fadlyfauzie's Blog

Ketidakjelasan Waduk Situ Leutik

Posted on: Agustus 18, 2011

WADUK SITU LEUTIK

Saat ini Kota Banjar telah mempunyai satu bangunan air yang cukup mahal, yaitu Situ Leutik. Situ Leutik namanya, mempunyai fungsi sebagai embung/situ/bendungan/waduk. Dikatakan embung karena sebelum di bangun dahulunya berupa kumpulan kolam-kolam milik rakyat setempat. Terus dikatakan Situ karena areal permukaan airnya cukup luas yaitu sekitar 3 hektar dengan kedalaman rata-rata 6 m, sehingga bila dilihat sepintas mirip seperti danau. Dan Situ Leutik ini juga mempunya konsep bendungan dimana inletnya berasal dari suatu sungai kecil “solokan”. Kemudian juga disebut waduk karena situ ini berfungsi untuk menyimpan air dikala musim hujan, dan digunakan untuk air irigasi ketika musim kemarau tiba.

Pembangunan Situ Leutik ini merupakan salah satu mega proyek yang sedang dilaksanakan Pemkot Banjar, karena nilainya yang bermilyar-milyar rupiah. Karena disaat yang bersamaan Pemkot Banjar juga sedang membangun sebuah jembatan layang “fly over “ di Kecamatan langensari. Dimana jembatan dibangun untuk menyeberangi rel kereta yang dahulunya tidak memiliki pintu, sehingga dengan kerawanan kecelakaan ini dinas PU Banjar merasa pelu membangun fly over terlebih perlintasan rel kereta api ini terletak di pusat keramaian “dayeuh” kecamatan langensari.

Jadi bisa terlihat disini bahwa pembangunan-pembangunan yang dilakukan Pemkot Banjar, berasal dari visi yang cemerlang, betul-betul pemikiran yang futuristik. Ya,semoga saja pembangunan-pembangunan ini memberikan manfaat yang sangat luas bagi kota Banjar.

Kembali ke Situ Leutik

Situ Leutik terletak di kawasan yang berada di Dusun Pasirnagara dan Babakan Pace Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar. Aksesnya cukup jauh dari pusat kota Banjar ± 20 menit ,bisa lewat balokang bisa juga lewat Ampel Koneng. Dahulunya daerah ini banyak sekali kolam-kolam milik rakyat, sampai akhirnya dinas PU Banjar mempunya gagasan untuk menjadikannya sumber pengairan. Proyek ini dimulai pada Tahun Anggaran 2007/2008, dan mempunyai nilai 12 milyar, namun saat ini (2011) dana yang terserap baru sejumlah 8 milyar rupiah. Hal ini terjadi karena adanya penghentian sementara proyek, sehingga sampai saat ini Situ Leutik belum lah 100 % rampung. Anggaran yang digunakan untuk pembangunan waduk Situ Leutik ini semuanya bersumber dari APBD Pemprv Jabar, bukan menggunakan APBD Kota Banjar. Pemprov Jabar merealisasikan usulan ini karena telah dikaji secara matang oleh Pemkot Banjar dan Pemprov Jabar. Kemudian Pemkot Banjar lewat dinas PU-nya (pelaksana teknis pembangunan) merekrut konsultan senilai 100 juta rupiah, setelah dilakukan kajian terhadap lokasi rencana konsultan itu menyatakan daerah yang direncanakan cukup potensial untuk dijadikan water storage yang mempunyai fungsi irigasi.

Kemudian semua pihak akhirnya sepakat, terutama para petani pasti akan mendukung sekali pembangunan waduk ini. Karena yang selama ini sawahnya hanya bisa tanah padi sekali setahun ( sawah tadah hujan), maka diharapkan dengan adanya pengairan dari waduk itu, sawah para petani bisa melakukan penanaman padi 3 kali dalam satu tahun. Herman Sutrisno selaku walikota Banjar menegaskan waduk ini akan mengairi areal sawah seluas 200 hektar meliputi desa Cibeureu, Balokang, dan Jajawar. Namun saat ini yang sudah dirasakan baru dapat melayani areal sawah seluas 100 hektar.

d

Infrastruktur itu sengaja dibangun sebagai tempat penampungan air yang didedikasikan untuk pengairan, dan selebihnya untuk sarana wisata air guna melengkapi objek wisata di Kota Banjar. Ya memang potensial sekali menjadi obyek wisata bila digarap dengan baik dan serius.  Situ Leutik bisa menjadi obyek wisata baru di wilayah Kota Banjar bagian barat. Nantinya disini bisa dijadikan tempat bersantai dan pemancingan terbesar di kota Banjar, ribuan benih ikan telah ditebar oleh instansi terkait. Begitu juga tanaman pun sudah ditancapkan, semoga saja dalam beberapa tahun yang tidak lama, kawasan waduk Situ leutik sudah rimbun dengan pepohonan.

Di 3 tahun pertama, pembangunan waduk terbilang lancar. Pembebasan tanah tidak ada halangan berarti. Di tahun pertama pemerintah mulai membebaskan lahan seluas dua belas hektare untuk situ dan bagian penunjangnya. Tentu saja proses itu dilakukan secara bertahap. Tidak ada catatan resmi dari Pemkot Banjar berapa dana yang digelontorkan pemerintah untuk pembebasan lahan tersebut. Namun, berdasarkan perkiraan Koordinator Walhi Priangan Timur Asep Nurdin, untuk pembebasan lahan setidaknya Pemkot mengucurkan dana sebe-sar Rp 3,780 miliar. Perkiraan tersebut muncul karena harga tanah di sana berkisar antara Rp 450.000 hingga Rp 500.000 per bata (1 bata setara dengan 14 meter persegi).

Memasuki tahun ke-4 (2011) masalah muncul ke permukaan, media memberitakan sangat kencang mengenani pembangunan waduk ini. Berbagai elemen masyarakat mulai merasakan adanya keganjilan pada proyek ini. Bahkan menurut salahsatu LSM yang melakukan evaluasi menilai pembangunan waduk ini tidak efisien dan disinyalir ada indikasi penggelembungan dana atau mark up.

Mereka tidak mengkritisi soal ganti rugi tanah, mereka lebih menyoroti sisi manfaat dari waduk itu sendiri. Ada keraguan waduk ini bisa melayani ratusan hektar sawah. Menurut Asep Nurdin -juga Jajang Kandar (koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Banjar)-, air yang akan dialirkan ke situ tak berasal dari sungai besar tetapi dari sungai (tepatnya disebut selokan) mungil bernama Cibonte tadi. Lebar selokan Cibonte hanya 1,5 meter dan debitnya hanya 50 meter kubik/detik pada musim hujan. Hulu Cibonte bukan dari pegunungan, melainkan dari permukiman dan hutan rakyat. Dengan demikian, Cibonte akan kering jika hujan tak turun selama beberapa bulan.

Kemudian, air tampungan di waduk di musim kemarau tidak bisa bertahan lama. Menurut salah seorang petani setelah memasuki musim kemarau selama 1 bulan debit air menurun sebesar 50 %. Ini bisa jadi karena resapan air yang tinggi di daerah itu karena apabila penyusutan diakibatkan evaporasi pasti jumlahnya kecil. Terlihat tanah-tanah disekitar masih gersang dan tanaman-tanaman baru saja ditanam, namun belum ada penelitian lanjutan mengenai karakteristik tanah disini apakah berpori atau tidak.

Jajang Kandar, Koordinator AMPB dan Ginandjar WS, Sekjen DPD SHI mengatakan, setelah mereka melakukan pengkajian bersama disimpulkan bahwa Situ Leutik memiliki fungsi yang kecil dan tak sebanding dengan anggaran yang dikucurkan. “Angka Rp 8 M terlalu besar,” tegas keduanya yang didukung pula oleh Koordinator Walhi Priangan Timur Asep Nurdin dan Titin Kurniatin dari Paguyuban Bale Rahayat.

Bila dikaji aspek hidrologinya, waduk ini mempunyai banyak kekurangan dimana inlet ( masukan air) berasal dari sungai kecil yang mempunyai debit rendah, dan itu juga hanya lancar mengalir ketika musim hujan saja. Sumber air sungai ini seperti disebut diawal berasal dari hutan rakyat dan pemukiman masyarakat, jadi bukanlah berasal dari hulu suatu gunung/bukit.

Dan diketahui catchment area-nya (daerah tangkapan air) sedikit. Ditambahkan menurut LSM tersebut “Perkiraan kami, Situ Leutik hanya memiliki catchment area sepuluh hektare. Ini sangat resisten terhadap keutuhan hutan tangkap air. Padahal, idealnya, sebuah danau sedikitnya memiliki catchment area seluas 25 hektare. Setelah ditelusuri, letak geografis situ ternyata berada di wilayah aliran sungai kecil, bukan di wilayah ordo 1 dan 2 subdaerah aliran Sungai Ciseel dan Citanduy “.

Meskipun kondisi hidrologinya sangat lemah, dinas PU terus berupaya memperbaiki saluran drainasi di kawasan desa Cibeureum, yang tadinya dasar saluran dari tanah dan dindingnya tidak diperkuat, ssekarang dibenahi dengan menggunakan pasangan batu kali. Mungkin disini harapannya laju run off semakin tinggi dan meminimalisir infiltrasi, dengan begitu air hujan dialirkan ke waduk Situ Leutik semakin banyak.

Situ Leutik dari jalan masuk

Dengan melihat sendiri dari lokasi dan juga dari pemberitaan media massa, kalau saya simpulkan proyek ini sebenarnya menggantung dan tidak diketahui kejelasannya. Tidak tahu kelanjutan dari fungsi waduk itu sendiri, yang digembor-gemborkan diawal yaitu sebagai sarana pengairan (irigasi) dan wisata.

Menjawab berbagai kritikan dari masyarakat, Ir. H. Ojat Sudrajat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjar membenarkan bahwa selama ini, projek tersebut sudah menyerap anggaran hingga Rp 8 M. Tetapi penggunaannya, kata dia, sangat bisa dipertanggungjawabkan. Ojat bahkan mengklaim bahwa pembangunan bendungan dan jaringan irigasi di Banjar menyerap anggaran relatif sedikit dibandingkan dengan pembangunan bendung di wilayah lain dengan kapasitas yang sama. “Apapun, saya berani mengatakan bahwa pembangunan situ mempunyai dampak yang sangat besar, mengingat Kota Banjar sangat minim tersedianya sumber mata air,” kata Ojat. Apakah pernyataan pak Ojat ini benar di kemudian hari??kita nantikan saja…

Dan juga Atas pertimbangan kelemahan-kelemahan waduk Situ Leutik ini , dengan gagah berani mereka (LSM) mendesak DPRD Kota Banjar untuk menghentikan sementara pembangunan situ, melakukan kaji ulung, dan membentuk Panitia Khusus Situ Leutik.

Dan akhirnya sekarang proyek ini terhenti, tidak ada lagi geliat pembangunan disana. Seolah-olah tidak ada lagi perawatan, karena sepenglihatan saya disana tidak ada kantor khusus untuk maintenance atau operasional waduk. Jalan akses dari pintu utama pun belum selesai dibangun, perkerasannya baru berupa fondasi bebatuan, belum diberikan perkerasan lentur ( aspal). Dengan begitu sekarang belum banyak orang menuju kesana karena memang akses jalannya belum memadai dan promosi pun belum ada. Bisa disimpulkan proyek ini menggantung dan tidak diketahui kejelasannya.

  • Mampukah waduk yang sudah menggelontorkan uang 8 milyar ini melayani sawah-sawah rakyat guna menggenjot produksi padinya?
  • Mampukah instansi terkait memelihara asset berharga ini?
  • Mampukah Pemkot Banjar menjadikan Waduk Situ Leutik menjadi Sarana rekreasi/wisata baru?

 Kalo saya pribadi sih apapun yang akan terjadi, misal ternyata waduk malfungsi untuk mengairi sawah. Pihak terkait harus mengusahakan agar si waduk benar2 bisa memberikan manfaat sesuai tujuan utamanya yaitu irigasi, soalnya sangat syang sekali dana yang keluar begitu besar namun tak ada manfaat signifikan bagi warga, karena kalo hanya untuk obyek wisata nilai 8 M sangatlah tidak wajar, mending dialihkan ke pembangunan lainnya yang lebih bermanfaat. Jangan jadikan aset besar ini mubadzir!!

Bagi yang merasa warga Banjar ada baiknya mengunjungi situ ini, yah sekedar memancing atau foto-foto. Ini loh produk Banjar, mari kita jadikan sebagai tujuan wisata. ^^

Sumber:

http://www.pikiran-rakyat.com
http://www.harapan-rakyat.com

Nih ada beberapa foto Waduk Situ Leutik :

situ leutik dari balik dedaunan

tampak tanah yang gersang

area waduk

tanggul

outlet waduk

pintu air

spillway (bangunan pelimpah)

saluran irigasi

aquaduc

baru berupa base coarse, belum dilapisi perkerasan lentur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Instagram

Menghabiskan petang bersama di @kedaiomgendut ,soda mintnya bikin seger... Bersama mamang beca kota Banjar, sunmor. Dempet2an maklum pant**nya sama2 lebar 😅😅 Pemandangan danau dan pura bedugul dari atas masjid besar bedugul. Disini udaranya dingin dan sering hujan, ibarat lembangnya bandung atau kaliurangnya sleman. #bedugul #bali #keren👍 Latar di belakang merupakan wujud optimisme seorang arsitek/seniman dalam ketekunannya membuat patung bertahun2, ibarat seperti proyek mercusuar untuk membuat landmark baru pulau Bali. Ya, inilah [rencana] patung Garuda Wisnu Kencana didesain dengan tinggi 125 m (pedestal 50 m, patung 75 m). Digadang_gadang akan mengalahkan tingginya patung liberty. #GWK

Terimakasih atas kunjungannya ^^

arsipp

Agustus 2011
S S R K J S M
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 175,576 hits

jadwal sholat untuk daerah kasihan-bantul-YKT

Zifa Engineering Consultant

my workplace

pengunjung

free counters

peta

twitter

%d blogger menyukai ini: