fadlyfauzie's Blog

3 Flyover atau viaduct di Kota Banjar

Posted on: Agustus 23, 2011

3 Flyover atau viaduct di Kota Banjar

Kota Banjar terkenal dengan kota transit di puluhan tahun yang lalu, transportasi wilayah disini sangat pesat baik angkutan darat maupun angkutan kereta. Salah satu angkutan penting di kota Banjar diantaranya angkutan rel, daerah banjar dibelah oleh prasarana rel dari barat (kecamatan banjar) ke timur (kecamatan langensari). Terhitung ada 3 stasiun, 1 utama dan 2 sebagai perlintasan. Dahulu Banjar memang terkenal ramai dengan stasiunnya.

Adanya rel kereta melintas kota sudah pasti akan menerobos jalan-jalan. Sehingga tercipta perlintasan kereta api , orang-orang pengguna jalan dituntut untuk berhati-hati. Terlebih sebagian besar perlintasan kereta disini tanpa disertai pintu pengaman. Sepengetahuan saya, perlintasan kereta yang berpintu hanya ada satu di kota banjar, yaitu di jalan baru desa sukarame. Selebihnya tanpa pintu dimana sangat rawan terjadi kecelakaan.

Dengan dasar ini maka pihak yang berwenang (bapedda, PU) merasa perlu dibuatkannya flyover atau viaduct. Flyover merupakan jembatan layang dimana perkerasannya tidak berada di atas tanah. Terus istilah viaduct merupakan jembatan yang berada di atas jalan. Ada banyak kelebihan flyover dibanding perlintasan dengan pintu, diantaranya tidak akan terjadi shockwave atau terbentuknya iring-iringan kendaraan. Arus lalulintas akan mengalir terus. Kemudian akan terhindar dari human error yang biasa terjadi petugas penunggu pintu.

Viaduct pertama kali dibangun di dekat stasiun Banjar, alasannya sama yaitu untuk menghindari kereta. Di masyarakat banyak menyebut viaduct ini dengan nama Piadeu. Bangunan ini menghubungkan jalan merdeka (pusat pertokoan) ke daerah Cikabuyutan.

Kedua dibangun di daerah Pintu Singa dekat SMA 1 Banjar. Dahulunya disini sangat rawan terjadi kecelakaan. Sampai akhirnya pada tahun 2004 (kalo gak salah) pas jaman saya SMP kelas 2, dibangunlah sebuah viaduct menghubungkan jalan Husen Kartasasmita dengan jalan Cimaragas. Dibangun dengan timbunan tanah yang kemudian di dekat rel dipasang jembatan dari gelagar baja sebagai pemikulnya.

Ketiga dibangun di dekat Alun-alun, stasiun Langensari. Saat ini (2011) masih dalam proses konstruksi. Sampai bulan Agustus ini baru berupa pembuatan pilar-pilar jembatan, dan yang udah diberi lantai baru setengahnya. Tipe jembatan yaitu gelagar beton pracetak “precast”, kemungkinan menggunakan teknologi prategang “prestress”. Dengan adanya pilar-pilar  ini , jembatan ini tergolong flyover.

Berikut foto viaduct/flyover di kota Banjar :

1. Piadeu

2. Viaduct Pintusinga

3. Flyover Langensari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Instagram

Menghabiskan petang bersama di @kedaiomgendut ,soda mintnya bikin seger... Bersama mamang beca kota Banjar, sunmor. Dempet2an maklum pant**nya sama2 lebar 😅😅 Pemandangan danau dan pura bedugul dari atas masjid besar bedugul. Disini udaranya dingin dan sering hujan, ibarat lembangnya bandung atau kaliurangnya sleman. #bedugul #bali #keren👍

Terimakasih atas kunjungannya ^^

arsipp

Agustus 2011
S S R K J S M
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 176,135 hits

jadwal sholat untuk daerah kasihan-bantul-YKT

Zifa Engineering Consultant

my workplace

pengunjung

free counters

peta

twitter

%d blogger menyukai ini: