fadlyfauzie's Blog

Khalid bin Walid r.a “Panglima Penakluk Musuh Islam”

Posted on: Februari 18, 2012

 

Di hadapan para sahabatnya. Rasulullah SAW yang mendapat kabar dari langit bercerita tentang perang Mu’tah. Zaid bin Haritsah mempertahankan panji perang hingga dia gugur. Kemudian Ja;far mengambilnya lalu ia gugur. Kemudian Ibnu Rahawah mengambilnya dan juga sama gugur. Beiau meneteskan air mata. Kemudian beliau bersabda, “Hingga salahsatu pedang dari pedang-pedang Allah mengambil bendera itu dan akhirnya Allah memberikan kemenangan kepada mereka”.

Memang demikianlah kenyataannya. Pertempuran tidak berimbang terjadi antara kaum muslimin yang hanya berjumlah 3 ribu personel mengahadapi 200 ribu pasukan Romawi dengan persenjataan lengkap. Hanya kekuatan imanlah yang membuat kaum muslimin tetap bertahan melawan pasukan adidaya tersebut. Lalu apakahdia si pedang Allah yang disebutkan Rasulullah SAW???? Ya, tidak lain beliau adalah Khalid bin Walid r.a . Ahli militer Quraisy yang baru enam bulan sebelumnya tergerak memeluk Islam.

Setelah sore menjelang, pertempuran pun dihentikan. Keesokan harinya, Khalid bin Walid mulai mengatur siasat dengan mengubah formasi pasukan. Pasukan sayap kanan, beliau pindahkan ke sayap kiri dan begitu juga sebaliknya. Pasukan depan menempati pos belakang dan sebaliknya. Perubahan formasi ini berhasil mengecoh lawan. Mereka mengira kaum muslimin telah mendapat bala bantuan baru. Sehingga ketika pasukan kaum muslimin bergerak mundur, mereka membiarkan saja. Musuh mengira pasukan Islam membuat manuver untuk menjebak mereka. Akhirnya pasukan Khalid berhasil lolos dari kepungan musuh dan selamat sampai ke Madinah. Perang tersebut begitu dahsyat. Konon Khalid bin Walid sampai mematahkan sembilan bilah pedangnya guna membabat lawan-lawannya.

Hari-hari berikutnya, Khalid bin Walid tetap berada di barisan terdepan pembela panji Islam. Saat Fathu Makkah, Khalid bin Walid diserahi Rasulullah sebagai pemimpin pasukan yang bergerak dari arah dataran rendah Mekkah. Beliau bersama pasukan bergerak ke dalam kota dan tidak mendapat perlawanan berarti, kecuali dari sebagian orang Quraisy bodoh yang berhasil diatasi dengan mudah oleh paskan Khalid bin Walid.

Meskipun mendapat julukan pedang Allah SWT, Khalid bin Walid tetaplah manusia yang tak luput dari khilaf. Suatu saat beliau berdebat dan berkata kasar terhadap Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman bin Auf pun mengadukan sikap Khalid kepada Rasulullah SAW. Murabbi mulia ini pun tidak meninggalkan sahabatnya dalam kesalahan kecuali langsung menasihatinya. Beliau bersabda kepada Khalid “Ya, Khalid , janganlah engkau menyakiti seseorang lelaki dari ahli Badar. Sekiranya enkau menginfakan emas sebesar gunung Uhud, maka itu tidak akan bisa menyamai amalnya.” Dengan lapang dada, Khalid pun menerima nasehat dari orang yang sangat dihormati dan dicintainya.

Sepeninggal Rasulullah SAW, Khalid tetap setia di jalan Islam. Hari-harinya disibukkan dengan rihlah jihad, menyebarkan Islam ke penjuru Jazirah. Bahkan beliaulah yang memimpin pasukan Islam untuk menumpas pasukan murtaddin yang dipimpin oleh Musailamah Al Kadzab, seorang dukun dai Yaman yang mendeklarasikan dirinya sebagai Nabi dan menolak kekhalifahan Abu Bakar. Atas ijin Allah, pemberontakan itu bisa dipadamkan.

Dua tahun berlalu. Tampuk kepemimpinan ummat Islam pun diserahkan kepada Al-Faruk Umar bin Khattab. Khalid bin Walid tetap berjihad menjadi komandan pasukan Islam menaklukan negeri-negeri, membebaskan penduduknya dari penghambaan kepada makhluk menuju penghambaan kepada Allah semata. Peperangan demi peperangan yang dipimpin Khalid bin Walid selalu menorehkan kemenangan yang gemilang. Kaum muslimin pun semakin hormat dan kagum terhadap kepemimpinan Khalid bin Walid.

Berita ini tentunyamembahagiakan khalifah Umar. Namun, di sudut hati khalifah terbesit kekhawatiran jika sampai kaum muslimin mengkultuskannya. Maka beliau memutuskan untuk mengganti pucuk pimpinan perang dengan panglima yang lain yang kualitasnya tidak sembarangan. Ialah Abu ubaidilah bin Jarhah. Ketika Abu Ubaidah datang, Khalid berkata, “telah datang kepada kalian kepercayaan ummat ini. Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Kepercayaan ummat ini adalah Abu Uabidah bin Jarhah.” Abu Ubaidah menimpali, “Saya juga mendengar Rasulullah SAW bersabda”Khalid adalah pedang diantara pedang Allah, dialah sebaik-baik pemuda dalam keluarga.”

Setelah menerima surat tentang pencopotan dirinya dari kedudukan sebagai panglima perang yang kemudian digantikan oleh Abu Ubaidah, dengan hati lapang Khalid bin Walid pun menyerahkan kepemimpinan tersebut kepada sahabat mulia Abu Ubaidah. Selanjutnyabeliau bertempur dengan penuh semangat sebagai anggota pasukan.

Melihat semangat juang Khalid yang tak pernah kendur meskipun kedudukannya dicopot, sebagian orang menanyakan kepada beliau mengapa beliau tidak sakit hati dan tetap bersemangat berjihad padahal tanpa ada satu kesalahanpun?? Dengan tenang beliiau menjawab,”Saya berjihad karena mengharap ridho Rabbnya Umar , bukan karena Umar.” Rupanya, kuatnya keikhlasan itulah yang menjadikan Khalid bin Walid tidak luntur semangat jihadnya, baik saat menjadi panglima maupun saat menjadi pasukan biasa. Beliau tidak peduli dengan semua itu, yang penting Allah meridhoinya.

Pejuang satu ini tetap terus berjihad dan melakukan ribath di kota Homs sampai satu saat sakit menimpanya, yang membawa kepada kematian. Menjelang kematiannya beliau menangis dan berkata, “saya telah terjun dalam seratus gelanggang pertempuran. pada tubuhku tidak ada tempat kecuali padanya terdapat bekas pukulan, tusukan dan lemparan tombak. Tetapi kemudian sekarang ini saya harus menjemput ajal di atas tempat tidurku seperti matinya keledai. sungguh saya tidak tenag mati seperti matinya para pengecut.”

__________________________________________________________________________________

Panglima yang satu ini begitu mulia dan cerdas mungkin bisa jadi the best commander,the best conqueror…begitu sangar ketika perang menhadapi musuh, tapi hatinya begitu lembut tatkala berhadapan dengan Allah dan muslimin….tak ada kesombongan di hatinya….tidak ada rasa ujub(merasa lebih) di hatinya, meskipun sebenarnya Khalid lebih baik dari Abu Ubaidah.Yang ada adalah ketulusan hati dengan berharap mardhotillah.

Beliau sangat menginginkan apabila sampai ajal tiba beliau dalam keadaan syahid di medan jihad,itulah yang ia idam2kan…akan tetapi cita2 tersebut hanya cita2 belaka Allah berkehendak lain.

Beliau masuk Islam ketika umurnya masih muda dan hanya karena mendengarkan lantunan ayat Al-Quran,hatinya benar2 dilunakkan….subhanallah, padahal sebelumnya beliau merupakan panglima pasukan Quraisy yang sangat membenci Muhammad. Pemuda yang patut kita jadikan uswah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Instagram

Menghabiskan petang bersama di @kedaiomgendut ,soda mintnya bikin seger... Bersama mamang beca kota Banjar, sunmor. Dempet2an maklum pant**nya sama2 lebar 😅😅 Pemandangan danau dan pura bedugul dari atas masjid besar bedugul. Disini udaranya dingin dan sering hujan, ibarat lembangnya bandung atau kaliurangnya sleman. #bedugul #bali #keren👍

Terimakasih atas kunjungannya ^^

arsipp

Februari 2012
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Blog Stats

  • 176,135 hits

jadwal sholat untuk daerah kasihan-bantul-YKT

Zifa Engineering Consultant

my workplace

pengunjung

free counters

peta

twitter

%d blogger menyukai ini: