depan gelondongan kayu terbesar yang telah mereka robohkan sebelumnya. Perlu diketahui bahwa, setiap saat, peralatan yang mereka gunakan hanyalah cakar dan mulutnya saja.

Mereka melakukan pekerjaan menebang pohon dan membangun bendungan dengan penuh kesabaran. Dua ekor berang-berang menebang rata-rata empat ratus pohon per tahun. Mereka memotong-motong pepohonan yang berada agak jauh dari bendungan pada cabang-cabangnya, dan kemudian menyeret potongan-potongan tersebut ke bendungan.

Berang-berang selalu menggunakan gigi depan untuk menggerogoti batang atau cabang pohon. Karena mereka menggunakannya setiap waktu, maka gigi depan ini menjadi tumpul atau rusak. Tetapi rahang berang-berang dibuat dengan memperhitungkan semua hal ini sebelumnya. Gigi depannya yang tajam selalu tumbuh memanjang, layaknya kuku manusia. Demikianlah, Allah Yang Maha Besar, yang menciptakan berang-berang, juga menciptakan gigi mereka sesuai dengan pekerjaan yang harus mereka lakukan.

Tubuh berang-berang didisain sedemikian rupa sehingga memudahkan mereka untuk berenang dan menyelam dalam air. Kakinya berselaput sehingga mudah mengayuh air. Ekor belakangnya berbentuk seperti dayung raksasa, sehingga mereka dapat berenang dengan nyaman dalam air. Baca entri selengkapnya »


My Instagram

Terjadi error saat mengambil gambar dari Instagram. Upaya akan diulangi beberapa menit lagi.

Terimakasih atas kunjungannya ^^

arsipp

November 2017
S S R K J S M
« Agu    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Blog Stats

  • 223,704 hits

jadwal sholat untuk daerah kasihan-bantul-YKT

Zifa Engineering Consultant

my workplace

pengunjung

free counters

peta

twitter