fadlyfauzie's Blog

Ketika 2 Hati Berlabuh

Posted on: Agustus 30, 2015

11751924_923869977652189_2997809851424400516_n

Memperjuangkan jodoh memang tidak mudah dan seringkali harus melalui jalan lika-liku. Ibarat sebuah kapal sudah berkali-kali menepi ingin bersandar di demaga, ternyata hanya bisa menepi di perairan saja masih jauh dari dermaga. Entah karena Kapal ini terlalu besar dan si pelabuhan perairannya terlalu dangkal, sehingga apapun usahanya kapal mustahil untuk bisa berlabuh.

kesedihan, kekecewaan mungkin memang sudah menjadi skenario Allah, tugas kita yaitu jangan sampai terlarut dalam suasana. Harus semakin kuat ke-tawakkalan kita kepada Allah. Karena ego manusia, seringnya merasa sangat yakin dengan pilihan-pilihan sendiri, kita sering terlupa bahwa pilihan Allah dan janji Allah pasti tepat. Tinggal bagaimana kita terus merayu-rayu dalam doa dan pasrah kepadanya dalam segala urusan.

Dalam usaha pencarian itu , saya menjadi belajar betapa begitu banyak hikmah bertaburan, betapa cinta tidak bisa dipaksakan, betapa cinta perlu pengorbanan, betapa mencintai perempuan yang belum siap menikah hanya menguras energi sia-sia, betapa skenario dari sang pemilik cinta lebih indah daripada apa-apa yang kita rencanakan. Dan selain itu saya menjadi semakin yakin akan kekuatan sebuah doa dan sedekah.

Dari perjalanan itu muncul pemikiran dari benak,ternyata muslimah yang berilmu dan cantik saja tidaklah cukup untuk membuat hati ini bersatu. Ada hal lain yang sangat menentukan yaitu mentalitas dan komunikasi. Diperlukan mental kuat entah itu dari si perempuan maupun si orang tua. Karena seringkali walapun 2 hati ini saling mencintai belum tentu orang tua merestui, disana selalu saja ada pergolakan batin apakah harus memperjuangkan si lelaki atau nurut dengan orang tua. Sebenarnya hal ini bisa disiasati dengan membangun komunikasi yang baik antara antara anak dan orang tua. Tak selamanya oran tua itu benar maka disini seorang anak bisa membuka ruang diskusi, dan pastinya harus dengan lemah lembut dan kesabaran.

Alhamdulillah sekarang ini 2 hati sudah bersatu terikat secara syariat(khitbah) menuju gerbang pernikahan yang insyaAllah sebentar lagi (2 bulan dari sekarang). Kesedihan yang sebelumnya sering menghantui insyaAllah sekarang diganti dengan kedamaian dan ketentraman. Sesosok gadis yang memancarkan aura keshalihan, begitu penyayang dan perhatian.

Proses yang begitu singkat diawali dengan tawaran bapak untuk saling berkenalan, 2 minggu kemudian nadhor yang dilalui dengan kemantapan tanpa ragu, dan 2 minggu kemudian langsung khitbah. Saya merasakan betapa proses ini begitu mudah, tanpa tektek bengek taaruf, tukar biodata. Saya meyakini bahwa ini merupakan karunia Allah yang besar dan diluar dugaan. Seorang gadis dengan begitu mantapnya rela dilamar oleh seorang pemuda yang belum mapan, dia tidak begitu mempertimbangkan dunia dalam menanti sang kekasih yang ada dalam benaknya hanya ingin dengan pernikahan ini saling memudahkan untuk menggapai jannah-Nya.

Di zaman yang serba hedonis begini masih ada ternyata orang tua yang tidak banyak berfikir tentang kemapanan calon menantunya. Dengan rasa cinta yang tulus dari si gadis dan disertai restu orang tua. saya merasa ini merupakan keajaiban. Karena cita-cita saya untuk menikah di tahun 2015 insyaAllah terbuka lebar, berbarengan dengan cita-cita lain yang alhamdulillah sudah terealisasi yaitu kuliah S2 di tahun 2015. Disini saya semakin dibuat takjub, rencana-rencana besar saya telah dimudahkan jalannya oleh Allah. Saya semakin tidak bersabar untuk membuat mimpi-mimpi indah lain dengan istri kelak.

Dengan kemudahan-kemudahan ini semoga penilaian saya tidak meleset bahwa gadis itu diberkahi dan membawa keberkahan karena keshalihannya. Saya sangat beruntung dipertemukan dengannya ya Allah…

Dengan khitbah ini menjadi alasan yang kuat bagi kami untuk saling setia, tidak ada lagi lirik-lirikan lagi dengan sosok lain. Dan yang pasti harus tetap menjaga hati dan memantapkan ilmu pernikahan. Semoga Pernikahan nanti berjalan dengan lancar dengan diikuti sakinah mawaddah warahmah dan barakah tentunya. Aamiin.

Terimakasih calon kekasihku😀
Banjar,29 Agustus 2015

2 Tanggapan to "Ketika 2 Hati Berlabuh"

wiiihhh, aamiin, semoga Allah memberikan kemudahan.

Aamiin Ya rabbal’alamin… makasih mas rama🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Instagram

Menghabiskan petang bersama di @kedaiomgendut ,soda mintnya bikin seger... Bersama mamang beca kota Banjar, sunmor. Dempet2an maklum pant**nya sama2 lebar 😅😅 Pemandangan danau dan pura bedugul dari atas masjid besar bedugul. Disini udaranya dingin dan sering hujan, ibarat lembangnya bandung atau kaliurangnya sleman. #bedugul #bali #keren👍

Terimakasih atas kunjungannya ^^

arsipp

Agustus 2015
S S R K J S M
« Feb    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 176,135 hits

jadwal sholat untuk daerah kasihan-bantul-YKT

Zifa Engineering Consultant

my workplace

pengunjung

free counters

peta

twitter

%d blogger menyukai ini: