fadlyfauzie's Blog

Harus banyak belajar ‘Public Speaking’

Posted on: Januari 31, 2012

Public speaking

Semakin bertambah umur, bertambah amanah , bertambah ilmu berbicara di depan umum akan semakin menuntut untuk dilakukan. Kalo dalam bahasa Inggris istilahnya adalah public speaking. Bagi yang terbiasa ngomong (cerewet, banyak omong) bisa jadi itu hal yang menyenangkan….(asal jangan omdo/NATO). Namun bagi sebagian yang lain public speaking merupakan hal yang menakutkan, malu, tidak percaya diri. Bahkan tidak sedikit yang sampai bercucur keringat (hal yang wajar sebenarnya). Bila saya berkaca, saya bukanlah orang yang yang banyak omong,bicara seperlunya saja. Bila ada kesempatan untuk berbicara saya lebih banyak mempersilahkan orang lain. Mengapa? karena gak tau kenapa hati ini selalu diliputi rasa khawatir tidak dapat menyampaikan dengan baik.
Salah! sebenarnya …saya sudah belajar organisasi sejak akhir pendidikan kelas 2 SMP, namun tidak bisa mengambil kesempatan untuk belajar dengan baik. Ya,belajar berbicara di depan umum, saya sempat berkumpul di perkumpulan remaja Islamic Center Banjar yang saat itu udah diberi pelajaran tentang proposal, event organizer, LPJ. Sewaktu SMA saya mengikuti Ikatan Remaja Masjid dan juga OSIS, lagi-lagi saya belum bisa memanfaatkan semaksimal mungkin wadah pembelajaran ini.

Saya sebenarnya Percaya Diri

Ya saya punya rasa percaya diri ketika berbicara, punya keyakinan bahwa yang saya sampaikan itu adalah benar. Namun gak tau kenapa ketika berbicara spertinya kurang mempengaruhi pendengar. Sering bertanya dalam diri yang salah apakah isi pembicaraannya atau memang tidak suka pada orangnya? hmm, ini cuma selintas pikiran su’udzannya.

waktu bergulir sampai pada masa-masa perkuliahan. Di kampusku UMY, aku memilih organisasi yang mempunyai kesamaan sewaktu saya di SMA dimana saya memilih LDK (Jama’ah Al-Anhar) dan juga ada Himpunan mahasiswa sipil. Dimulai dari sini saya sering mendapat amanah-amanah penting, gak tau kenapa “mereka” lebih memilih aku padahal ketika berbicara saya lebih banyak tidak dihiraukan. Gak tau ini beneran atau cuma perasaan saja, yang bisa kulakukan hanyalah bersabar. Amanah-amanah penting menuntutku untuk banyak berbicara, dan menyampaikan gagasan-gagasan.

Lewat syuro-syuro, berbagai pendapat berkompromi sampai pada satu kesepakatan. Disini pun saya cenderung apabila berpendapat kebanyakan kurang disetujui. Landasan orang dalam syuro ada beberapa kemungkinan ada yang objektif, figuritas/mengkultuskan, ada juga yang apatis. Nah mungkin masalahnya ada di sini berbagai penolakan yang terakumulasi kadang perasaan takut salah selalu menghantui.

Terjawab sudah

Setelah melewati dinamika di kampus akhirnya saya menemukan jawaban atas masalah public speaking ini. Ada 3 momen penting yang menyadarkanku :

1. Waktu itu saya berniat mengikuti kursus bahasa Inggris, saya mengajak satu teman ke salahsatu LP bahasa Inggris untuk daftar dan tes wawancara. Tes wawancara diperlukan untuk penentuan kelas. Ketika diumumkan hasilnya ternyata saya beda level dengan temanku, saya harus memulai dari dasar sekali, namun temanku berada satu level di atasku. Terkuak sudah, yaitu ketika selesai wawancara si penanya memberikan penilaian bahwa aku mempunyai kognisi yang baik, penguasaan materi yang baik, vocab yang baik namun aku belum bisa enjoy dan santai mengutarakannya. Lebih mudahnya masih kurang percaya diri katanya. Hmm…gitu ya

2. Saat TK 3 JAA, dimana training level 3 ini bukan lagi bersipat outbond, atau uji mental+fisik, tapi lebih ke pemikiran, gagasan, dan public speaking. Saat itu saya disuruh membuat makalah dan harus mempresentasikan di depan forum. Setelah selesai menyampaikan materi, saya kemudia di serbu oleh para dewan juri dengan rentetan pertanyaan. Namun ada salahsatu juri yang membuat dahi ini mengkerut, antara senang dan heran. Alumni JAA akhwat, dia memberikan sanjungan dan pujian terhadap presentasiku, melebihi kontestan lainnya…padahal menurutku penampilanku pas-pasan. Beliau menuturkan bahwa aku mempunyai potensi menjadi pembicara besar, aku memiliki segalanya katanya mulai dari fostur tubuh, ketampanan (hihi), cerdas, orang teknik lagi. Saat itu saya sangat terharu karena setelahnya mbak ini mengajak ke seluruh forum untuk sama2 mendoakanku dengan kebaikan, masyaAlloh ,air mata ini hampir menetes, sampai segitunya beliau mengirim doa untuku…Semoga doa meraka tulus Ikhlas dan dikabulkan oleh Allah, semoga saya bisa menjadi insan harapan umat T_T . Dari sini saya sadar bahwa saya mempunyai potensi, dan harus lebih percaya diri,  masalahnya tinggal mempertajam saja. Beliau memberi nasihat ketika berbicara depan forum jangan sekali-kali membeberkan kekurangan2 yang terjadi , karena kekurangan yang disampaikan akan merusak perhatian meskipun materi yang disampaikan penuh dengan kebaikan.

3. Ketiaka halaqoh pekanan, dimana saat itu saya menjadi tuan rumah, segalanya harus ku siapkan mulai dari sbg MC, kultum, jamuan. Tiba saatnya saya memberi kultum ,dengan bantuan sedikit catatan tentang ayat-ayat alquran. Saya sampaikan dengan berurutan dilanjutkan dengan dalil-dalil. Di akhir saya sampaikan salahsatu kutipan dari ust. Syatori tentang sabar, “Banyak orang menyangka sabar adalah sifat, sehingga dg mudah banyak org menilai dirinya bukanlah orang yang penyabar. Padahal sebenarnya sabar adalah sebuah KEPUTUSAN yg berasal dari pikiran yang baik”. kemudia kututup kultumku. Setelah itu sang murobbi menanya satu-satu kepada para mutarobbi tentang apa yang disampaikan oleh saya, ada yang ingat dan ada pula yang lupa2 ingat, ada yg mengatakan terlalu cepat. Namun Murrobiku menjelaskan bahwa sebenarnya kalian bisa mengetahui isi materi kalo serius dan fokus menyimak, alangkah lebih baik lagi dicatat. Murrobi jg tidak menyalahkan saya , kata beliau sebenarnya materi yang disampaikan saya sudah baik, penguasaan materinya baik, pemilihan kata dan intonasinya baik. Namun ada beberapa hal jg yang perlu diperhatikan, yaitu bahasa non verbal (seperti menatap forum, gestur, gerakan tangan) kata beliau dengan gestur bisa menambah 60% keberhasilan dalam public speaking, karena apabila secara verbal saja dan intonasi faktor keberhasilan kurang lebih 40 %. Akhirnya ketahuan lagi, sang murobbi tahu akan kelemahanku, dimana bahasa non verbalnya masih kurang menggigit. Alhamdulillah aku mempunyai keluarga kecil terutama murobbi yang selalu saling ingat-mengingatkan. Alhamdulillah wasyukrulillah

Setelah mengetahui hal itu, saya semakin sadar bahwa saya harus banyak belajar berbicara di depan umum. Karena nantinya kita akan terjun ke masyarakat, dunia kerja yang mana menuntut kita untuk selalu memberi gagasan. Terlebih lagi apabila seseorang yang diberi amanah posisi-posisi strategis sudah barang tentu apa yang disampaikan harus bisa meresap dan mudah diterima para pendengar.

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
[25-28: طه]

“ya tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku. Dan mudahkanlah urusanku. Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku. Supaya mereka mengerti perkataanku”

Ya alloh, jadikan kata2 yang saya sampaikan adalah benar, jauhkan saya dari dusta. Dan jadikan kata2ku penuh manfaat. aamiin.

Ada hadits juga, rosulullah bersabda, falyaqul khoiron awliatsmut-> berkatalah yang baik atau diam saja

1 Response to "Harus banyak belajar ‘Public Speaking’"

kereeeeeeeeeeeeennn!

asyik tuh yg terakhir, doanya Nabi Musa, untuk melapangkan dan melancarkan lisan.. PENTING dan PERLU dipraktekkan..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Instagram

Menghabiskan petang bersama di @kedaiomgendut ,soda mintnya bikin seger... Bersama mamang beca kota Banjar, sunmor. Dempet2an maklum pant**nya sama2 lebar 😅😅 Pemandangan danau dan pura bedugul dari atas masjid besar bedugul. Disini udaranya dingin dan sering hujan, ibarat lembangnya bandung atau kaliurangnya sleman. #bedugul #bali #keren👍

Terimakasih atas kunjungannya ^^

arsipp

Januari 2012
S S R K J S M
« Nov   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Blog Stats

  • 176,135 hits

jadwal sholat untuk daerah kasihan-bantul-YKT

Zifa Engineering Consultant

my workplace

pengunjung

free counters

peta

twitter

%d blogger menyukai ini: