fadlyfauzie's Blog

Touring kereta api

Posted on: November 28, 2011

Pengalaman yang sangat mengasyikan apabila menaiki kereta api melintasi berbagai kota. Dari dalam kereta dapat melihat banyak pemandangan, baik yang indah-indah maupun yang suram-suram,haha.

Mengapa kusebut “touring”? ya karena perjalanan ini rada-rada istimewa. Dimana dalam 3 hari saya dapat mengelilingi seluruh track di jawa barat(gak semuanya sih). Tapi seengganya saya telah melewati trek selatan dan trak utara, yang gak dilalui cuma trek menuju bogor saja.

Perjalanan bermula dari Yogyakarta, saat itu saya dan kedua teman saya rizqi dan alan ingin menonton KJI-KGBI di kampus UI Depok. Dan kami memutuskan memakai moda transportasi kereta api.

 

Saat itu kami mendatangi stasiun lempuyangan, berburu tiket kereta ekonomi. Eh sesampainya disana loket udah tutup semua, apes!. Gagal deh rencana menggembel ke jakarta. Waktu itu kami cukup galau antara memlih alternatif naik bis atau kereta bisnis/eksekutif di stasiun tugu. Dan akhirnya kami memilih ke stasiun tugu, dan lagi2 apes kereta tujuan jakarta yg bisnis udah lewat, tinggal yang eksekutif. Eksekutif???mahaaaal!!

Kondisi ini membuat kami memutar otak, dan kemudian munculah ide “bagaimana kalo ke jakartanya kita ke bandung dulu?” sebenernya ide konyol sih, tp ya gimana lagi cuma ini cara satu2nya, agar bs nonton KJI. Tiba2 kereta Lodaya datang senang kita, tp qt masih apes karena qt masih antri panjang dan akhirnya gak sempat naik. Udah itu masih ada kesempatan terakhir yaitu kereta mutiara selatan,meskipun dari segi harga sebenarnya lebih mahal dari lodaya, tp gak apa2 lah. klo lodaya 120 rb maka mutiara selatan 150 rb.

Perjalanan pun dimulai berangkat dari lempuyangan jam 10.30. Di dalam kereta aku tertidur nyenyak karena lumayan lelah setelah Kongres dan LPJ HMS, di tengah perjalanan kereta berhenti di stasiun Banjar. Tiba-tiba muncul perasaan ingin turun dari kereta dan pulang ke rumah,aku hanya bisa melamun bagaimana kabar keluargaku di rumah. Sedih …sempat2nya aku main ke luar kota sedangkan pulang ke rumah aja jarang T_T.

Kalo di jogjakarta atau jawa tengah, atau jawa timur trek relatif datar. Tapi kalo udah memasuki trek jawa barat tujuan bandung rel dibuat menanjak terus, melewati celah-celah bukit dan sawah. Itulah mengapa waktu tempuh menuju Bandung cukup lama karena memang kecepatan keretanya rendah.

Ini perjalanan pertama kali aku ke bandung menggunakan kereta, sehingga benar-benar berkesan. Di perjalanan aku sempat melihat proyak jalan lingkar nagrek dengan teknologi geoteknik terbaru pada lereng jalannya. Melihat dari atas jembatanyang cukup tinggi. Suasana pedasaan benar2 terasa sepanjang perjalanan menuju bandung.

 

Setelah sampai di stasiun Bandung jam 6.30, kita langsung ke loket untuk membeli tiket Argo Parahyangan 45rb, hampir saja kita ketinggalan kereta. Bayangkan saja jarak antara turun dan naik kereta hanya sekitar 4 menit. Perjalanan dilanjutkan, sampailah kereta di daerah padalarang, subhanalloh pemandangannya. Saya disajikan pemandangan perbukitan dimana pada celah-celahnya berdiri banyak jembatan-jembatan menjulang tinggi dan panjang. Trek dibuat meliuk-liuk mengikuti lereng bukit. Lupa lagi deh ada berapa puluh jembatan kulalui, takjub bener sama padalarang, ditambah pohon-pohonya yang asri berjenis pinus. Jembatan-jembatan yang ada memperlihatkan ketangguhan bangsa belanda pada masa penjajahan. Namun sepertinya sarana dan prasarana rel mulai tersaingi oleh adanya jalan tol Cipularang. Keberadaanya persis berdampingan disisi rel kereta. Adanya tol dan rel kereta api seperti pertarungan 2 moda transportasi dimana dua-duanya mempunyai keunggulan tersendiri.

Memasuki daerah purwakarta, mataku dibuat tidak nyaman dengan banyaknya saluran air limbah dari kawasan industri, dan yang lebih parah orang2 tinggal disana di daerah kumuh, geram aku melihatnya sungai, selokan kok warnanya hitam,hmmm.

Setelah kenyang melihat pemandangan kerasnya kehidupan ibu kota, akhirnya saya dan teman2 sampai di pusat peradaban yaitu lewat stasiun Gambir. Kami dijemput oleh sodaranya alan dan kemudian bermalam disana. Kami dijamu dengan sangat baik disana mulai dari makan sampai transportasi kita bebas diantar kemana2 lewat sopir pribadinya,he. Keesokan harinya(minggu) barulah kita ke Depok Untuk menonton KJI, disana kami melakukan studi untuk planing pengiriman proposal tahun depan.

Setelah selesai nonton, kami buru-buru menuju stasiun ,pokoknya jangan sampai kemalaman dan ketinggalan kereta. Kami putuskan menuju Stasiun pasar Senen, pertimbanganya karena kita berburu kereta ekonomi. Namun setelah difikir2 kalo naik ekonomi kemungkinan nyampai jogja adalah jam 8 pagi. Sedangkan jam segitu adalah waktunya mengikuti praktikum bahan perkerasan jalan, kalo terlambat atau gak ikut nilai praktikumku bisa terancam,huah. Udah tau begitu kami putusakan naik kereta bisnis aja, waktu itu kereta yang dipilih adalah Senja Utama Jogja dg harga 155rb(weekend). Ngantri tiket mulai  16.00 namun baru berangkat jam 19.30, waktu luang ini kami manfaatin buat sholat, makan, istirahat. Beuh gila makanan di Jakarta ni mahal2…bisal dibilang 2x lipat dari Jogja, bikin qt2 rada bengong setiap kali mau bayar. Kerasnya jakarta memang benar adanya, yang aku gak ngerti kok banyak orang mau ke jakarta(urban) sedangkan biaya hidup disana sangat tinggi. Tak pelak akhirnya banyak orang tinggal secara ilegal di pinggir2 jalan,rel, lahan kosong. Berbagai ikhtiar mereka lakukan untuk bertahan hidup…ya Allah bersyukur aku dengan keadaan sekarang ini…

19.30 waktunya tiba untuk balik lagi ke jogja. Perjalanan kali ini beda karena jalur yang dilalui adalah jalur utara dimana setelah cikampek , berbelok kiri menuju Cirebon. Trek kereta relatif datar tidak seperti di daerah selatan. Malam itu aku tidak lagi menghiraukan keadaan di luar. Karena memang keadaannya yang gelap di malam hari, ditambah lagi kondisi badanku yang capek,pengennya mending tidur aja. Namun setiap berhenti di suatu stasiun aku selalu berusaha bangun untuk mengetahui sudah di daerah mana kita berada. Yang kuketahui ada Cirebon, Luwung, Sindang Laut, purwokerto, kroya, wates, dan terakhir Jogja (Stasiun Tugu). hehe

Alhamdulillah, perjalanan yang full experiences, ditambah capek pula,hehe…Dari situ aku berfikir bahwa di Indonesia ini masih banyak tempat2 bagus yang layak untuk dikunjungi, sayang kalo masa muda kita dilewatkan dari hal ini.

Jogjakarta-Jakarta, 25-28 Nopember 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Instagram

Menghabiskan petang bersama di @kedaiomgendut ,soda mintnya bikin seger... Bersama mamang beca kota Banjar, sunmor. Dempet2an maklum pant**nya sama2 lebar 😅😅 Pemandangan danau dan pura bedugul dari atas masjid besar bedugul. Disini udaranya dingin dan sering hujan, ibarat lembangnya bandung atau kaliurangnya sleman. #bedugul #bali #keren👍

Terimakasih atas kunjungannya ^^

arsipp

November 2011
S S R K J S M
« Sep   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 176,135 hits

jadwal sholat untuk daerah kasihan-bantul-YKT

Zifa Engineering Consultant

my workplace

pengunjung

free counters

peta

twitter

%d blogger menyukai ini: