fadlyfauzie's Blog

Selamat Hari Raya Idul Fithri 1431 H

Posted on: September 9, 2010

Selamat Hari Raya Idul Fithri 1431 hijriah

Taqobbalallohu minna wa minkum

“Semoga Alloh menerima amal kebaikan dari kami dan dari anda sekalian”

Kullu ‘amin wa antum bikhoir

“Semoga anda sekalian dikaruniai kebaikan setiap tahun”

Di hari idul fithri ini sudah selayaknya kita berbahagia, karena kita telah melaksanakan ibadah shaum dan ibadah lainnya di bulan yang sangat mulia, bulan yang dilipatgandakan pahala amalan-amalan, bulan yang identik dengan berjamaah, bulan yang mudah untuk melakukan kebaikan-kebaikan di banding bulan lainnya. Semoga dengan Ramadhan ini Allah mengangkat derajat kita dan mengampuni dosa-dosa kita. Dan semoga tahun  depan kita masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengannya lagi.

Disamping itu saya juga ingin sedikit mengkoreksi berkenaan dengan makna Idul fithri yang sering diyakini oleh kebanyakan masyarakat kita. Perkenankan saya untuk menyambung ilmu yang sedikit ini.

Hari idul fithri merupakan satu dari dua hari raya yang dimiliki umat Islam. Agama mensyariatkan untuk berbahagia di hari ini. Dengan memperkenankan untuk berbuka dari segala hajat yang pada saat bulan ramadhan disyariatkan ditahan. Pada hari ini diharamkan untuk berpuasa.

Hari idul fithri adalah hari kemenangan. Kemenangan yang ibarat sehabis memenangkan peperangan, dimana berperang melawan hawa nafsu. Dan hal ini juga sejalan dengan sejarah hari idul fithri itu sendiri, dahulu Rasulullah bersama para sahabat melaksanakan perang akbar melawan kafir quraisy yaitu perang Badar pada bulan Ramadhan. Pada saat itu mereka harus bersusah payah berperang dalam keadaan shaum. Akan tetapi berkat keajaiban dari Allah segala bentuk kekurangan fisik, kuantitas pasukan bukan lagi menjadi halangan untuk berjihad, yang akhirnya Pasukan Rasulullah menang dengan dibantu malaikat Allah. Subhanallah…sungguh kemenangan yang nyata, kemenangan yang sesungguhnya. Maka dari itu Rosul pun mensyariatkan untuk merayakannya hingga kini.

Di media cetak maupun elektronik, juga para da’i sering menyampaikan bahwa setelah Ramadhan berlalu ,dan sampai kepada hari idul fithri . Banyak daripada mereka mengatakan bahwa pada hari itu kita kembali kepada kesucian , suci ibarat bayi yang baru lahir. Banyak yang mengartikan idul fithri sebagai hari ‘kembali suci’ .Lalu apakah benar kita akan kembali suci?

Makna tersebut perlu kita tinjau lagi teman-teman, kita tentunya tidak ingin termasuk orang yang ghurur(terpedaya)kan? Memanglah benar perkataan Rasul lewat hadits-haditsnya dan memang tak mungkin dusta, yaitu mengenai keutamaan amalan yang akan menggugurkan dosa.

Nabi sendiri telah menyampaikan arti istilah idul fithri lewat haditsnya,

Wa ammaa yaumul fithrukum min shiyaamikuum

“Dan adapun, (maksud) hari fithri adalah hari berbuka kamu dari shaum”

(HR . Abu Dawud )

Nah, dari hadits ini kata ‘fithri’ itu berasal dari kata ‘fithru’ bukan’ fitrah’ yang berarti suci. Banyak ulama kita saat ini mengartikan suci selain dari kata fitrah, juga diperkuat dengan adanya hadits tentang fadilah/keutamaan mengenai shaum dan qiyam(tarawih),

Man (Shoma/qoma) romadhona iimaanan wahtisaa ban gufiralahu maa taqoddama min dzambih

“Barangsiapa (shaum/shalat malam)di bulan ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu”

(HR. Bukhori)

Namun apakah boleh ,hadits ini menjadi acuan bahwa kita akan kembali suci ?

Para ulama terdahulu  seperti Imam an-Nawawi dan Ibnul Qoyyim. Mengatakan bahwa maksud dosa yang otomatis diampuni lewat amalan di bulan ramadhan itu adalah dosa-dosa kecil, dan tidak bisa menghapus dosa besar seperti syirik. Dan dosa-dosa kecil itu tidak berarti menghapus semua. Karena hal ini merupakan hak Allah kepada hambanya yang bersifat relative. Apa yang didapatkan setiap hamba pasti akan berbeda. Seiring dengan makbulnya tidaknya amalan-amalan setiap orang,kita kitak tahu seberapa banyak amalan yang nyata diridhoi Allah. Maka dari itu kedudukan hadits tersebut tidak bisa menghukuminya secara mutlak.

Meyakini fadilah-fadilah tentunya tidak salah. Akan tetapi ada syarat-syarat seperti layaknya kebanyakan ibadah mahdhoh. Dimana kita harus menghadirkan dua rasa, yaitu Raja’ (pengharapan) dan Khouf (perasaan takut), juga yang paling dasar adalah niat dan cara. Siapa sih yang tidak mau mendapat ampunan Rabbnya?tentu kita sangat berharap ingin mendapatkannya. Namun itu tidaklah cukup , kita harus mempunyai rasa takut, apakah amalan kita akan diterima Allah atau tidak?di point yang kedua ini diperlukan ketundukan dan kerendahan hati.

Maka, tidaklah pantas kita merasa suci jikalau kita mempunyai rasa khouf….wallohua’lam

Mohon maaf atas pribadi dan kekurangan dalam tulisan ini, kalau ada yang salah mohon koreksi

Semoga Alloh mengampuni dosa-dosa kita,amin

Selamat berbahagia di hari Idul Fithri ini ^^

Alloohumma innaka afuwun , tuhibbul afwa ,fa’fauanni, amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Instagram

Menghabiskan petang bersama di @kedaiomgendut ,soda mintnya bikin seger... Bersama mamang beca kota Banjar, sunmor. Dempet2an maklum pant**nya sama2 lebar 😅😅 Pemandangan danau dan pura bedugul dari atas masjid besar bedugul. Disini udaranya dingin dan sering hujan, ibarat lembangnya bandung atau kaliurangnya sleman. #bedugul #bali #keren👍

Terimakasih atas kunjungannya ^^

arsipp

September 2010
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Blog Stats

  • 176,135 hits

jadwal sholat untuk daerah kasihan-bantul-YKT

Zifa Engineering Consultant

my workplace

pengunjung

free counters

peta

twitter

%d blogger menyukai ini: