fadlyfauzie's Blog

Pesona Painan-Pesisir Selatan

Posted on: Februari 15, 2014

Alhamdulillah, segala sesuatu bisa dirasakan kenikmatan bila digali betul hikmahnya. Sempat terkaget-kaget juga baru aja 2 bulan bekerja sudah mendapat tugas kerja luar kota oleh kantor dengan jarak yang cukup jauh, berhari-hari (seminggu), dan sendirian pula. Di suatu rapat itu aku benar-benar tidak menyangka ditugaskan ke Painan sendirian. Saya mendapat tugas mengawasi pekerjaan topografi dan soil investigation pada suatu rencana proyek di sana. Mau tidak mau saya harus menyanggupi, bagaimanapun sebagai orang berlatar teknik  harus bisa survive dalam berbagai kondisi, medan, cuaca, budaya, bahasa, watak manusia.

Pantai carocok

Pantai carocok

Membawa perlengkapan seadanya sebanyak 1 ransel, asumsiku bekal pakaian yang dibawa cukup untuk 4-5 hari di sana. Berangkat dari Bandara Husein Sastranagara Bandung mencoba maskapai baru Exp**ss Air dan mendarat di Kota Padang. Perjalanan ke Painan menggunakan mobil travel dan di-drop di suatu hotel sederhana seharga 150 rb/malam. Di hotel itu saya beristirahat dari kegiatan lapangan yang panas. Saya akui Painan dan Padang sangat panas terlebih saya mendapat tugas di daerah pesisir/ pantai. Hanya butuh waktu 2 hari untuk menghitamkan kulitku akibat terbakar sinar matahari. Setiap hari saya bolak balik hotel-pantai naik ojek, memang disini sarana transportasi yang efektif adalah ojek dengan harga mulai dari 3000, adapun angkot seringnya digunakan oleh para pelajar di siang hari.

Kesendirian ditengah-tengah medan yang masih asing, kota kecil, perbedaan bahasa yaitu minang yang sulit diajak berbahasa Indonesia, membuatku merasa nelangsa. Saya seperti diasingkan oleh perusahaan hahaha…. Suntuk dan bosan mungkin itu perasaanku, sehari2 mengamati pekerjaan di siang hari yang panas. Kalo stress datang biasanya sih nafsu makanku makin bertambah, pokoknya obat stress makan aja lah. Sehingga tiap malam tiba saya selalu mencari makanan di Pasar Painan. Selang beberapa hari, atasanku meminta untuk diundur pulangnya 2 hari lagi, perasaan cukup shock saat itu -_- …ya sudahlah nikmati saja😀 total saya menjadi seminggu di Painan.

Kadang disela-sela waktu isirahat siang saya sempatkan untuk mencari objek wisata alam, meskipun sendirian saya berharap dapat terhibur minimal bisa menyatakan ketakjuban atas ciptaan Allah. Nah ini mungkin, maksud dari judul posting diatas, dimana sewaktu saya mendapat tugas ke Painan saya sempat menikmati pesona alam Painan- Pesisir selatan, Sumbar. Kondisi umum kabupaten Pesisir selatan terdiri dari pantai dan bukit-bukit yang sangat tinggi, kebanyakan kondisinya masih alami atau belum tercemar, air sungai yang segar dan jernih, laut yang jernih disertai terumbu karang, masih bisa kita jumpai satwa-satwa hutan seperti elang, monyet, dan anjing sangat banyak disini. Tempat wisata alam yang saya kunjungi yaitu Pantai Carocok yang berada di teluk Painan, Air terjun Timbulun, Air terjun Bayang sani, Jembatan Akar, dan di daerah pelabuhan Panasahan tempat saya ditugaskan juga tak kalah bagusnya.

1. Pelabuhan Panasahan

Disini terdapat suatu dermaga, dimana tempat kapal dan perahu bertambat. Di sini banyak orang-orang datang di sore hari untuk sekedar menikmati pemandangan, berolahraga, dan memancing.

2. Pantai Carocok

Merupakan salahsatu objek wisata pantai primadona di Sumbar, cukup unik sekitar 100 meter dari bibir pantai lautnya sangat dangkal dan landai dimana terdapat terumbu karang, airnya yang jernih, namun selebihnya kedalaman laut meningkat tajam. Bila sedang surut terumbu karang akan kering, sedangkan ketika pasang bisa menjadi kolam yang sangat aman, karena pantai ini mendapat pemecah gelombang dari pilar-pilar beton dimana diatasnya menjadi jembatan-jembatan pejalan kaki. Disini para wisatawan bisa berenang, menikmati perahu untuk menyeberang pulau, atau bermain banana boat, atau sekedar mancing. Waktu itu tiket masuknya Rp.5000. Disini ada makanan khas, namanya palai

3. Air terjun Timbulun

Air terjun ini tidak jauh dari pusat kota Painan, bentuknya yang bertingkat sehingga memiliki beberapa terjunan, namun katanya yang bisa diakses hanya sampai pada tingkat ke-3 karena selebihnya merupakan hutan lebat. Airnya sangat jernih, sehingga tidak heran dimafaatkan oleh masyarakat sebagai sumber mata air lewat pipanisasi. Airnya mengalir ke sungai yang berbatu dan bermuara di teluk Painan. Pada hari-hari biasa sangat sepi sekali dari pengunjung, paling ada beberapa orang yang datang di akhir pekan. Biasanya air terjun ini akan sangat rama pada hari sebelum memasuki bukan Ramadhan.

4. Jembatan Akar

Berbeda dengan pantai Carocok dan air terjun timbulun yang berada di kota Painan, untuk menuju jembatan akar  harus menempun jarak +- 20 km dari Painan. Lumayan jauh jaraknya, diperjaalanan kita akan menemukan sungai besar berbatu, persawahan yang luas dan bukit-bukit besar ketika mendekati lokasi jembatan akar. Pertama tiba disana saya sangat takjub dengan adanya jembatan ini, kok bisa?

Konon katanya sebelumnya pernah ada jembatan gantung buatan penjajah portugis, namun sudah rusak. Akhirnya ada tokoh masyarakat sana yang berjuang membuat jembatan dari bambu untuk akses antara dua kampung, namun usahanya sia-sia karena jembatan selalu hanyut ketika air sungai deras. Sehingga berkat kecerdasannya, si bapak perancang melakukan penelitian mencari kombinasi pohon yang bisa saling mengikat, akhirnya tertujulah pada pohon kubang dan pohon beringin. Pertama sang perancang membuat titian bambu, kemudian merawat akar kedua pohon itu  sehingga tuumbuh mengikuti arah bambu. Jembatan ini memiliki panjang 25 meter dan lebar 1,5 meter dengan ketinggian clearence 10 meter. Mulai dibentuk pada tahun 1890 dan baru dapat digunakan pada tahun 1916. Sehingga butuh waktu sekitar 26 tahun agar jembatan akar siap digunakan. Saat ini akar-akarnya semakin besar yang artinya struktur jembatan cukup kuat, 15 orang berada diatasnya masih bisa ditopang dengan aman. Masya Allah, sungguh indah ….
Sewaktu saya kesini ternyata wisatawan bukan hanya domestik saja, saya temui sekelompok orang dari Malaysia. hehe….Kalo benar-benar dikelola dengan baik, sebenarnya bisa menjadi tujuan wisata andalan dari berbagai pelosok daerah bahkan negara. Namun kebanyakan objek wisata alam disini masih dikelola oleh masyarakat.

Saya sempat merasakan kesejukan air sungai di bawahnya, untuk mencuci kaki dan membasuh muka. Ada mitos yang terkenal disini yaitu siapa yang mandi disini bakal enteng jodoh, ah aku sih gak percaya beginian karena kalo percaya suatu tempat mempunyai kekuatan yg bisa merubah nasib sama aja dengan syirik. Namun ada yang unik, sewaktu perjalanan pulang saya beristirahat di suatu warung, disana ada 2 ibu-ibu menawarkan untuk menjadi menantunya dengan arti menawarkan putrinya untuk dinikahi hihihi….apa ini yang dinamakan enteng jodoh? wallahu a’lam, namun kuakui gadis disini cantik-cantik hehehe…siapa ya jodohku?

???????????????????????????????

Pernikahan adat minang

5. Air terjun Bayang Sani

Tidak jauh lokasinya dari jembatan akar, yaitu sekitar 1 km. MasyaAllah saya dibuat takjub lagi oleh ciptaanNya, air terjun yang bertingkat sama juga dengan yang Timbulun , kalo ga salah ada 7 tingkat katanya, namun yang dapat diakses hanya 3 tingkat. Dibawah air terjun ada semacam kolam pemandian, dimana dibuat pada zaman kolonial belanda untuk tempat beristirahat. Sampai saat ini kondisinya masih asri, alami, airnya jernih dan sejuk. Andai saja waktu itu saya ambil baju ganti, ingin rasanya berenang, berendam di air sejuknya.

Ya mungkin baru segitu petualanganku di sumatra barat atau tepatnya di pesisir selatan, ada satu keinginan yang ingin sekali bisa direalisasikan yaitu mmengunjungi kelok 9, dimana sekarang telah dibangun jembatan-jembatan yang indah. Semoga suatu saat nanti ketika pergi ke sumbar bisa mengunjunginya.Aamiin

Kelok9ud

Jembatan kelok 9

7 Tanggapan to "Pesona Painan-Pesisir Selatan"

wahhh,pasti kenyang banget yaa makan di sana.
sungguh udah sangat lama tak ke Painan,smoga bisa kembali ke sana ntar.
jadi,udah ketemu jodohnya? :p

Pastinya donk, cukup membuatku tambah buncit (diet gagal). Iya kapan2 main ksna lagi mas keren loh, hehehe

Tp jodohnya belum ketemu, wkwkwk

Wah keren blog-nya mas.. pengen bisa buat juga, ajarin yaaa🙂

Makasih mas faruq sdh mampir di blog ini…
boleh aja, mudah kok , hehe😀

blog yang sangat insipiratif bang,,, ditunggu tulisan terbarunya

makasih ridho…smg bisa nulis lg…lg mencari inspirasi dulu🙂

Tempatnya indah sekali daerah painan pesisir selatan ini, dan sepertinya dari masing-masing photo tersebut bisa di uraikan kembali dalam bentuk cerita sudut pandang yang pasti tidak kalah menarik ya Sob ? Mantap nih,

Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Instagram

Menghabiskan petang bersama di @kedaiomgendut ,soda mintnya bikin seger... Bersama mamang beca kota Banjar, sunmor. Dempet2an maklum pant**nya sama2 lebar 😅😅 Pemandangan danau dan pura bedugul dari atas masjid besar bedugul. Disini udaranya dingin dan sering hujan, ibarat lembangnya bandung atau kaliurangnya sleman. #bedugul #bali #keren👍 Latar di belakang merupakan wujud optimisme seorang arsitek/seniman dalam ketekunannya membuat patung bertahun2, ibarat seperti proyek mercusuar untuk membuat landmark baru pulau Bali. Ya, inilah [rencana] patung Garuda Wisnu Kencana didesain dengan tinggi 125 m (pedestal 50 m, patung 75 m). Digadang_gadang akan mengalahkan tingginya patung liberty. #GWK

Terimakasih atas kunjungannya ^^

arsipp

Februari 2014
S S R K J S M
« Des   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  

Blog Stats

  • 175,576 hits

jadwal sholat untuk daerah kasihan-bantul-YKT

Zifa Engineering Consultant

my workplace

pengunjung

free counters

peta

twitter

%d blogger menyukai ini: